LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Tidak Akan Melepasmu


__ADS_3

"Dasar tuan pemaksa! kalau bukan suami, udah Novi jadiin lalapan tahu enggak!" Novi bersungut-sungut dikamarnya, ya setelah Nickholas melakukannya, Novi langsung kembali ke kamarnya, walaupun sakit dia bisa tahan dengan jalan yang sedikit mengang kang. Lalu apakah dia marah saat Nickholas mengambil mahkotanya? jawabannya adalah tidak, kenapa harus marah ketika suami sendiri yang memintanya, hanya saja dia kecewa karena Nick mengambilnya dengan paksa.


"Haduh, kenapa habis mandi badan aku jadi menggigil begini ya? ya ampun masa iya aku demam?" Novi bertanya-tanya.


"Duh, aku harus cari obat penurun panas nih," ucap Novi, dia beranjak dari kamarnya dan memaksa berjalan mencari kotak P3K.


"Cari apa?" tiba-tiba Nickholas sudah berada dibelakangnya.


"Cari obat," jawab Novi ketus.


"Kamu sakit?" tanya Nickholas. Novi tak menjawab, dia masih fokus mencari obat penurun panas dalam kotak P3K. Nickholas menempelkan tangannya dikening Novi.


"Kamu demam?" lagi-lagi Nickholas bertanya. Novi tak menjawab dan malah pergi dari tempat itu setelah menemukan obat yang dicarinya.


Nickholas mengulum senyum saat melihat Novi yang berjalan seperti bebek, lucu sekali. Pun dia merasa bangga, karena dirinyalah pria yang membuat Novi sampai seperti itu. Lama-lama dia merasa gila karena terbayang kegiatan tadi, dia jadi ingin mengulangnya, tapi Novi sedang demam, seketika dia mengurungkan niatnya.


Hap!


Dengan sekali gerakan Nickholas mengangkat tubuh Novi dan membopongnya menaiki tangga menuju kamarnya.


"Tuan kenapa saya digendong?" tanya Novi.


"Karena kamu jalannya lambat seperti siput." jawab Nickholas.


"Lalu kenapa dibawa kesini bukan ke kamar saya?" tanya Novi lagi.


"Karena kamu istriku bukan pembantuku." ucap Nickholas.


"Tapi..."


Brak!


Dengan sekali tendangan, Nickholas menutup pintu kamarnya, tak lama terdengar suara-suara unik khas orang bercinta.

__ADS_1


//


"Bagaimana mas, apa sudah ada kabar dari Ron?" tanya Lamha.


"Belum sayang, ternyata rumah Nickholas di Paris begitu banyak, jadi tim detectif kesulitan untuk mendeteksi keberadaannya." jelas tuan El.


"Lalu bagaimana dengan nasib Novi, Lamha takut kalau dia sampai berbuat macam-macam dan pada akhirnya Novi..."


"Berfikir positif saja sayang, jangan lupa berdoa. Lagi pula, Nickholas bukan seorang mafia, aku yakin dia akan melukai Novi secara fisik." ucap tuan El.


"Iya mas, semoga Novi tidak diapa-apakan." ucap Lamha.


"Jangan terlalu difikirkan, nanti anak kita didalam sini ikut kepikiran, please enjoy jangan stress, percayalah Allah pasti melindungi orang-orang baik dimana pun berada, dan Novi adalah orang baik. Tidak perlu risau." ucap tuan El menenangkan.


"Mas El benar, tidak seharusnya Lamha cemas berlebihan. Allah pasti menjaga Novi." ucap Lamha sedikit optimis.


"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita makan, mas El lapar dari semalam tidak selera makan," ucap tuan El. Lamha mengangguk dan berjalan beriringan bersama tuan El menuju meja makan.


//


"Kenapa jadi begini Nov? kenapa harus seperti ini? kalau begini bagaimana caranya aku menghancurkan El?" cicit Nickholas pelan.


