LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Pulang


__ADS_3

Setelah mencurahkan semua kesedihannya dimakam anak dan mantan suaminya, Lamha kembali pulang untuk menjelaskan semua duduk perkaranya kepada tuan El, siapa tahu tuan El masih mau mendengarkan nya, namun ketika sampai didepan pintu rumah tuan El dia mendapati adik dan ibunya yang tengah menangis tersedu-sedu, dia juga melihat koper-koper miliknya sudah berjejer di depan sana.


"Lamha apa yang kamu lakukan nak?" tanya ibunya Lamha dengan air mata berderai.


"Ibu kenal Lamha, ini semua hanya fitnah bu, tuan El tidak mau mendengar penjelasan Lamha, bahkan dengan mudahnya dia mengucapkan talak untuk Lamha. Tidak apa-apa, Lamha tidak punya buktinya, tapi Allah Maha Tahu bu." ucap Lamha dengan bibir gemetar.


"Ibu tahu sifat kamu, tapi El bilang kalau dia memergoki sendiri jika kamu dan..."


"Apa ibu juga tidak percaya pada Lamha?" tanya Lamha lirih. Ibunya Lamha menggeleng.


"Ibu percaya nak, ibu percaya sama kamu." ucap ibunya Lamha.

__ADS_1


"Apa tuan El ada didalam bu?" tanya Lamha.


"Ada," ucap ibunya Lamha. Tanpa membuang waktu Lamha langsung masuk kedalam rumah itu menerobos para pelayan yang menghalanginya. Hingga dia sampai didepan kamar tuan El.


"Tuan El, saya perlu bicara dengan anda." ucap Lamha. Tuan El yang masih dikuasai amarah dan kekecewaan mendalam menatap Lamha dengan raut dingin.


"Ada apa lagi? apa kamu mau minta harta gono gini? aku sudah memerintahkan pelayan untuk memasukkan uang kedalam kopermu, juga beberapa perhiasan yang kemarin aku berikan kepadamu" ucap tuan El dingin. Lamha tersenyum kecut. Entah kenapa pernikahannya jadi seperti ini.


"Dengan jatuhnya talak yang tuan El berikan kepada saya, itu artinya kita bukan suami istri lagi. Jadi, saya pamit undur diri. Semoga tuan El mendapat jodoh yang lebih baik dari pada saya. Tapi ingat satu hal tuan El, anda menceraikan saya atas kesalahan yang tidak saya lakukan. Jadi ketika Anda mengetahui kebenarannya, jangan pernah cari saya." ucap Lamha berusaha tetap tegar.


"Saya hanya manusia lemah dan bukan orang kaya, saya tidak pintar dalam hal urusan dunia sehingga sampai saat ini saya tidak memiliki bukti apapun, bahkan saya juga tadi sempat ke kedai kecil tempat terakhir yang saya ingat dimana setelah itu saya tidak ingat apapun dan sudah berada dikamar hotel. Tapi pihak cafe itu seperti tak mau tahu dan malah mengatakan akan melaporkan saya atas tuduhan pencemaran nama baik. Saya mengalah karena saya tidak punya uang dan kekuasaan. Saya difitnah, demi Allah saya sudah menyerahkan semuanya kepada Allah. Tapi anda pasti tak akan percaya bukan? tidak akan karena cinta anda kepada saat hanya seujung kuku. Anda bahkan tidak mengenal saya luar dan dalam. Anda hanya sebatas tertarik dengan tubuh saya, jika anda benar-benar mencintai saya tidak akan mungkin kata talak itu dengan mudah terucap. Saya permisi tuan El. Saya berharap kita tidak bertemu lagi karena saya tidak mau melihat wajah anda. Saya ingin melupakan anda tuan El. Kejadian ini membuat saya sadar seperti apa karakter dan watak anda yang gampang sekali terpengaruh." ucap Lamha panjang lebar.

__ADS_1


Tuan El tak menjawab dan tak mengatakan apapun, semuanya terdengar begitu menyakitkan. Hatinya sesak saat Lamha mengatakan ingin melupakannya dan tak ingin melihatnya lagi. Tapi kenyataan yang dilihat dengan mata kepala nya sendiri membuat tuan El mengeraskan hatinya.


"Assalamu'alaikum." pamit Lamha lalu pergi begitu saja meninggalkan tuan El yang masih berdiri mematung. Hatinya berteriak tak ingin Lamha pergi tapi semua ini begitu berat, berat menerima Lamha yang dimatanya sudah berbuat zina dengan pria lain.


Sementara itu Lamha memeriksa koper yang berisi uang dan perhiasan dari tuan El lalu setelah menemukannya dia mengeluarkan semua itu dan menyerahkan semuanya kepada pelayan. Dia hanya mengambil beberapa uang tabungan miliknya hasil dari bekerja sebagai pengasuh baby A yang disimpannya di sebuah amplop. Dia mempergunakan uang itu untuk membeli tiket dan pulang ke kampung halaman bersama ibu dan adiknya.


"Nak, apa tidak bisa diperbaiki lagi? ibu tahu saat ini El sedang emosi nak, coba sedikit bersabar dan mengerti keadaannya." ucap ibunya Lamha.


"Lamha sudah cukup mengerti selama ini bu, tapi kali tidak bisa, tuan El sudah menjatuhkan talak kepada Lamha. Itu artinya kita sudah bukan suami istri lagi." jelas Lamha berusaha memaksakan senyumnya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2