
Pagi-pagi buta tuan El sudah harus bangun dan keramas, karena dirumah Lamha tidak ada air panas otomatis seperti di rumahnya, terpaksa dia menunggu Lamha memasaknya terlebih dahulu.
"Mas, mau dibuatkan kopi apa teh?" tanya Lamha yang melihat tuan El hanya mesam-mesem didepan meja makan.
"Teh saja, saya tidak suka minum kopi pagi-pagi buta begini." ucap tuan El. Lamha mengangguk lalu menyeduh teh hangat untuk tuan El. Setelah jadi dia menyajikannya dihadapan suaminya itu. Jam masih menunjukkan pukul empat pagi, hanya mereka berdua yang bangun. Atau mungkin ibunya Lamha juga sudah terbangun, namun sengaja tidak keluar kamar untuk memberikan akses pada tuan El dan Lamha menyelesaikan ritual keramas mereka. Percayalah sosok ibunya Lamha adalah mertua paling pengertian sedunia!
Setelah mereka sama-sama sudah selesai mandi dan shalat shubuh berjamaah, tuan El mengajak Lamha berjalan-jalan pagi menikmati udara sejuk didesa ini. Karena daerah Lamha dekat dengan persawahan dan pegunungan yang disaat pagi hari terasa begitu sejuk dan menenangkan.
"Kalau capek bilang ya, nanti saya gendong." ucap tuan El.
"Enggak capek kok, tidak seberapa jauh dari rumah." jawab Lamha.
"Sayang, soal kejadian waktu itu saya sudah mendapat sedikit petunjuk." ucap tuan El.
"Petunjuk apa?" tanya Lamha.
"Pegawai yang waktu itu menyajikan minuman kepada kamu dan Sulaiman langsung mengundurkan diri hari itu juga." ucap tuan El.
__ADS_1
"Mas El menyelidikinya?" tanya Lamha.
"Iya sayang. Walaupun saat itu saya marah, tapi dalam hati kecil saya tidak percaya seratus persen dengan apa yang saya lihat. Maka dari itu saya diam-diam menyelidiki semua. Ke tempat kafe yang kamu ceritakan. Awalnya mereka mengelak dan mencoba menutup-nutupi itu semua, bahkan CCTV di cafe itu rusak dan tidak berfungsi. Mereka sengaja mematikan CCTV disaat kejadian itu." ucap tuan El.
"Terus siapa mas pelakunya?" tanya Lamha.
"Belum tahu sayang, karena menurut pengakuan mereka, pelayan itu yang tahu. Dan pelayan itu menghilang begitu saja setelah kejadian itu. Jadi menyulitkan saya untuk mendapat bukti. Tapi kamu tenang saja, saya pasti akan segera menemukan pelakunya. Orang yang sudah kurang ajar karena berani mengusik istri tuan El dan memfitnah wanita se shalehah kamu. Dan bodohnya saya termakan fitnah keji itu." ucap tuan El dengan mata berair.
"Sudahlah mas, setidaknya sekarang Lamha merasa sedikit lega, faktanya mulai terbuka dan tuduhan itu tidak terbukti benar. Hanya saja Lamha merasa trauma, karena ada orang asing yang..." Lamha menangis saat mengingat kejadian memilukan itu dimana dia terbangun dalam keadaan polos yang itu artinya ada orang lain yang melihatnya dalam keadaan telanjaang.
"Syuuutt!! maafkan saya ya, karena kelalaian saya kamu jadi korban. Saya janji begitu menemukan pelakunya saya akan membuat perhitungan yang tidak bisa dia lupakan seumur hidup." ucap tuan El sambil membawa Lamha kedalam pelukannya.
"Dengar sayang, dimata mas El kamu tidak pernah berubah, kamu tetap suci seputih hati kamu. Tenanglah, percaya, Allah akan mengirimkan azab yang pedih bagi orang yang sudah berbuat dzalim kepada wanita se shalehah kamu." ucap tuan El.
"Mas El tidak jijik?" tanya Lamha sambil mendongak.
"Kalau jijik tidak mungkin semalam mas El begitu semangat menggoyang kamu." ucap tuan El ceplas-ceplos. Lamha langsung membekap mulut tuan El.
__ADS_1
"Mas jangan sembarangan kalau bicara, kedengeran orang yang lewat gimana? kita lagi dipinggir jalan loh." ucap Lamha sambil melotot.
"Hahaha... biarkan saja, biar mereka tahu kehebatan seorang Libra ketika diranjang." ucap tuan El.
"Ish nyebelin!" ucap Lamha sambil mencebik kesal. Tuan El hanya tertawa saat melihat Lamha yang semakin kesal. Dia yakin bibirnya dibalik cadar itu sedang mengerucut seperti bibir Bebek.
"Mas udah yuk jalan-jalannya, Lamha capek." ucap Lamha.
"Saya gendong ya?" tawar tuan El.
"Enggak usah, Lamha jalan aja. Malu dilihat orang mas." ucap Lamha.
"Ya udah kalau gitu kita jalan aja, pelan-pelan aja." ucap tuan El.
"Iya" jawab Lamha.
Mereka tak sadar dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang menatap benci pada kemesraan mereka, dan dengan penuh dendam dia mulai menginjak pedal gas mobilnya dan melajukan dengan kencang berniat menabrak pasangan suami istri yang baru berbaikan itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hayo siapa??