LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Lamaran


__ADS_3

Sudah lebih dari seminggu tuan El mengalami gejala ngidam aneh, dan tentu semua pelayan dibuat pusing. Dan paling aneh dan mengherankan adalah ketika tuan El ingin makan ikan cupaang Krispy. Namun kegilaan itu akhirnya berhenti seiring berjalannya waktu. Dan hari ini dia mulai beraktivitas seperti biasanya, berangkat ke kantor dan mengurus pekerjaan.


"Ingat, dirumah aja. Kalau mau apa-apa minta tolong pada pengawal atau pelayan. Mas enggak izinin kamu keluar tanpa adanya mereka, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi." ucap tuan El yang udah berkali-kali mengucapkan hal yang sama.


"Iya mas, Lamha dirumah aja, tapi mas El langsung pulang ya, kalau pekerjaan sudah selesai semua." pesan Lamha.


"Iya sayang." jawab tuan El.


Cup


Dia mengecup sekilas kening Lamha lalu berpamitan dan pergi menuju kantornya.


//


Perusahaan


Baru saja sampai di lobi kantor, tuan El sudah dikejutkan dengan kedatangan Mia.


"Mau apa lagi kamu kesini?" tanya tuan El.


"Aku kesini hanya sebentar. Aku akan pulang ke Paris, setidaknya kita pernah ada hubungan, jadi aku ingin pergi dengan hubungan yang baik-baik tanpa permusuhan. Aku juga minta maaf jika banyak melakukan kesalahan. Soal baby A, kamu tenang saja El, dia anakmu, maaf aku membuat kegaduhan." ucap Mia dengan wajah yang terlihat tulus.


"Sudah beli tiket?" tanya tuan El.


"Sudah." jawab Mia.


"Aku juga minta maaf Mia, aku minta maaf karena tak dapat memenuhi janjiku yang akan menikahimu. Semoga kamu menemukan jodoh yang terbaik." ucap tuan El tulus.


"Terimakasih El. Boleh aku memelukmu? sebagai seorang sahabat." ucap Mia sambil menyunggingkan senyum nya.


"Maaf Mia, aku belajar banyak dari istriku jika pria dan wanita yang bukan makhram tidak boleh bersentuhan. Aku hanya bisa bersalaman. Tidak untuk pelukan apalagi ciuman." ucap tuan El.

__ADS_1


"Ya aku mengerti, kau beruntung memiliki istri sepertinya, kalau begitu aku pamit El. Semoga keluargamu selalu bahagia." ucap Mia tulus.


"Mia, kamu kenapa?" tanya tuan El yang melihat perubahan dalam diri Mia.


"Aku? memangnya aku kenapa?" tanya Mia sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kau terlihat berbeda, banyak berubah." ucap tuan El.


"Ya, karena ada seseorang yang memintaku untuk berubah." ucap Mia sambil membayangkan wajah asisten Ron.


"Siapa?" tanya tuan El sedikit kepo, mungkin karena efek ngidam, sedikit-sedikit dia selalu kepo dengan urusan orang.


"Bukan siapa-siapa. Sudahlah El, sekali lagi terimakasih dan maaf untuk masalah yang sudah aku perbuat." ucap Mia.


"Ya, Hati-hati di jalan." ucap tuan El, setelah itu dia melanjutkan langkahnya menuju lif untuk ke ruangannya. Sedangkan Mia sendiri celingak-celinguk mencari keberadaan asisten Ron, tapi sejak tadi dia tak melihatnya. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke apartemen tuan El yang selama ini ditinggalinya. Namun baru saja akan masuk ke taxi online pesanannya, seseorang menarik tangannya.


//


"Bu, nanti ada yang mau datang ke rumah." ucap Novi ragu-ragu.


"Siapa?" tanya bu Asih.


"Emh, itu.. em, laki-laki bu. Ka-katanya mau me-nelamar Novi." ucap Novi terbata. Ya, setelah kejadian itu, Nickholas terus mendekati Novi dengan intens, hingga akhirnya Novi luluh dan terjerat pesona seorang Nickholas. Dan kemarin Nickholas berkata jika dia ingin melamar Novi untuk dijadikan permaisurinya. Sebenarnya Nickholas sudah memiliki perasaan pada Novi, namun tetap saja dia masih ingin balas dendam kepada tuan El melalui Novi.


"Siapa Nov? apa ibu kenal dengan laki-laki itu?" tanya bu Asih.


"Ibu udah pernah lihat kok." ucap Novi.


"Ya sudah, kalau memang dia serius ingin melamar mu. Suruh dia datang kesini, jam berapa katanya?" tanya bu Asih.


"Nanti sore bu." jawab Novi.

__ADS_1


"Ibu kabari Lamha ya, dia pasti senang." ucap bu Asih.


"Jangan bu, jangan dulu. Nanti saja kalau sudah benar-benar positif jadi." ucap Novi.


"Oh ya sudah kalau begitu, ibu manut saja. Yang penting kamu ingat pesan ibu, tidak ada pacaran, kalau serius ta'aruf kemudian langsung menikah saja." ucap bu Asih.


"Iya bu, Novi paham kok." jawab NoviNovi sambil tersenyum ramah.


"Ibu tidak menyangka, anak ibu sudah mau diambil orang. Nanti ibu sendirian dong dirumah ini." ucap bu Asih.


"Ibu ikut Novi saja bu, atau ikut kak Lamha, jangan sendirian disini." ucap Novi.


"Iya bagaimana besok sajalah. Yang penting kalian bahagia." ucap bu Asih sambil memeluk Novi.


//


Sore hari...


Terlihat Nickholas dan dua ajudannya sudah berada didepan pintu rumah bu Asih.


Tok Tok Tok!


"Assalamu'alaikum" ucap Nickholas sambil mengetuk pintu, bu Asih yang memang sudah bersiap untuk menyambut kedatangannya langsung beranjak membukakan pintu.


"Waalaikumsalam" jawab bu Asih dari dalam rumahnya.


Klek!


"Loh anda... "


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Yang semangat dong kasih dukungannya biar othor juga semangat updatenya hehe..


__ADS_2