
Ustadz Sulaiman masih terpaku di tempatnya, dia masih shock dengan apa yang terjadi barusan. Sebuah pengalaman pertamanya yang membuatnya seketika panas dingin.
"Sulaiman!! Astaghfirullah!!" Tiba-tiba Umi Maryam sudah berada di tempat itu.
"Umi..!" ustadz Sulaiman terkejut bukan main.
"Nak, apa yang kamu lakukan?! Istighfar. Pergi kemana perempuan yang sudah kamu dzolimi itu?" tanya umi Maryam.
"Umi, ini tidak seperti yang Umi lihat, ini hanya salah faham," ucap ustadz Sulaiman menjelaskan.
"Ayo ikut Umi sekarang, kita kejar wanita itu. Dia pergi pasti karena merasa sedih setelah mendapatkan perlakuan tidak seno-noh dari kamu!" ucap umi Maryam sembari menarik tangan anak lelakinya itu.
"Tapi umi..." ustadz Sulaiman tidak melanjutkan ucapannya karena merasa sia-sia saja. Uminya sedang marah dan salah faham, tentu dijelaskan seperti apapun tidak akan mendengarkan. Jadi biarkan Katty saja yang menjelaskan, si pencuri ciuman pertamanya.
Sementara itu Katty yang merasa menang telah membuat sang ustadz mati kutu langsung menghampiri Nickholas dan Miguel yang sudah lama menunggu kedatangannya.
"Dari mana saja? Kenapa lama sekali? Apa yang kau lakukan padanya? dan dimana dia?" tanya Nickholas beruntun.
"Ish, kalau bertanya itu satu-satu. Aku kan pusing harus menjawab yang mana dulu. Tapi kau tenang saja, urusannya sudah selesai, dia tak akan mengusikmu lagi," ucap Katty senang.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Nickholas keheranan. Karena sudah jelas-jelas tadi ustadz Sulaiman terlihat begitu marah padanya.
"Kau lupa siapa Katty Wilson hmm? Playgirl penakluk pria," ucap Katty membanggakan dirinya.
"Ck! aku harap kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh padanya," ucap Nickholas.
"Kau fikir aku melakukan apa? Aku malah memberinya hadiah," ucap Katty santai.
"Sudah, sudah! sebaiknya kita kembali ke apartemen, Daddy sangat lelah," ucap Miguel. Katty dan Nickholas mengangguk secara bersamaan. Namun ketika mereka baru saja hendak bangkit dari duduknya, seseorang menghentikan mereka.
__ADS_1
"Tuan, tunggu!"
Mereka menoleh ke arah wanita paruh baya yang sedang menarik tangan anak lelakinya. Dan wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah umi Maryam dan ustadz Sulaiman.
"Anda memanggil saya?" tanya Miguel.
"Iya Tuan, maaf ini Putri anda?" tanya umi Maryam seraya melirik Katty. Wanita yang dia lihat sedang berciuman dengan anaknya di tempat sepi.
"Iya benar, ini Katty Putriku," ucap Miguel.
"Oh, bagus lah. Sepertinya kita harus berbicara hal penting tuan," ucap umi Maryam.
"Umi lebih baik kita pulang saja Umi, Umi hanya salah faham," ajak ustadz Sulaiman.
"Umi tidak mau! kamu jadi laki-laki harus bertanggungjawab atas apa yang kamu lakukan kepada seorang wanita. Umi dan Abi tidak pernah mengajarkan kamu menjadi pria penge-cut!" ucap umi Maryam tegas.
"Memang apa yang dilakukan anak anda Nyonya?" tanya Miguel sopan.
"Aduh, saya minta maaf sekali Tuan, saya tidak menyangka kalau anak saya sampai melakukan hal tidak seno-noh pada Putri anda," ucap umi Maryam dengan penuh penyesalan.
"Astaghfirullah Umi! tidak seperti itu Umi, dia yang sudah menodai Sulaiman!" ustadz Sulaiman tak terima disebut telah melakukan hal tidak seno-noh kepada Katty. Karena sudah jelas-jelas Katty yang sudah mencuri ciuman pertamanya.
"Whatt?!!" Katty, Nickholas dan Miguel terkejut bersamaan saat mendengar ucapan Sulaiman.
"Hei! kau pikir aku saos sambal yang membuat noda di bajumu?!" tanya Katty tak terima.
"Memang kenyataannya seperti itu, kamu mengambilnya, mengambil hal berharga dalam diri saya!" ucap ustadz Sulaiman kesal. Kesal karena Katty seperti tak merasa bersalah sama sekali setelah apa yang dilakukan kepadanya.
"Setelah tadi mengataiku Noda! sekarang kamu mau mengatakan bahwa aku pencuri begitu!?" Katty makin tersulut emosi. Sudah diberi hadiah bukannya terimakasih malah menuduhnya yang bukan-bukan, seperti itulah yang ada difikiran Katty saat ini.
__ADS_1
"Ya, kamu memang pencuri, pencuri ciuman pertama saya yang harusnya saya berikan kepada istri saya kelak," ucap ustadz Sulaiman.
Miguel dan Nickholas tak dapat menahan senyuman diwajah mereka. Memang dasar anak nakal!
"Sudah, sudah, sepertinya ini hanya kesalahpahaman saja," ucap Miguel mencoba melerai.
"Iya Daddy benar, ini hanya salah faham," timpal Nickholas.
"Salah faham bagaimana?" tanya umi Maryam.
"Anak saya memang perempuan, tapi dia sedikit tengil dan nakal. Saya minta maaf jika dia sudah membuat ulah," ucap Miguel menjelaskan.
"Daddy!!" Katty tak terima disalahkan.
"No! kali ini kamu sudah keterlaluan!" sentak Miguel.
"Tapi Dad!"
Miguel menatap galak, Katty terpaksa diam dan tak melanjutkan ucapannya.
"Sekali lagi saya minta maaf, khususnya kepada anda," ucap Miguel kepada ustadz Sulaiman. Ustadz Sulaiman yang sebenarnya merasa kesal akhirnya mengangguk agar semua selesai dan tidak semakin panjang.
"Kalau begitu saya dan Ibu saya permisi," pamit ustadz Sulaiman tanpa melirik Katty yang sejak tadi menatapnya dengan penuh dendam.
Namun baru saja beberapa langkah tiba-tiba...
Gedebugg!!!
Ustadz Sulaiman jatuh terjungkal akibat ulah Katty yang menjulurkan kakinya.
__ADS_1