
"Itu dia... Nickholas." jawab Mia.
"Jangan omong kosong Mia, jawab yang benar!" ucap Lamha dengan mata memerah.
"Aku bicara apa adanya, pelakunya memang Nick! dia ingin balas dendam pada El melalui dirimu." ucap Mia menjelaskan.
"Dendam apa? lalu apa keterlibatanmu didalam kejadian ini?" tanya Lamha dengan menatap tajam.
"Karena El merebut kakak ku Patricia darinya, Nickholas adalah mantan kekasih kakakku yang akhirnya di tinggalkan demi bersama El." jelas Mia. Dia menarik nafas dalam-dalam, kemudian melanjutkan ucapannya.
"Aku yang saat itu merasa sakit hati karena El lebih memilih mu, bertemu dengan Nickholas dan kami bekerjasama untu menghancurkan kalian. Aku hanya diminta untuk mengawasi gerak-gerik mu dan kebetulan aku memiliki orang dalam dirumah El, dialah pelayan setia kak Pat, orang itu adalah Giyem, dia yang memberi laporan kepada ku. Dan hari itu aku mendapat informasi jika kamu akan keluar belanja, aku langsung memberi tahu Nick, setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi, aku fikir Nick akan menculik mu tapi ternyata malah menjebakmu dikamar hotel bersama pria lain." ucap Mia dengan wajah menunduk.
Sementara Lamha sejak tadi hanya diam saja mendengar penjelasan Mia, dia tak menyangka jika ada orang sekejam itu di dunia ini.
"Dan kalian berhasil menghancurkan saya dan tuan El. Apa kamu tidak pernah berfikir Mia, selama ini saya menjaga aurat saya dari ujung kepala sampai ujung kaki dari pandangan orang-orang. Tapi hari itu saya merasa hancur sehancur hancurnya. Hari itu saya mengutuk orang yang telah merendahkan martabat saya sebagai seorang muslimah." ucap Lamha dengan air mata berderai.
__ADS_1
"Maafkan saya Lamha, maafkan saya. Tolong ampuni saya, apapun yang kamu minta saya akan turuti. Tapi tolong maafkan saya," ucap Memohon.
"Apa salah saya Mia? kenapa kamu tega, padahal kita sama-sama perempuan." ucap Lamha lirih. Dadanya terasa sesak.
"Saya enggak tahu kalau Nick akan berbuat sejauh itu Lamha, yang saya tahu dia akan menculik mu." ucap Mia.
"Tetap saja kamu ikut andil, bagaimana kalau posisi nya dibalik? kamu yang diperlakukan seperti itu? eh, iya saya baru ngeh, kalau kamu mungkin saja malah kesenangan karena kamu tidak punya malu dan murahan!" ucap Lamha pedas.
"Lamha saya..."
"Hati saya sakit, saya difitnah! dijebak bahkan diceraikan dihari yang sama! tak hanya itu, saya juga diusir! dan sekarang dengan mudahnya kamu minta maaf!" ucap Lamha dengan bibir bergetar.
"Tolong maafkan saya Lamha, ampuni saya. Saya benar-benar menyesal. Apapun akan saya lakukan untuk menebus kesalahan saya. Kalau kamu mau melaporkan saya ke polisi, saya bersedia Lamha." ucap Mia penuh penyesalan.
"Sayang kamu bicara apa? no! aku enggak mau kalau kamu sampai dipenjara." timpal asiten Ron.
__ADS_1
"Tapi sayang aku..."
"Kalian?..." Lamha menjadi bingung.
"Kami sudah menikah nyonya Lamha, maka dari itu saya mengantar istri saya bertemu dengan anda untuk minta maaf. Saya harap nyonya Lamha mau memaafkan kesalahannya." ucap asisten Ron.
"Itu sangat sulit bagi saya Ron. Tapi kamu tenang saja, saya tidak akan melaporkan istrimu ini ke polisi. Dan untuk saat ini saya butuh waktu untuk sendiri," ucap Lamha. Dia masih sangat shock dengan kenyataan yang didengarnya.
"Saya permisi, urus istrimu ini Ron, karena nyatanya dia sangat berbahaya. Kasihan jika sampai ada orang lain yang jadi korbannya" ucap Lamha. Ron hanya diam tak ingin mennggapi karena dia menyadari sepenuhnya jika Mia memang bersalah.
//
Lamha langsung menuju kantor tuan El untuk memberitahukan semuanya, selain itu dia juga hendak pulang ke kampung untuk mencegah pernikahan Novi dan Nickholas karena tak ingin jika Novi sampai hidup menderita karena dijadikan alat untuk balas dendam.
Dengan langkah terburu-buru Lamha berjalan menyusuri jalan menuju ruangan tuan El, hingga sampailah ia didepan ruangan bertuliskan CEO.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