"Apapun yang terjadi kedepannya aku tidak akan pernah melepasmu. Kamu milikku, tidak akan ada yang dapat memisahkan kita," ucap Nickholas sambil membelai pipi Novi dengan lembut. Nickholas merasa sudah tidak waras karena merasa begitu tergila-gila dengan tubuh Novi, dia ingin selalu mengulanginya, mengulangi rasa yang tak pernah dirasakannya selama dia bernafas. Hanya dengan Novi dia melakukannya. Nickholas terus menatap wajah Novi dengan begitu intens, mengamati bibir, kelopak mata, alis, hidung, dan keseluruhan wajahnya. Nickholas baru menyadari Novi begitu manis dan cantik walaupun tanpa riasan.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Nickholas mengangkatnya.


"Halo Rey, ada apa?" tanya Nickholas.


"Sialan! bagaimana bisa?!" tanya Nickholas murka, dia begitu marah mendengar kabar dari asisten pribadinya itu. Bagaimana tidak marah, dia mendengar salah satu markasnya diserang. Dan yang menyerang itu adalah orang suruhan Asisten Ron yang merupakan asisten pribadi tuan El. Ron sengaja memerintahkan anak buahnya untuk menyerang salah satu markas Nickholas untuk memancing Nickholas keluar dari persembunyiannya.


"Aku kesana sekarang!" ucap Nickholas sambil memutus panggilan itu. Nickholas memijit kepalanya yang terasa pusing.


[Apa El sudah tahu tentang penjebakan istrinya? tapi bukankah kejadian itu udah dirancang serapih mungkin, sehingga tidak akan mungkin perbuatan terbongkar kecuali jika...]

__ADS_1


"Ah, sialan! Mia *******!" Nickholas mengeram frustasi. Dia buru-buru turun dan membersihkan diri didalam kamar mandi. Tidak lama kemudian dia sudah selesai dengan ritual mandinya dan mengenakan pakaiannya.


"Tuan mau pergi?" tanya Novi yang baru saja bangun.


"Iya, ada urusan. Kamu istirahat saja, tidak usah bekerja. Sudah ada tiga pelayan, jika butuh apa-apa minta tolong mereka saja." pesan Nickholas.


"Perginya lama?" tanya Novi lagi.


"Kemungkinan iya, memangnya kenapa?" tanya Nickholas.


"Tidak apa-apa, Novi hanya merasa bosan." ucap Novi.


"Kamu bisa menonton TV membaca majalah atau apapun itu. Tapi yang jelas kamu tidak boleh menggunakan ponsel." ucap Nickholas.


"Tapi..."


"Saya akan mengusahakan untuk pulang cepat." Potong Nickholas agat Novi tak protes lagi.


"Mau dimasakin apa?" tawar Novi.


"Kamu tidak perlu memasak, sudah ada pelayan. Tubuhmu panas, nanti mandi pakai air hangat, jangan lupa makan dan minum obat lagi." pesan Nickholas.


"Ingat mulai detik ini, tugas mu berubah, jadi istriku, bukan pembantu lagi. Jadi rawat tubuhmu dan senangkan aku diatas ranjang." lanjutnya.


"Dan salah satu tugas istri adalah mengingatkan suaminya ketika suami berbuat salah. Jadi Novi harap tuan melupakan rasa dendam pada tuan El." ucap Novi pelan. Nickholas begitu marah saat mendengar ucapab Novi.


"Jangan karena tugasmu sudah berubah kamu jadi semakin lancang dan tak tahu diri, saya ingatkan sekali lagi kamu hanya ku jadikan alat untuk membalas dendam! jadi jangan pernah masehati aku!" sentak Nickholas, kemudian dia keluar dan menutup pintu kamarnya dengan keras.


Brakkk


Novi terlonjak kaget. Duh, kenapa berubah menyeramkan saat Novi menyinggung soal tuan El, seperti wanita yang sedang datang bulan saja.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2