LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Dinner


__ADS_3

Sepanjang perjalanan tak ada percakapan apapun antara tuan El dan Lamha. Mereka sama-sama diam, Lamha yang melihat jalanan pada malam hari dan tuan El yang fokus mengemudi. Hingga satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat pesta pernikahan salah satu kolega tuan El.


"Ayo." Ajak tuan El setelah meraka keluar dari mobil. Lamha mengangguk kemudian merapikan pakaiannya sebantar dan setelah itu berjalan mengekor dibelakang tuan El. Namun tiba-tiba tuan El menghentikan langkahnya. Dan secara spontan Lamha ikut berhenti.


"Ada apa tuan?" Tanya Lamha.


"Ada yang kurang." Ucap tuan El.


"Apa?" Tanya Lamha bingung.


"Ini" ucap tuan El sembari melingkarkan tangan Lamha dilengannya sehingga kini mereka bergandengan layaknya pasangan suami istri lainnya. Lamha terkejut namun sedetik kemudian buru-buru menundukkan pandangannya saat tuan El tersenyum kearahnya.


"Kenapa? Kamu tidak suka bergandengan tangan denganku?" Tanya tuan El.


"Su-suka tuan." Jawab Lamha gugup.


"Rilex saja. Ada aku disisimu." Ucap tuan El seraya menatap dalam mata Lamha.


"Ya" jawab Lamha. Sejujurnya dia bukan gugup karena menghadiri pesta ini, tapi dia gugup karena malam ini tuan El terlihat sangat tampan dan bersikap manis padanya.


Tuan El dan Lamha berjalan bergandengan dengan erat membuat semua pasang mata yang melihat merasa iri dengan kedekatan mereka. Namun tak sedikit pula yang memandang aneh karena pakaian Lamha yang serba tertutup. Tapi tidak jarang yang menatap kagum pada Lamha yang walaupun mengenakan pakaian serba tertutup, tapi kecantikannya begitu terpancar sempurna. Dan disaat ada lelaki yang memandangi Lamha, tuan El semakin posessive mengeratkan gandengannya hingga terlihat sangat menempel dan tak terpisahkan. Hingga pada akhirnya mereka sampai pada pengantin yang tengah bersanding dipelaminan. Tuan El mengucapkan selamat atas pernikahan koleganya itu. Dan benar saja, teman tuan El sangat terkejut karena ternyata tuan El sudah menikah lagi, apalagi yang menjadi istrinya adalah seorang muslimah yang menutup tubuhnya secara sempurna. Benar-benar diluar perkiraannya.


Setelah mengucapkan selamat kepada kolega bisnis sekaligus sahabatnya itu, tuan El langsung berpamitan Pulang karena merasa tak nyaman melihat banyak pria yang menatap Lamha dengan tatapan kagum. Lamha yang sebenarnya merasa lapar sedikit kecewa karena tuan El langsung mengajaknya pulang. Lamha mengira jika tuan El malu berlama-lama membawanya ke pesta itu. Dia menurut, namun menekuk wajahnya. Walaupun tertutup cadar, tuan El tahu Lamha tengah merajuk.


"Kenapa?" Tanya tuan El saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"Enggak apa-apa." jawab Lamha.

__ADS_1


"Kamu tidak pintar berbohong, cepat bilang ada apa?" Tanya tuan El.


"Enggak apa-apa." Jawab Lamha kekeh.


"Ya sudah" ucap tuan El. Setelah itu dia mengetik sesuatu diponselnya dan setelah mendapat balasan, dia langsung melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota dimalam hari.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai kesebuah restoran bintang lima.


"Tuan, kok kesini?" Tanya Lamha bingung.


"Makan" jawab Tuan El. Setelah itu mereka turun dari dalam mobil. Dan lagi-lagi tuan El melingkarkan tangan Lamha di lengannya agar kembali bergandengan. Saat memasuki restoran itu para pelayan menyambut mereka dengan ramah dan sopan. Mereka membungkuk memberi hormat membuat Lamha merasa aneh karena menurutnya itu terlalu berlebihan.


