LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Asisten Ron


__ADS_3

"Sampai kapan anda akan seperti ini terus tuan? sudah satu minggu anda hanya menghabiskan waktu dengan minum minuman keras." ucap asisten Ron yang merasa khawatir sekigus merasa jengah dengan sikap tuan El yang menurutnya kekanakan dan tidak dewasa.


"Sampai uangku habis dan jatuh miskin!! hahaha! aku ingin jadi orang miskin saja agar semua wanita tak ada yang tertarik denganku. Agar aku mendapatkan wanita setia dan tidak diselingkuhi lagi!!" ucap tuan El putus asa.


"Anda sudah mendapatkannya tuan tapi anda menyia-nyiakannya." timpal asisten Ron.


"Siapa? siapa yang kau maksud? apa wanita munafik dan penzina itu?" tanya tuan El.


"Nona Lamha tidak munafik dan nona Lamha bukan penzina." ucap asisten Ron.


"Apa semua yang aku lihat belum cukup untuk membuktikan seberapa murahan wanita itu? hah!!" sentak tuan El.


"Terkadang apa yang kita lihat belum tentu menunjukkan sebuah kebenaran. Dalam hal ini saya yang gagal karena sudah satu minggu lebih belum juga mendapatkan buktinya." ucap asisten Ron.


"Cih! berarti sudah jelas, kamu tidak perlu mencari apapun, karena kamu tidak akan menemukan apapun!" ucap tuan El.


"Anda terlalu tergesa-gesa menyimpulkan tuan, dan saya yakin Anda akan menyesali semua itu jika sudah tahu kebenarannya. Kebenaran akan selalu menunjukkan jalannya entah kapan tapi suatu saat akan terungkap. Apalagi sekarang nona Lamha sedang mengandung." ucap asisten Ron.


"Apa maksudmu?" tuan El memicingkan matanya.


"Menurut mata-mata yang saya kirim, nyonya Lamha saat ini tengah hamil muda." jawab asisten Ron.


"Ck! jadi diam-diam kamu mengawasinya tanpa perintah dariku? begitu?" tanya tuan El tak terima.

__ADS_1


"Ya." jawab asisten Ron.


"Hahaha!!" tuan El tertawa seperti orang gila.


"Apa kamu fikir aku akan percaya jika janin yang dikandungnya adalah milikku setelah apa yang sudah dilakukannya?" tanya tuan El.


"Seribu persen saya yakin janin itu milik anda tuan." jawab asisten Ron mantap.


"Berapa dia membayarmu? apa kalian sudah bersekongkol untuk menghancurkan aku, lalu setelah berhasil menguasai semua hartaku, kalian akan membaginya? oh aku tahu pasti dia sudah menyerahkan tubuhnya sebagai dp." ucap tuan El.


"Jadi setelah lebih dari sepuluh tahun saya mengabdi untuk anda, anda juga mencurigai saya? dan dengan tega memfitnah siapapun yang bertentangan dengan fikiran negatif dikepala anda." tanya asisten Ron dengan tenang.


"Aku sudah tidak mempercayai siapapun. Kepercayaanku sudah hilang!" ucap tuan El.


"Kalau begitu saya akan mengundurkan diri hari ini juga." ucap asisten Ron.


"Hanya karena nona Patricia anda berubah! untuk apa saya bekerja dengan mayat hidup yang hati dan fikirannya sudah ikut mati bersama jasad sang istri. Bukan maksud saya ingin membandingkan. Tapi kenyataannya nyonya Lamha jauh lebih segalanya dari pada nyonya Patricia. Cinta nyonya Patricia pada anda hanyalah sesuatu yang semu karena di hatinya ada pria lain. sedangkan nyonya Lamha, sekejam apapun anda memperlakukannya, dia akan selalu memaafkan anda tuan. Karena cintanya pada anda begitu besar. Namun karena kata talak sudah terucap, maka tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan karena semua sudah selesai." ucap asisten Ron.


"Berani sekali kamu membandingkan Patricia dengan wanita murahan itu!!" kini tuan El bangkit dan mencengkram kerah kemeja asisten Ron.


"Saya berani karena memang seperti itu kenyataannya. Bahkan jika ada kesempatan saya yang akan menikung nyonya Lamha dari anda tuan. Karena wanita shalehah sepertinya tak pantas mendapatkan timbangan oleng seperti anda tuan." ucap asisten Ron dengan ekspresi yang tetap tenang.


"Apa kamu bilang? kamu mengataiku timbangan oleng?!! " tuan El semakin murka.

__ADS_1


"Anda memang timbangan oleng tuan. Persis seperti timbangan oleng, lelaki yang tak berpendirian dan mudah goyah dengan hasutan!! saya sudah tak mengenal anda lagi seperti saat awal kita bertemu dulu. Dimana tuan El yang yang saya kenal sangat tegas dan berdirian. Cerdas dan tak mudah terhasut. Bijak dan matang dalam mengambil sebuah keputusan. Hanya karena wanita penghianat itu anda berubah, anda berubah tuan! anda berubah! semua berubah! anda lemah!" asisten Ron terus memprovokasi tuan El.


"Sialan!!"


Bugh


Tuan El mendaratkan satu pukulan diwajah asisten Ron.


"Silahkan pukul saya sesuka hati anda. Asalkan anda puas dan bisa kembali seperti sedia kala." ucap asisten Ron sembari mengelap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


Bugh!


"Badjingan!!" Lagi-lagi tuan El memukul asisten Ron. Asisten Ron tak melawan. Dia diam saja membiarkan wajahnya babak belur dihajar tuan El.


"Lawan aku badjingan! sialan!" tuan El terus saja menghajar dan memaki asisten Ron hingga pria bertubuh tegap itu jatuh terhuyung ke lantai dengan wajah babak belur.


Tuan El terduduk lemas melihat asisten Ron yang tetap tersenyum disela rasa sakit yang menderanya akibat pukulan bertubi-tubi yang dilayangkannya.


"Your'e brother. Your'e my brother! idioot!! bangunlah! dasar gila!" ucap tuan El sembari membangkitkan tubuh asisten Ron dan memeluknya dengan erat. Menepuk-nepuk pundak pria nekad dan konyol tersebut.


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk anda tuan El. Hidup saya hanya untuk mengabdi kepada anda." ucap asisten Ron sambil meringis kesakitan.


"Idioot!!" ucap tuan El yang kini tersenyum menang. Menang karena berhasil mengalahkan keterpurukan nya.

__ADS_1


'My sweety tunggu mas El sayang.' batin tuan El.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2