LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Jawaban


__ADS_3

Malam harinya, di sepertiga malam, Lamha melaksanakan sholat istikhoroh untuk meminta petunjuk dan jawaban dari Allah subhana wa ta'ala untuk memantapkan hatinya agar tak salah dalam mengambil keputusan. Dan setelah selesai bermunajat dan mengadukan permasalannya itu, Lamha kembali tidur dan beristirahat untuk memulihkan sekaligus menenangkan fikirannya.


Keesokan harinya, saat Lamha tengah berkemas, tuan El dan nyonya Grace memasuki kamar yang ditempati Lamha dan baby A. Nyonya Grace tersenyum hangat dengan wajah berbinar.


"Lamha, kemarilah" titah nyonya Grace seraya menepuk tempat disampingnya.


"Baik nyonya" jawab Lamha lalu duduk dipinggiran kasur disamping nyonya Grace.


"Aku punya kabar baik" ucap nyonya Grace sumringah.


"Kabar apa nyonya?" tanya Lamha.


"Ibumu mengizinkan kamu untuk menikah dengan El" jawab nyonya Grace. Lamha membulatkan matanya saat mendengar ucapan nyonya Grace. Lalu matanya tak sengaja melirik ke arah tuan El yang juga sedang menatapnya.


"Tapi..."


"Coba hubungi saja kalau tidak percaya" potong nyonya Grace. Lamha yang sedikit terkejut langsung mengambil ponselnya diatas nakas dan langsung menghubungi nomor ibunya.


"Assalamualaikum bu?" sapa Lamha.


"Waalalikumsalam, Lamha... ada apa sayang pagi-pagi nelfon ibu?" tanya ibunya Lamha disebrang telfon.

__ADS_1


"Ini nyonya Grace bilang... emm"


"Iya, Ibu merestui kalian, kalian kan saling mencintai, masa ibu tega memisahkan kalian. lagipula, kamu kan belum memberi jawaban pada ustadz Sulaiman, jadi belum terikat" ucap ibunya Lamha lembut.


"Tapi bu..."


"Ibu senang Lamha, kamu akan memiliki ibu mertua yang baik, maafkan ibu ya, ibu tidak tahu kalau kalian saling mencintai, calon suami kamu semalam menghubungi ibu dan mengatakan sejauh mana hubungan kalian. Dan sebaiknya cepat dihalalkan ya, agar tidak menjadi fitnah" pesan ibunya.


"Itu..."


"Biar ibu yang menjelaskan pada ustadz Sulaiman, dia pasti mengerti" potong ibunya Lamha.


"Tapi bu..."


"Benarkan ucapan mama..." ucap nyonya Grace seraya tersenyum hangat. Lamha hanya menyunggingkan senyum tipisnya.


"Ma, El mau bicara empat mata dengan Lamha, mama bisa tunggu diluar sebentar?" pinta tuan El.


"Saya keberatan nyonya" potong Lamha yang tidak mau berduaan dengan tuan El disatu ruangan.


"Kalau begitu pintunya dibuka saja" usul mama. El mengangguk dan setelah itu nyonya Grace meninggalkan kamar itu untuk memberi ruang Lamha dan El berbicara dari hati ke hati.

__ADS_1


"Tuan bilang apa pada ibu saya, sampai ibu saya mengurungkan niatnya" tanya Lamha tanpa basa-basi.


"Hanya berbicara apa adanya, tapi diberi sedikit micin" jawabnya santai.


"Saya serius tuan. Anda jangan memutuskan sendiri. Saya bukan patung yang bisa anda atur sesuka hati" ucap Lamha tegas.


"Dan saya akan melakukan apapun demi kebahagiaan putra saya walaupun harus mengorbankan perasaan saya dan orang lain!" ucap tuan El penuh penekanan.


"Ternyata anda lelaki yang sangat egois!" ucap Lamha yang tak habis fikir dengan tuan El.


"Anggap saja begitu. Dan jangan kamu fikir saya tidak tersiksa, saya juga berkorban perasaan. Saya juga memiliki kekasih, tapi demi kebahagiaan baby A, saya terpaksa menikahimu" ucap tuan El. Padahal, bukan itu satu-satunya alasan. El hanya ingin memberi pelajaran dan memanas-manasi Mia agar Mia menyadari kesalahannya.


"Ya, baiklah. Anggap saja saya menerima pernikahan ini karena ingin menolong baby A, walaupun anda sendiri merasa terpaksa menikahi saya." jawab Lamha yang sudah merasa jengah.


"Good Girl!" jawab tuan El lalu pergi begitu saja tanpa menoleh kepada Lamha.


'Bukan tuan, saya menerima ini semua semata-mata karena Allah' lirih Lamha. Lamha teringat dengan mimpinya tadi malam, dimana ia bermimpi tengah menggendong baby A dengan begitu bahagia tanpa mau dipisahkan, Lamha berfikir, mungkin saja itu suatu jawaban. Dan saat ibunya mengatakan akan merestui hubungannya dengan tuan El, Lamha jadi merasa jika memang dia ditakdirkan untuk menikah dengan tuan El. Walaupun, dia sendiri tidak tahu pernikahan seperti apa yang akan dijalaninya nanti.


'Semoga aku tidak salah dalam mengambil keputusan' ucap Lamha saat memandangi baby A yang masih tertidur.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2