LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Tamu Tak Tahu Diri


__ADS_3

"Ah sialan! beddebah! bagimana bisa aku kecolongan, bagaimana bisa El dan Lamha kembali berbaikan dan aku tidak tahu?! Aarrrggghhh!!!"


Prangg!!!


Nickholas mengamuk dan menunjukkan sebuah kaca dikamar hotelnya. Entah berapa kerusakan yang diperbuatnya, yang jelas saat ini dia ingin meluapkan semua emosinya yang sudah diubun-ubun.


Bahkan anak buahnya pun tak ada yang berani mendekat karena takut jadi pelampiasan kemarahan Nickholas. Setelah meluapkan semua amarahnya Nickholas tertawa seperti orang gila. Dia terduduk lemas dan mulai mengingat kembali kenangannya bersama Patricia dulu. Semuanya begitu indah karena mereka saling mencintai, namun karena dipisahkan paksa oleh orang tua Patricia yang menerima pinangan dari keluarga tuan El, akhirnya hubungan mereka harus kandas. Nickholas tak berhenti disana, dia terus mendekati Patricia hingga akhirnya Patricia mau menjalin kembali asmara bersama nya dibelakang tuan El. Awalnya Patricia berjanji padanya tidak akan pernah menyerahkan mahkotanya kepada tuan El karena cintanya hanya untuk Nickholas. Nickholas percaya dan bersabar menunggu waktu yang tepat untuk mengambil kembali apa yang menjadi miliknya. Tapi saat di tahun kedua pernikahannya bersama tuan El, Patricia mengaku hamil dan mengakhiri hubungannya bersama Nickholas. Nickholas merasa dikhianati dan saat itu dia benar-benar hancur. Sejak saat itu dia bertekad untuk membalas dendam kepada tuan El. Apalagi saat dia tahu Patricia meninggal selepas melahirkan anak tuan El, makin bertambahlah kebencian dihatinya.


"Aku ingin sekali ikut bersamamu ke surga. Tapi kau tahu, aku tidak puas jika belum menghancurkan Libra Graham sampai berkeping-keping. Hahahaha...!!" Nickholas kembali tertawa seperti orang gila.


//


Pagi Hari


Tok Tok Tok!


Hari masih gelap, matahari masih malu-malu menunjukkan sinarnya, tapi tuan El sudah bertamu kerumah Lamha.


"Sebentar." ucap Lamha dari dalam rumah, Lamha merasa heran, pagi-pagi buta sudah ada yang bertamu ke rumahnya. Lamha kira langganan sayur ibunya atau mungkin tetangganya. Namun saat pintu dibuka.


Kriieeettt!!!


"Assalamu'alaikum cantik?" sapa tuan El dengan senyum mengembang diwajahnya. Dipuji begitu pipi Lamha merona, namun untungnya ada cadar yang menutupi itu semua.


"Waalaikumsalam. Ada apa kesini pagi-pagi?" tanya Lamha tanpa memandang tuan El. Sumpah Demi apapun saat ini tuan El terlihat berbeda dan begitu tampan karena hanya memakai kaos polos berwarna putih dan celana coklat selutut.


"Mau numpang sarapan. Bolehkan?" tanya tuan El.

__ADS_1


"Hah?!" Lamha mendongak tak percaya.


"Enggak boleh ya? ya udah kalau enggak boleh saya pergi aja kalau gitu." ucap tuan El memelas.


"Jangan! eh, ma-maksudnya kenapa harus sarapan disini, memangnya di hotelnya tidak menyediakan sarapan untuk pengunjung?" tanya Lamha.


"Saya maunya disini, bolehkan?" tanya tuan El tanpa menjawab pertanyaan Lamha.


"Itu, belum matengan. Ini kan masih pagi banget. Nanti, ini masih masak." ucap Lamha.


"Ya udah saya tunggu sampai mateng." ucap tuan El sembari menyelonong masuk kedalam kamar Lamha, padahal belum diizinkan atau dipersilahkan masuk.


