
Pagi harinya, saat semua sedang sarapan bersama, tuan El tak henti-hentinya menebarkan senyuman diwajahnya. Servis Lamha semalam membuatnya berbunga-bunga dan terlihat lebih segar. Mama Grace yang terus memperhatikan gerak-gerik anak dan menantunya itu mengulum senyum. Sepertinya adik baby A akan segera lauching.
"El, hari ini kamu nampak lebih fresh dan juga ceria ya. Ada apa? ceritakan dong sama mama." goda mama Grace. Tuan El hanya menggeleng dan memilih diam tidak menjawab pertanyaan ibu kandungnya itu. Namun nyonya Grace seakan mendesak dan mau tidak mau tuan El bersuara.
"Tanyakan saja pada Lamha apa yang terjadi semalam."
Uhukk!!
Lamha terbatuk mendengar ucapan tuan El. Tuan El tertawa senang saat melihat pelototan tajam dari istrinya itu.
"Jadi apa yang terjadi Lamha?" todong mama Grace.
"Tidak ada apa-apa ma." jawab Lamha seraya menunduk.
"Apa calon adik baby A akan segera launching?" goda mama Grace. Pipi Lamha bersemu merah mendengar pertanyaan dari mertuanya itu.
"Ma, aku duluan. Aku sudah terlambat." pamit tuan El yang kini sudah bangkit. Lamha buru-buru minum dan menghampiri suaminya yang sudah sampai depan pintu.
"Mau apa?" tanya tuan El.
"Hati-hati dijalan. Nanti pulang kan?" ucap Lamha.
"Ya." jawab tuan El.
"Nanti siang mau makan apa. Lamha anterin makan siang ke kantor ya?" tawar Lamha.
"Tidak usah repot-repot, saya makan dikantin saja."
"Enggak repot kok mas, Lamha juga pengen lihat tempat kerja mas El, tapi itu juga kalau mas El enggak malu dan ngizinin." ucap Lamha. Tuan El nampak berfikir, namun sedetik kemudian dia mengulum senyum.
"Boleh. Minta antar supir ya, dan masak yang enak." ucapnya. Lamha mendongak dan ikut tersenyum.
"Iya, Lamha janji bakalan masak yang enak." ucap Lamha. Setelah itu mengambil tangan suaminya dan menciumnya dengan lembut. Tuan El yang tak pernah merasakan perlakuan lembut seperti itu sontak menarik nafasnya saat ada yang bergetar didadanya. Tuan El merasa bimbang apakah harus mencium kening Lamha atau tidak. Namun karena masih ragu dengan perasaannya, akhirnya dia memilih tak melakukan hal yang justru malah memberikan harapan kepada Lamha. Tuan El tak mau Lamha berharap lebih dan kecewa lebih dalam.
"Saya berangkat dulu. Assalamualaikum" ucap tuan El.
"Waalaikumsalam" jawab Lamha.
__ADS_1
************
Siang Hari
Tuan El masih sibuk dengan berkas ditangannya. Hari ini banyak sekali berkas yang harus diperiksa dan di tanda tangani olehnya.
Klek!
"Honeey.....!" pekik seseorang yang baru masuk keruangan itu. Dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Mia kekasihnya.
"Loh, kamu kok bisa kesini?" tanya tuan El yang sedikit terkejut dengan kedatangan Mia.
"Aku merindukanmu. Kamu kemana semalaman di telfon tidak diangkat?" ucap Mia sambil bergelanyut manja dilengan tuan El.
"Aku masih sibuk dengan pekerjaanku." bohong tuan El.
"Kalau begitu secepatnya saja kita menikah? bagaimana? aku sangat kesepian honey...!" rengek Mia.
"Aku..." tuan El sangat bingung harus menjawab apa.
"Kita bicarakan nanti saja ya. Dan aku masih ada pekerjaan, sebaiknya kamu pulang saja oke." ucap tuan El.
