LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Teka-teki


__ADS_3

Tuan El dan Lamha masih asyik berbincang sambil sesekali menikmati canda tawa mereka. Mereka tidak sadar jika saat ini ada mobil yang sedang melaju kencang hendak menabrak mereka.


Namun tuan El yang tiba-tiba mendapat firasat tak enak menoleh kebelakang dan membulatkan matanya begitu melihat mobil yang hampir mendekat kearah mereka. Dengan sigap tuan El melindungi Lamha dan membawanya menjauh dari tempat itu.


Chiiiiitttt


Bruakkk!!


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya tuan El yang kini berada dibawah tubuh Lamha.


"Mas itu tadi..." tanya Lamha dengan bibir bergetar, bukan hanya bibirnya saja, namun tubuhnya juga bergetar menahan keterkejutan. Lamha menangis mengucap syukur karena masih diberi keselamatan. Orang-orang yang kebetulan lewat langsung berhamburan menghampiri mereka dan mobil yang masuk kedalam sawah.


"Bapak tidak apa-apa?" tanya salah satu warga.


"Enggak apa-apa kok, saya dan istri saya hanya lecet saja." ucap tuan El.


"Syukurlah pak, itu yang didalam mobil sepertinya pingsan." ujar salah satu warga yang mengecek mobil yang terperosok kedalam sawah tersebut. Lamha memicingkan matanya, sepertinya dia ingat mobil hitam itu. Ah ya! itukan mobil Nickholas! tebak Lamha.


"Mas, itu kok seperti mobil pak Nickholas mas?" tanya Lamha.


"Dari mana kamu tahu kalau itu mobil Nickholas?" tanya tuan El.


"Karena tempo hari dia sempat membeli dagangan Lamha mas dan dia kan memang sedang ada dikampung ini." terang Lamha.


"Ini aneh..." gumam tuan El yang mencium bau-bau bangkai dibalik ini semua.


Warga buru-buru menolong Nickholas dan membawanya ke klinik terdekat. Tuan El dan Lamha ikut kesana untuk memastikan keadaan Nickholas yang saat ini tidak sadarkan diri.


//


"Jadi dia sempat kerumah dan mau pesan kue sama kamu?" tanya tuan El sedikit terkejut dengan pengakuan Lamha.

__ADS_1


"Iya mas." ucap Lamha.


"Dengar, saya bukannya su'udzhon tapi saya minta sama kamu, tolong jangan mau didekati orang asing, Nickholas itu orang asing sayang, dia hanya rekan bisnis yang belum begitu lama saya kenal. Jadi saya minta, jangan mau menemuinya lagi dan lebih hati-hati." ucap tuan El.


"Iya mas." jawab Lamha patuh. Setelah beberapa saat kemudian, asisten Ron dan dua anak buah tuan El datang ke klinik itu. Tuan El langsung mengajak asisten Ron untuk bicara empat mata. Dia sangat serius sepertinya kali ini asisten Ron mendapat tugas dadakan.


"Kita pulang saja sayang, disini biar Ron dan dua botak yang mengurus." ucap tuan El.


"Tapi mas, dia..."


"Tidak apa-apa kamu tenang saja, Ron bisa diandalkan. Kita pulang saja, istirahat. Ingat kamu belum minum susu dan vitamin lo." tuan El mengingatkan.


"Ya udah mas." ucap Lamha menurut.


Sesampainya dirumah tuan El langsung masuk kedalam kamar dan mengajak Lamha untuk ikut masuk.


"Masih pagi kok dikamar loh mas." protes Lamha.


"Sebentar, saya mau bicara penting." ucap tuan El.


"Sebaiknya kita secepatnya pergi dari sini ya sayang. Kita kembali ke Jakarta." ajak tuan El.


"Loh tapi kenapa mas?" tanya Lamha dengan wajah bingung.


"Disini tidak aman. Sepertinya ada orang yang mau mencelakai kamu, saya takut terjadi sesuatu yang buruk padamu." ucap tuan El.


"Mas, Lamha..."


"Percaya sama saya sayang, menurut lah. Ini yang terbaik." ucap tuan El.


"Tapi..."

__ADS_1


"Kamu percaya sama saya kan?" tanya tuan El. Lha mengangguk patuh.


"Jadi kapan kita ke Jakarta?" tanya Lamha.


"Hari ini juga, biar anak buah saya yang mengurus semuanya." ucap tuan El.


"Iya mas. Ya udah Lamha bilang ibu dulu ya." ucap Lamha. Tuan El mengangguk dan mengikuti Lamha kedapur karena ibunya Lamha tengah berada di dapur.


"Bu, kita pindah lagi ke Jakarta ya?" ajak Lamha.


"Loh kok mendadak?" tanya ibunya Lamha.


"Karena ini penting bu, demi keselamatan Lamha." sahut tuan El.


"Memangnya Lamha kenapa?" tanya ibunya Lamha.


"Tidak apa-apa, hanya saja firasat saya mengatakan ada orang yang mencoba mencelakai Lamha." ucap tuan El. Ibunya Lamha nampak berfikir.


"Kalau begitu pergilah. Ibu dan Novi tetap disini karena masih ada beberapa urusan yang belum diselesaikan." ucap ibunya Lamha.


"Tapi bu, bagaimana jika..."


"Tidak nak, kamu harus ikut suami kamu, ibu yakin ibu dan Novi akan baik-baik saja disini, setelah semua selesai, ibu akan segera menyusul ke Jakarta." ucap ibunya Lamha.


"Tapi bu..."


"Kita duluan saja Lamha, saya akan menyuruh dua botak untuk menjaga rumah ini selama 24 jam. Kalau perlu saya panggil anak buah saya yang lain." ucap tuan El.


"Ya sudah kalai begitu Lamha berangkat duluan, ibu hati-hati dan jaga diri baik-baik." ucap Lamha.


"Iya sayang. Nak El, ibu pesan, jangan kecewakan Lamha lagi ya. Jangan sakiti dia lagi. Atau wajan dan dandang gosong menunggumu." ancam ibunya Lamha.

__ADS_1


"Eh, iya bu hehe.." tuan El salah tingkah. Haduhh! membayangkan nya saja sudah menyeramkan apalagi jika sampai kejadian. Pokoknya kapok deh!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2