LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Terlalu Bucin


__ADS_3

Kediaman Graham


Sejak tadi malam tuan El belum juga keluar dari kamarnya, bukan karena sedang itu-itu, tapi karena dia sedang terbaring lemah dikasur nya. Tidak ada angin tidak ada hujan, tuan El mendadak mabukk perjalanan. Sesuatu yang aneh dan mengherankan karena disepanjang perjalanan, perutnya milit dan memuntahkan semua isi perutnya hingga dia benar-benar merasa lemas.


Hingga siang ini tuan El masih belum beranjak dari kasurnya. Sebentar-sebentar muntah sebentar-sebentar ke kamar mandi. Dia merasa sangat tersiksa. Apapun makanan yang disodorkan langsung keluar dari perutnya seakan menolak apapun itu yang berbentuk makanan. Dan saat ini seorang dokter tengah memeriksa keadaannya.


"Jadi saya sakit apa dokter?" tanya tuan El yang tengah frustasi karena sakitnya yang tak kunjung mereda.


"Sepertinya anda hanya masuk angin saja tuan." ucap Dokter itu.


"Bagaimana bisa hanya masuk angin, saya sudah minum obat tapi tetap saja bulak-balik muntah. Perut saya seperti diaduk-aduk dokter, apa mungkin saya kena asam lambung?" tebak tuan El.


"Masa asam lambung sih mas, emang mas El suka telat makan?" tanya Lamha.


"Tidak pernah." jawab tuan El.


"Apa ibu sedang hamil?" tanya dokter itu kepada Lamha.


"Iya dok, saya sedang hamil. Baru berusia empat minggu." jawab Lamha. Dokter itu tersenyum.


"Sepertinya anda sedang mengalami kehamilan simpatik tuan." ucap dokter tersebut.


"Maksudnya bagaimana?" tanya tuan El.


"Dalam kehamilan simpatik biasanya gejala ngidam atau keluhan-keluhan yang biasa dirasakan ibu hamil bisa terjadi pada suaminya. Hal itu biasa disebut dengan sindrom couvade, dan ini tidak ada diagnosis medisnya." jelas dokter itu.


"Jadi saya tidak sedang sakit apa-apa dan hanya sedang ngidam?" tanya tuan El tak percaya. Dokter itu tersenyum dan menjawab dengan anggukan.


"Tapi kan biasanya wanita yang merasakan, kenapa istri saya yang hamil saya yang ngidam?" tanya tuan El bingung, sebab saat Patricia hamil baby A, dia tak merasakan apapun.

__ADS_1


"Hal ini bisa saja terjadi tuan, mungkin anda terlalu mencintai istri anda." ucap dokter itu.


Deg


Mendengar itu pipi Lamha bersemu merah. Namun tertutupi oleh cadar nya. Sedangkan tuan El hanya mengangguk dan membanarkan ucapan dokter tersebut.


"Ya sudah dokter terimakasih banyak atas penjelasannya." ucap tuan El.


"Sama-sama tuan El, kalau begitu saya permisi dulu, semoga anda lekas membaik, jangan lupa istirahat yang cukup." saran dokter tersebut. Tuan El mengangguk dan setelah dokter itu keluar dari kamarnya tiba-tiba...


Huueeekkk!!


Seketika tuan El turun dari ranjang dan kembali ke dalam kamar mandi. Lamha langsung menyusul dan mengusap-usap punggung tuan El yang tengah teleer tersebut.


"Apa mau dikerokin mas?" tanya Lamha.


"Iya dikerok punggungnya, siapa tahu enakkan." jawab Lamha.


"Tapi apa aku akan sembuh?" tanya tuan El.


"Apa mas?" tanya Lamha dengan wajah berbinar.


"Apa aku akan sembuh?" ulang tuan El. Lamha semakin mesam-mesem.


"Sejak kapan mas El merubah panggilan dari 'saya' menjadi 'aku'?" tanya Lamha. Tuan El menggeleng sambil mengulum senyum, sepertinya benar apa kata dokter itu, dia terlalu mencintai Lamha hingga sekarang panggilannya sudah berubah.


"Apa kamu suka?" tanya tuan El dengan menatap wajah Lamha lekat-lekat.


"Suka, sangat suka." jawab Lamha. Lalu dia membuka cadarnya dan, cup!

__ADS_1


"Cepat sembuh ya." ucap Lamha setelah mengecup singkat bibir tuan El. Seperti mendapat vitamin tubuh tuan El terasa lebih bugar dan hatinya berbunga-bunga, moodnya kembali membaik. Lamha merapah tuan El keatas ranjang dan mengambil minyak gosok dan juga uang koin kuno didalam dompetnya.


"Mas El buka dulu bajunya, biar Lamha kerokin." titah Lamha.


"Tapi aku enggak pernah dikerok, sakit tidak?" tanya tuan El. Lamha menggeleng pelan.


"Enggak sakit, hanya sedikit geli. Sekarang mas El tengkurap dulu." titah Lamha. Tuan El menurut, kemudian Lamha mulai mengoleskan minyak gosok ke punggung tuan El dan mulai mengerok punggung itu dengan uang koin kuno.


"Ahahha.. ahahaha..." tuan El malah tertawa kegelian.


"Mas, Lamha tidak sedang melawak, kenapa mas El ketawa-ketawa?" tanya Lamha.


"Habis geli sayang." jawab tuan El. Lamha menambah kekuatannya hingga lebih kencang dan...


"Aaawww auuu!! sakit sakit!" kini tuan El mengaduh kesakitan.


"Gimana sih mas, pelan ketawa, kuat malah kesakitan." ucap Lamha serba salah.


"Sudahlah, tidak perlu dilanjutkan." ucap tuan El yang kembali badmood. Lalu kembali telentang dan membaringkan tubuhnya karena merasa lelah dan lemas.


"Ya sudah, kalau begitu mas El istirahat, Lamha mau ke dapur dulu bikin susu sekalian mau bikin seblak." ucap Lamha.


"Seblak? apa itu seblak?" tanya tuan El.


"Makanan pedas dari kerupuk mentah mas, tapi Lamha masaknya enggak pakai kerupuk kok, pakai ceker ayam dan toping lain saja." ucap Lamha.


"Pedas?" tanya tuan El. Duh! kenapa dia jadi ingin makan yang pedas-pedas dan yang asem-asem? spertinya makan mangga muda dan rujak kedondong enak juga.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2