"Terserah. Yang jelas aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu. Dan kamu jangan menggangguku ya." ucap tuan El. Mia mengangguk patuh dan duduk di sofa yang ada diruangan itu.
Sementara ditempat lainnya, Lamha tengah dihadang oleh sekretaris tuan El.
"Saya istrinya mbak. Saya mau anter makanan." ucap Lamha.
"Saya enggak percaya. Tadi istrinya sudah kesini, kamu jangan ngada-ngada! mana mungkin tuan El punya istri sepertimu!." ucap Laura sekretaris tuan El.
"Demi Allah saya istrinya. Kalau tidak percaya ya sudah saya telfon suami saya dulu." ucap Lamha.
"Tidak perlu! sebaiknya kamu cepat pergi! kamu pasti orang jahat yang mau mencelakai tuan El!" usir Laura.
"Astagfirullah mbak, saya bukan orang jahat. Saya istrinya." ucap Lamha dengan tenang dan tak terpancing emosi. Lamha mencoba memakluminya sebab pernikahan tuan El dan dirinya digelar secara tertutup dan sangat sederhana, barang kali tuan El pun belum mengumumkannya ke hadapan publik.
Namun Laura tetap kekeh dan memanggil security untuk mengusir Lamha dari sana. Dan saat security itu mencoba meraih tangan Lamha, Lamha langsung menepisnya.
__ADS_1
"Jangan sentuh saya!" ucap Lamha.
"Ada apa ini Laura?" tanya asisten Ron yang kebetulan lewat dan melihat ada keributan kecil.
"Tuan Ron, ini ada wanita aneh yang mengaku-ngaku istrinya tuan El. Saya hendak mengusirnya tapi dia kekeh ingin bertemu tuan El." ucap Laura. Ron menarik nafas dalam dan melihat ke arah Lamha.
"Maafkan dia ya nyonya, dia belum tahu siapa anda. Ayo saya antarkan keruangan tuan El." ucap asisten Ron sopan.
"Ya, tidak apa-apa tuan Ron." ucap Lamha tersenyum ramah dari balik cadarnya. Setelah itu mengekor dibelakang asisten Ron menuju ruangan tuan El meninggalkan Laura yang kini tengah syok dan bergetar ketakutan karena bertindak kurang ajar kepada istri bosnya.
"Disini ruangannya nyonya. Silahkan" ucap asisten Ron setelah mereka berhenti di depan pintu ruangan CEO.
"Ya, terimakasih sudah mengantar saya." ucap Lamha ramah. Asisten Ron hanya mengangguk.
Klek!
BRAKK!!
Lamha menutup mulutnya saat melihat adegan didepannya yang seketika membuatnya menangis. Ya, dikursi sana Mia tengah membuka kancing baju tuan El yang sebenarnya terkena tumpahan kopi. Tapi karena melihat dari kejauhan, Lamha salah faham. Tubuhnya bergetar hebat lalu dengan cepat memungut kotak nasi yang jatuh kelantai karena keterkejutannya.
"Lamha." tuan El berdiri dan menghampirinya.
"Ini enggak seperti yang kamu lihat dan kamu fikirkan. Saya dan Mia enggak ngapa-ngapain." ucap tuan El berusaha menjelaskan tanpa perduli Mia yang kini tengah menatap marah dan meminta penjelasan darinya.
"Honey kenapa kamu repot-repot memberi penjelasan padanya? dia itu siapa? bukankah dia pembatu yang waktu itu ke apartemen?" tanya Mia.
"Dia bukan pembantu dia..." tuan El tak melanjutkan ucapannya.
"Dia siapa honey?" tanya Mia menuntut penjelasan.
"Dia istriku." ucap tuan El.
"Whatt?!!"
Bruak!!
Mia pingsan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Hadeeehh...! Ruwet Ruweet! Jangan lupa like komentar dan juga vote ya. Ngothor telat update karena tadi kelamaan bertapa di waduk cirata buehehehe.