Bugh!


Tuan El merebahkan diri dikasur milik Lamha. Lha terbengong-bengong. Lalu ikut masuk kedalam kamar dan melihat tuan El yang sedang berbaring seraya memejamkan matanya.


"Nanti kalau udah mateng panggil aja. Saya ngantuk berat semalaman enggak bisa tidur." ucap tuan El.


"Kenapa enggak bisa tidur?" tanya Lamha penasaran. Tuan El membuka matanya dan menatap Lamha penuh cinta.


"Nungguin bidadari khilaf nelfon lagi, tapi malah enggak khilaf-khilaf. Saya malah ditinggal tidur." goda tuan El. Ish! Laki-laki ini ternyata pandai merayu, kalau begini terus Lamha bisa meleyoot!


"Terserah deh." ucap Lamha singkat.


"Masak yang enak ya, jangan asin-asin. Nanti kamu..." tuan El menggantung ucapannya membuat Lamha kembali berbalik.


"Nanti kamu apa?" tanya Lamha.

__ADS_1


"Nanti kamu saya ajak bercinta." ceplos nya. Lamha mengambil sebuah bantal dan melemparnya ke wajah tuan El karena saking kesalnya. Tuan El menangkap bantal itu dan memeluknya bahkan menciumi nya.


"Ahhh wanginya...!!" ucap tuan El.


Lamha menggelengkan kepalanya, lalu kembali kedapur dan melanjutkan kegiatan memasaknya. Hingga pukul 06.30 WIB, Lamha telah selesai menata semua makanan dimeja makan dan mengajak ibu dan adiknya untuk sarapan. Setelah itu baru dia kembali ke kamarnya dan ternyata tuan El malah tertidur. Lamha mendekat dan duduk di pinggiran ranjang. Ragu-ragu dia menyentuh tangan tuan El untuk membangunkannya. Namun karena tak ingin ibu dan adiknya terlalu lama menunggu, akhirnya dia putuskan untuk mengguncang-guncang tubuh suaminya itu.


"Mas, bangun dulu. Ayo sarapan, itu udah matengan." ucap Lamha. Namun tuan El tak bergeming dan masih asyik dengan dunia mimpinya.


"Mas... mas...!" Lamha kembali mengguncang tubuh suaminya. Tapi tuan El belum juga membuka matanya.


'Harus bagaimana lagi membangunnya? apa aku...' gumam Lamha. Lamha tak kehabisan ide, dia membuka ponselnya dan memutar sebuah murottal Al-qur'an lalu menempelkannya ditelinga tuan El. Tuan El terbangun dan secara refleks menengadahkan kedua tangannya.


"Ampun ya Allah, ampuun, ampuni saya." ucap tuan El yang belum sadar. Lamha cekikikan lalu mematikan murottal tersebut. Tuan El tersadar lalu melihat kearah Lamha yang tengah tertawa kecil. Sial! dia dikerjai! dengan sekali gerakan tuan El menarik Lamha hingga berada dalam pelukannya.


"Mas, lepasin." ucap Lamha meronta.


"Sudah nakal kamu ya, sudah berani ngerjain suami?" tanya tuan El.


"Itu.. itu..." Lamha tergagap.


Seett


Tuan El melepas cadar Lamha dan kini terpampanglah wajah cantik yang selama ini sangat dirindukannya. Tanpa basa-basi tuan El langsung melahap bibir semerah delima tersebut dan melumaatnya dengan penuh kelembutan. Lamha awalnya berontak, namun lama kelamaan akal sehatnya hilang, dia pun akhirnya menerima dan menikmati ciuman itu. Tak segan-segan dia membalas belitan lidah tuan El didalam rongga mulutnya. Ah,, rasanya begitu nikmat setelah sekian lama tidak bercumbu. Namun baru saja tuan El hendak merayap, Tiba-tiba...


"Nak, sayurnya keburu dingin, ayo sarapan dulu." panggil ibunya Lamha.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2