
"Sayang, kamu dan El sedang bertengkar?" tanya mama Grace.
"Apa dia menyakitimu lagi Nak?" bu Asih ikut menimpali. Lamha heran kenapa ibu mertua dan ibu kandungnya tiba-tiba bertanya seperti itu?
"Lamha dan Mas El baik-baik saja kok Bu, Ma," jawab Lamha.
"Jangan ditutup-tutupi Lamha, ayo bilang ada apa, jangan takut jika dia mengancammu," ucap mama Grace.
"Iya benar, wanita yang sedang hamil jangan dibiasakan menyimpan masalah sendiri, tidak boleh stress karena nanti akan berpengaruh pada bayimu. Sekarang lebih baik kamu ceritakan, kalian sedang ada masalah apa," ucap bu Asih.
"Tapi Lamha dan Mas El memang sedang tidak ada masalah apa-apa Ma, Bu," ucap Lamha.
"Tapi tadi El bilang kamu tidak mau dekat-dekat dengan dia, kamu juga tidak mau melihat wajah El lagi. Itu berarti kalian sedang ada masalah kan?" tanya mama Grace.
Lamha menepuk keningnya, tidak menyangka jika suaminya itu akan mengadu kepada mama mertua dan mama kandungnya.
"Itu Lamha juga tidak tahu Ma, Bu, tiba-tiba Lamha benci sama Mas El, tiba-tiba mual kalau mencium aroma tubuhnya, dan tidak mau melihat wajahnya yang jelesk. Entahlah kenapa Lamha jadi seperti ini, Lamha juga tidak tahu," ucap Lamha menejelaskan. Bu Asih dan mama Grace saling berpandangan, kemudian mengulum senyum.
"Oh ya ampun, Ibu kira ada apa, itu terjadi karena efek kehamilan sayang. Memang ada yang seperti itu, kemarin yang ngidam El, sekarang kamu," ucap bu Asih.
"Ngidam? tapi Lamha tidak sedang ingin makan apa-apa bu, masa seperti itu disebut ngidam?" tanya Lamha.
__ADS_1
"Ngidam kan tidak mesti soal makanan, saat ini kamu sedang ingin El menjauh dari kamu itu juga bisa disebut ngidam. Atau bisa jadi bawaan bayi, mungkin dia masih kesal pada Papanya," ucap bu Asih.
"Masih kesal? Memangnya El berbuat apa sama kamu Lamha?" tanya mama Grace. Mama Grace memang tidak tahu soal tuan El yang pernah menalak Lamha saat kejadian tempo lalu terjadi. Karena dia sedang berada di luar negeri. Dan hingga kini pun dia tidak tahu karena tidak ada yang memberi tahu.
"Eh, itu... tidak kok Ma, Mas El kan memang sering buat kesal. Sekarang sudah tidak pernah," ucap Lamha yang berusaha menutupi kesalahan suaminya. Biar bagaimanapun dia tak ingin ibu mertuanya itu sampai mengetahui kesalahan anaknya yang fatal. Bisa-bisa dilelepin di cirata sama mama Grace. Lagipula, masalah itu sudah berlalu, Lamha tidak mau membuka luka masa lalu.
"Oh, Mama kira ada apa. Ya sudah kamu istirahat saja, jangan lupa minum vitamin dan jangan stress. Perasaan seperti itu wajar saja sayang, bawaan bayi. Jangan terlalu difikirkan," ucap mama Grace.
"Iya benar itu kata ibu mertua kamu. Oh iya Nak, Novi sudah telfon kamu belum? Ibu kangen sama Novi. Sudah lama endak nelfon Ibu. Gimana kabarnya ya?" ucap bu Asih. Lamha bingung harus menjawab apa, jangan ibunya. Tuan El saja tidak tahu dimana keberadaan Novi hingga saat ini.
"Kemarin dia nelfon katanya baik-baik saja, dia endak sempat nelfon Ibu karena masih sibuk bulan madu Bu," ucap Lamha yang terpaksa berbohong demi kesehatan ibunya.
"Baik seperti Mama Grace," jawab Lamha sambil menyunggingkan senyumnya.
"Syukurlah, perasaan Ibu akhir-akhir ini tidak enak. Tapi setelah mendengar dari kamu Ibu merasa lega," ucap bu Asih.
"Lalu kapan katanya pulang kesini?" tanya bu Asih.
"Em, belum tahu Bu, coba nanti Lamha tanyakan ya kalau dia Nelfon," ucap Lamha.
"Iya Sayang, bilangin kalau Ibu kangen banget sama Novi," pesan bu Asih.
__ADS_1
"Iya Bu, pasti Lamha sampaikan. Atau nant biar Lamha samperin Ibu ke kamar kalau Novi nelfon lagi," ucap Lamha.
"Iya sayang, ya sudah Ibu sama Bu Grace keluar dulu ya, kamu istirahat," ucap bu Asih.
"Iya Bu," ucap Lamha.
"Oh iya, kamu makan sama apa? Nanti Mama pesankan," tanya mama Grace.
"Lamha sedang pingin makan bubur ayam Ma, tapi nanti biar Lamha pesan sendiri saja Ma," ucap Lamha yang tak ingin merepotkan ibu mertuanya itu.
"Eh, jangan pesan dari luar. Biar Ibu saja yang bikinkan," ucap bu Asih.
"Tapi Nanti Ibu capek," ucap Lamha.
"Enggak, hanya bikin bubur ayam tidak akan membuat Ibu kelelahan," ucap bu Asih.
"Nanti biar Mama bantuin," timpal mama Grace.
"Loh, kok malah jadi merepotkan kalian?" tanya Lamha tak enak hati.
"Enggak apa-apa Sayang, demi Cucu," ucap mama Grace sambil mengelus perut Lamha yang baru sedikit membuncit. Lamha sangat terharu memiliki mertua dan ibu yang luar biasa. Dia tidak merasa kekurangan kasih sayang sedikitpun. Hanya saja sekarang fikirannya masih memikirkan soal Novi yang entah dibawa kemana oleh Nickholas.
__ADS_1