"Disini kursi anda tuan" ucap seorang pelayan yang menunjukkan sebuah tempat yang sebelumnya sudah dipesan tuan El.


Entah karena perasaan Lamha atau karena sudah malam hari, tempat itu semuanya kosong, tak ada pembeli lain disana yang datang selain dirinya dan tuan El. Lamha tidak tahu saja tuan El sudah memboking seluruh ruangan itu, agar tak ditempati siapapun. Malam ini tuan El ingin makan malam romantis dengan Lamha tanpa diganggu siapapun.


Setelah menunggu beberapa menit, makanan yang dipesan akhirnya datang. Kemudian pelayan itu pergi setelah meletakkan makanan itu dimeja tuan El.


Lamha terlihat kesusahan saat memotong steak miliknya, dan semua itu tak lepas dari penglihatan tuan El.


"Mau dibantu?" tawar tuan El.


"Saya bisa sendiri kok" tolak Lamha. Tuan El menggeleng kecil, merasa gemas dengan sikap jual mahal Lamha kepadanya. Dia mengeser kursinya hingga berdempetan dengan kursinya Lamha. Dengan lembut tuan El mejulurkan tangannya memegangi tangan Lamha untuk mengajarinya cara memotong steak yang benar.


Dada Lamha seakan ingin meledak saat hembusan nafas tuan El menerpa pipinya, gelenyar aneh mengalir didalam dirinya tak kala tuan El merapatkan tubuhnya hingga tak ada jarak diantara mereka. Detakan jantungnya berpacu lebih keras dari biasanya saat tuan El menangkup wajahnya agar menghadap kearahnya.


Lamha kelimpungan menahan gejolak saat tuan El mendekatkan wajahnya hingga benda kenyal itu benar-benar mendarat dibibirnya. Dia menyerah dan akhirnya memejamkan matanya, pasrah sekaligus menikmati sesapan tuan El yang dirasa semakin lama semakin dalam menjelajahi tiap rongga mulutnya. Tubuhnya seakan melayang, Sapuan lembut bibir tuan El pada bibirnya menciptakan debaran dan kebahagiaan yang meluap-luap.

__ADS_1


Begitupula yang dirasakan tuan El yang kini tengah memperdalam ciumannya, dia seakan lupa diri jika ada Mia yang tengah menunggu kepastian darinya. Tuan El benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh bibir manis Lamha yang selalu membuatnya ketagihan untuk mencicipinya lagi dan lagi. Dan pada akhirnya tuan El terpaksa melepas pangutan itu saat merasa sudah kehabisan stok oksigen.


Tuan El memandang wajah merona Lamha yang kini tengah menunduk malu. Dilihatnya bibir Lamha yang sedikit membengkak karena dia terlalu bersemangat saat menikmati benda kenyal merah ranum itu. Ah, jika seperti itu, Lamha terlihat sangat menggemaskan!


"Makan dulu." ucap tuan El mencoba menghilangkan kegugupannya.


"I-iya tuan" jawab Lamha.


"Panggil Mas" titah tuan El.


"I-iya mas" ucap Lamha. Setelah itu mereka melanjutkan makan malam romantis nya. Dan setelah selesai tuan El mengajak Lamha dan membawanya 8kedekat orang yang tengah bermain piano.


"Mau kemana?" tanya Lamha.


"Dansa." ucap tuan El.


"Disini?" tanya Lamha.


"Ya, kamu mau kan berdansa dengan saya?" tanya tuan El.


"Lamha malu mas. Lagian Lamha juga enggak bisa dansa." jawab Lamha.


"Tidak apa-apa, saya ajari. Disini enggak ada siapa-siapa, hanya pemain piano saja." bujuk tuan El.


"Tapi..."


"Kemari sayang..." ucap tuan El lembut. Tubuhnya setengah berjongkok lalu tuan El mengulurkan tangannya meminta Lamha untuk berdansa dengannya.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Ooo... sudah mulai sayang? eh timbangan oleng lagi kelelep pesona Lamha nih ceritanya.


__ADS_2