LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Jujur


__ADS_3

Asisten Ron masih terpaku didalam mobil dengan lamunannya. Dia tengah memikirkan ucapan tuan El tentang Mia yang terlibat dengan masalah ini. Jika benar Mia sampai terlibat, apakah tuan El akan memaafkannya? bagaimana jika tidak? tidak tidak bisa membayangkan semarah apa tuan El jika Mia sampai terlibat, dan semarah apa tuan El saat mengetahui status hubungannya dengan Mia yang kini sudah menjadi sepasang kekasih. Ron terus memutar otaknya, dan pada akhirnya dia memutuskan untuk menginterogasi Mia terlebih dahulu. Baru lah dia memikirkan langkah selanjutnya.


//


Apartemen


Mia menyambut kedatangan Ron dengan penuh cinta, dia memasak spageti dan beberapa makanan penutup untuk makan malamnya bersama Ron.


"Sudah makan?" tanya Mia sambil membantu melepas jas yang dikenakan Ron.


"Belum," jawab Ron singkat.


"Ah, kebetulan sekali. Aku masak spageti." ucap Mia dengan senyum sumringah.


"Benarkah? aku jadi tidak sabar mencicipinya," ucap Ron antusias.


"Mandi dulu, aku tunggu di meja makan." ucap Mia.


"Ya," jawab Ron sambil mencium sekilas kening Mia. Setelah itu dia masuk ke kamarnya dan membersihkan diri dikamar mandi.


Beberapa menit kemudian, Ron terlihat sudah segar dengan pakaian santainya. Mia sampai terpana melihatnya, Ron benar-benar tampan dan kelihatan macho.


"Very handsome honey!" Puji Mia saat Ron sudah duduk dikursi. Ron hanya tersenyum tipis.


"Boleh tolong ambilkan? anggap saja latihan menjadi istri," ucap Ron yang ingin merasakan seperti apa rasanya dilayani oleh wanita yang kita cintai. Mia tersenyum sambil menggeleng, kemudian dia mulai menyajikan Spageti buatannya ke piring milik Ron. Setelah berdo'a dia mulai menyuapkan spageti itu kedalam mulutnya. Dan benar saja, rasanya enak dan menggoyang lidahnya. Sausnya berbeda, begitu gurih dan bumbunya sangat pas di lidah, tekstur mie nya juga tidak seperti biasanya. Lebih lembut dan tidak terlalu kenyal.


"Bagaimana?" tanya Mia penasaran.


"Ini enak banget, rasanya benar-benar lezat," jawab Ron.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Mia.


"Iya benar. Terimakasih sudah memasakkan masakan yang enak untukku." ucap Ron dengan penuh cinta.


"Sama-sama honey," jawab Mia yang sangat senang mendapat pujian dari Ron. Setelah itu mereka menghabiskan makan malam mereka, kemudian sama-sama masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Karena di apartemen ini hanya ada satu kamar, Ron terpaksa tidur seranjang dengan Mia.


"Mia, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Ron saat mereka sedang asyik berpelukan.


"Hmm, tanyakan saja." jawab Mia sambil membenamkan kepalanya di daada bidang Ron yang terasa sangat nyaman.


"Tapi kamu jangan tersinggung, dan harus menjawab dengan jujur." ucap Ron hati-hati.


"Memangnya mau bertanya apa?" tanya Mia.


"Kamu mencintaiku kan? maka jujurlah, jangan ada yang ditutup-tutupi lagi diantara kita." ucap Ron sambil mengelus kepala Mia dengan lembut. Mia semakin penasaran.


"Mau tanya apa sih?" tanya Mia sambil mendongak.


"Ya, aku tahu Ron. Di-dia di jebak dengan seorang ustadz di kamar hotel itu kan?" tanya Mia.


"Iya. Apa kamu terlibat?" tanya Ron dengan menatap dalam mata Mia.


"A-aku..." Mia ragu-ragu mengatakannya.


"Katakanlah sejujurnya, aku tidak akan marah dan meninggalkan mu apapun yang terjadi." ucap Ron yang terus menatap mata Mia.


"A-aku..." Mia mulai berkaca-kaca.


"Katakan, dan ceritakan padaku." ucap Ron sambil menciumi wajah Mia dengan sayang, agar Mia dapat merasakan rasa cintanya yang begitu besar.

__ADS_1


"Iya, aku terlibat. Aku dan seseorang bekerjasama untuk menghancurkan pernikahan mereka, tapi bukn aku yang menjalankan semua rencananya, aku hanya bertugas mengawasi gerak-gerik istrinya El dengan cara membayar pelayang dirumah tuan El untuk melaporkan semua pergerakan istrinya El." ucap Mia menjelaskan.


"Siapa pelayan itu, setahuku tidak ada pelayan baru disana." tanya Ron.


"Giyem, dia pelayan kak Pat yang sangat setia kepada kak Pat, mangkanya aku memanfaatkannya untuk mengawasi gerak-gerik istrinya El dan hari itu Giyem melaporkan kepadaku jika istrinya El akan keluar rumah tanpa pengawalan." ucap Mia.


"Lalu? kamu menyuruh orang? untuk menculik Nyonya Lamha?" tanya Ron.


"Tidak, aku tidak melakukan apapun, seseorang yang melakukannya, aku hanya memberikan informasi itu saja." jawab Mia.


"Dan siapa orang itu? kenapa dia seperti membenci tuan El? apa dia punya dendam?" tanya Ron.


"Aku tidak bisa memberitahumu." ucap Mia dengan wajah takut.


"Kenapa?" tanya Ron.


"Dia sangat ambisius dan bisa melakukan segala macam cara agar tujuannya tercapai, termasuk membalaskan dendamnya. Jujur aku sangat menyesal, aku merasa berdosa pada istrinya El." ucap Mia sambil terisak.


"Ssttt! sudah jangan menangis," ucap Ron sambil memeluk Mia.


"Tapi aku takut jika sampai aku ikut terseret dan El akan menjebloskan ku kedalam jeruji besi." ucap Mia.


"Tidak akan, aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ucap Ron.


"Tapi sekarang tolong katakan siapa orang itu, agar aku mudah menangkapnya." tanya Ron.


"Di-dia..."


"Dia siapa?" tanya Ron.

__ADS_1


"Dia..."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2