LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Empat Mata


__ADS_3

Novi dan Nikcholas kini tengah berada di kamar tamu, setelah sebelumnya Nikcholas meminta izin untuk berbicara empat mata kepada tuan El dan juga Lamha karena Nikcholas ingin berbicara secara pribadi.


"Nov, tolong dengarkan penjelasan saya dulu, please..." ucap Nickholas memohon.


"Novi sudah dengar semuanya Mas Iko, semuanya! masa lalu Mas Iko, termasuk rasa dendam Mas Iko kepada tuan El," ucap Novi.


"Novi tahu semuanya, Novi fikir awalnya hanya Novi yang jadi korbannya, tapi ternyata Kak Lamha sudah lebih dulu jadi korban dari kekejian Mas Iko! Novi enggak bisa menerima semua ini!" ucap Novi dengan air mata berderai.


"Ya saya mengaku salah untuk itu, dan saya sangat menyesal, tapi tolong jangan meninggalkan saya Nov, saya tidak bisa jauh dari kamu," ucap Nickholas.


"Maaf Mas tapi kali ini kesalahan Mas Iko tidak bisa di tolerir lagi, karena sudah menjatuhkan dan merendahkan marwah seorang wanita muslimah. Ini terlalu kejam, tidak termaafkan. Kalaupun Mas Iko di penjara, tetap tidak sebanding dengan rasa sakit dan kesedihan yang dirasakan oleh Kak Lamha," ucap Novi dengan suara serak.


"Dan mungkin meninggalkan trauma dalam diri Kak Lamha. Novi tidak bisa membayangkan disaat Kak Lamha melihat wajah Mas Iko, pasti dia terngiang-ngiang dengan kejadian paling menyakitkan itu. Bagaimana mungkin kita bisa hidup bersama? Tidak bisa Mas," lanjutnya lagi.


"Nov, Saya mohon, saya akan melakukan apapun itu asalkan kamu tidak meninggalkan saya, kalau perlu saya akan bersujud di kaki Lamha," ucap Nikcholas.


"Mas Iko tidak perlu melakukan itu semua, lagipula untuk apa Mas Iko masih menginginkan Novi? Apa karena Mas Iko belum puas membalas dendam kepada tuan El?" tanya Novi.


"Bukan, bukan untuk balas dendam," jawab Nikcholas cepat.


"Lalu untuk apa? Apa alasannya?" tanya Novi.

__ADS_1


"Alasannya karena saya... saya cinta sama kamu Nov, saya tidak siap jika harus kehilangan wanita yang saya cintai untuk yang kedua kalinya," ucap Nickholas lirih.


Novi menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nikcholas barusan.


"Ma-Mas Iko bercanda kan?" tanya Novi dengan terbata.


"Apa kamu melihat saya sedang bercanda?" Nikcholas malah balik bertanya. Ditatapnya mata Novi dalam-dalam, kemudian diraihnya tangan halus yang sangat dirindukan Nickholas selama beberapa hari ini. Berharap Novi dapat merasakan ketulusan cintanya.


"Ini enggak mungkin," ucap Novi sembari melepas tangannya dari genggaman tangan Nickholas.


"Kenapa tidak mungkin?" tanya Nickholas.


"Karena di hati Mas Iko hanya ada Patricia," jawab Novi sembari memalingkan wajahnya.


"Novi tetap tidak percaya, karena Mas Iko masih dendam kepada tuan El, itu artinya Mas Iko masih mencintai Patricia," ucap Novi.


"Nov, seandainya El hanya mengambil Patricia aku tidak akan semarah ini, tapi mereka mengambil Ayahku Nov, kamu tahu, setiap hari Ibuku menangisi kepergian Ayah, bahkan hingga saat ini. Kamu tidak tahu penderitaan seperti apa yang aku rasakan karena perbuatan keluarga El. Sudahlah, tidak ada gunanya menjelaskan," ucap Nickholas pasrah.


"Kalau memang kamu sudah tidak mau bersama saya lagi, tidak masalah. Tapi saya tidak akan pernah menceraikan kamu seumur hidup," ucap Nickholas sembari berbalik hendak keluar dari ruangan itu.


"Tunggu Mas!" tahan Novi.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Nickholas yang kembali bersikap dingin.


"Jawaban Novi tergantung dari jawaban Kak Lamha, kalau Kak Lamha mau memaafkan Mas Iko dan mau menerima Mas Iko sebagai Adik Iparnya, Novi mau kembali bersama Mas Iko. Tapi kalau sebaliknya, Novi minta maaf, hubungan kita selesai sampai disini, Novi harap Mas Iko bisa memahami keputusan Novi," ucap Novi.


Nickholas tak berkata apapun, dia langsung keluar dari ruangan itu dengan wajah suram.


//


"Saya minta maaf, itu semua karena rasa dendam yang menyelimuti hati dan fikiran saya," ucap Nickholas kepada Lamha. Mereka tengah berada di ruangan tertutup dengan bu Asih yang mendampingi Lamha. Tuan El sendiri tak diperkenankan masuk oleh Lamha, karena khawatir jika suaminya itu tak dapat menahan emosinya.


"Lalu setelah meminta maaf kepada saya, apa yang kamu harapkan dari saya? Mendapatkan maaf dan membawa Novi kembali ke Paris, begitu?" tanya Lamha dengan tatapan tajam.


"Saya akan melakukan apapun untuk menebus semua kesalahan saya," ucap Nickholas.


"Memang apa yang bisa kamu lakukan untuk menghapus rasa sakit dan trauma saya atas fitnah keji yang kamu lakukan?" tanya Lamha.


"Saya tidak tahu, tapi apapun permintaan kamu, asalkan bisa menghapus rasa sakit itu dan memafkan saya dengan lapang da-da, saya akan lakukan," ucap Nickholas bersungguh-sungguh.


"Saat ini saya tidak ingin apapun, kecuali satu hal," ucap Lamha.


"Apa?" tanya Nickholas.

__ADS_1


"Ceraikan Novi!"


__ADS_2