LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Terlambat


__ADS_3

Klek!


"Assalamualaikum mas," Lamha berjalan cepat memasuki ruangan tuan El ketika melihat suaminya itu berada di dalam ruangan nya. Air matanya yang sejak tadi mengalir deras me


membuat matanya terlihat sembab.


"Waalaikumsalam, sayang kenapa menangis?" tuan El membawa Lamha kedalam pelukannya. Dengan terbata Lamha menceritakan semuanya kepada tuan El saat pertemuan nya dengan Mia barusan. Dan sontak saja tuan El terkejut bukan main, dia sangat marah dan juga murka, tapi di balik itu semua dia juga merasa sangat bersalah karena dirinya lah Lamha sampai terkena dampaknya.


"Maafkan aku ya, gara-gara ingin balas dendam kepadaku kamu terkena dampak nya. Tapi sungguh aku tidak tahu jika dia begitu dendam kepada ku. Dan aku juga tidak tahu jika Nick dan Patricia saling mencintai." ucap tuan El penuh penyesalan.


"Sudah lah mas, semuanya sudah terjadi. Yang terpenting sekarang kita harus segera pulang ke kampung untuk menyelamatkan Novi dri Nickholas. Lamha takut jika Novi jadi korban selanjutnya." ucap Lamha sambil terbata.


"Iya sayang, tapi kamu tidak perlu ikut, bias mas El dan juga Ron yang kesana. Kamu tunggu dirumah, ini semua demi keselamatan kamu sayang." pinta tuan El.


"Iya mas, kalau ada apa-apa langsung kabarin Lamha ya," ucap Lamha patuh.


"Iya, sekarang ayo kita pulang dulu. Aku anter," ucap tuan El sambil merangkul bahu Lamha dengan sayang. Kemudian mereka sama-sama keluar dari ruangan itu dan ketika sampai di lobi kantor, Ron sudah menunggu di depan mobilnya. Sedangkan Mia sudah disuruh pulang oleh Ron ke apartemen nya.


//


"Mas, dari tadi nomor ibu kok tidak aktif ya. Nomornya Novi juga," ucap Lamha merasa khawatir.


"Mungkin mereka sedang sibuk sayang, tenang ya, mas El akan segera berangkat kesana. Ingat kamu disini harus baik-baik saja, jangan sampai keluar tanpa pengawalan. Kalau perlu malah jangan keluar rumah." pesan tuan El.

__ADS_1


"Iya mas, mas hati-hati dijalan dan disana, berjanjilah untuk pulang dengan selamat," ucap Lamha harap-harap cemas.


"Iya, mas janji sayang." jawab tuan El.


//


Setelah menempuh perjalanan yang hampir delapan jam lamanya, akhirnya mereka sampai di kampung halaman ibunya Lamha. Dan ketika sampai disana, tuan El merasa terkejut karena mendapati rumah Lamha yang tampak bekas hiasan. Buru-buru dia turun dari mobilnya dan langsung turun menemui ibu mertunya.


"Assalamualaikum bu," sapa tuan El.


"Waalaikumsalam, loh nak El kesini kok enggak bilang-bilang?'' tanya bu Asih.


"Iya bu, saya kesini karena..."


"Karena diminta nak Nickholas kan? sayang sekali mereka sudah berangkat bulan madu. Kenapa tidak dari kemarin datangnya?" tanya bu Asih.


"Iya nak, kemarin mereka menikah." jawab bu Asih.


"Kok ibu tidak memberitahu saya dan Lamha, Lamha memang bilang kalau Novi akan menikah tapi katanya masih satu Minggu lagi. Tapi kenapa jadi dimajukan?'' tanya tuan El.


"Katanya ibunya Nickholas sakit, jadi terpaksa pernikahan nya di majukan. Ibu mau kabari kalian malah hp ibu dan Novi hilang, tapi kata Nickholas dia yang akan mengabari kalian." ucap bu Asih. Tuan El mengepal tangannya dengan erat, merasa marah karena Nickholas bergerak cepat.


"Mereka bulan madu kemana bu?" tanya tuan El.

__ADS_1


"Ke paris katanya, sekalian mau jenguk orang tuanya." ucap bu Asih.


"Oh begitu," tuan El terduduk lemas, kali ini dia merasa gagal dan juga sangat bersalah karena dirinya lah keluarga Lamha sampai terkena dampaknya. Dia juga bingung harus menjawab apa ketika Lamha bertanya soal Novi, Lamha pasti akan sangat kecewa mendengar semunya.


"Nak El kenapa?" tanya ibunya Lamha karena melihat menantunya itu hanya diam saja.


"Sa-saya hanya merasa lelah bu." bohong tuan El, dia tak ingin ibu mertuanya itu sampai khawatir dan malah kepikiran.


"Oh iya, ibu ikut ke Jakarta ya, disini kan ibu hanya sendirian." ajak tuan El.


"Tapi...''


"Lamha pasti akan sangat khawatir jika ibu sendirian disini , nanti dia kepikiran dan malah berakibat buruk pada janinnya." ucap tuan El.


"Ya, tapi nak El istirahat dulu, jangan langsung pulang." ucap bu Asih.


"Iya bu," jawab tuan El.


"Kita makan dulu ya, ibu tadi masak banyak." ajak bu Asih. Tuan El mengangguk lalu mengajak asisten Ron Dan dua botak untuk ikut makan di dalam.


//


Dibelahan bumi lainnya, ada seorang wanita yang sedang menangis tersedu-sedu, karena diperlakukan dengan kasar oleh suami yang baru menikahinya kemarin.

__ADS_1


"Kenapa semua nya jadi begini? ibu, kak Lamha, tolongin Novi... hu... hu...." Novi menangis pilu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2