
Ron menyematkan cincin yang dibelinya dijari manis Mia.
"Ini hanya sebagai pengikat saja, besok ketika kita menikah, aku akan membelikan yang lebih bagus dari pada ini." ucap asisten Ron sambil mengenakan kembali pakaiannya yang tadi sempat dilepas.
"Ini juga sudah bagus, cantik dan simple aku suka." jawab Mia. Asisten Ron hanya tersenyum sekilas.
"Oh iya, bagaimana kalau kamu tinggal di apartemen ku saja? jangan disini." ucap asisten Ron.
"Em... memangnya tidak apa-apa?" tanya Mia ragu-ragu. Dian takut jika mereka sampai kelepasan.
"Tidak apa-apa, aku malah senang, lagi pula apartemen ini kan milik tuan El. Aku takut jika hal ini akan menimbulkan masalah dalam keluarga nya jika kamu masih tinggal disini." ucap asisten Ron.
"Baiklah. Lagi pula aku sudah mengemas semua barang-barangku. Jadi kita tinggal pindah saja." ucap Mia.
"Kau tidak tersinggung kan dengan ucapanku?" tanya asisten Ron.
"Tidak. Kenapa harus tersinggung, El bukan siapa-siapa ku sekarang. Jadi sudah semestinya aku pindah dari sini." ucap Mia sambil berjalan mendekati Ron lalu melingkarkan tanganya ditubuh Ron.
__ADS_1
"Bawa aku pergi bersamamu. Kemanapun aku mau, asalkan bersamamu." ucap Mia.
//
Setelah mengantar Mia ke apartemen miliknya, Ron kembali ke perusahaan karena sejak tadi tuan El tak berhenti menghubunginya. Begitu sampai diruangan tuan El, Ron sudah disambut dengan banyaknya pekerjaan dan juga berkas-berkas yang menumpuk.
"Dari mana saja Ron? kau tahu, aku sangat pusing, ini banyak sekali. Kepala ku rasanya mau pecah saat membaca berkas-berkas itu." ucap tuan El sambil memijat kepalanya. Mungkin karena efek ngidam yang belum sembuh, dia masih sering mual1qqq.
"Akan saya baca dan saya periksa satu persatu tuan." ucap asisten Ron sambil mengambil berkas itu satu persatu. Namun, karena jaraknya yang berdekatan, tuan El tak sengaja mencium aroma parfum Mia yang menempel di baju Ron. Dan dia sangat kenal wangi itu, wangi Mia memang khas, karena farfumnya yang bermerk dan limited edition.
"Ron, bau farfum siapa itu? kenapa aku merasa tidak asing dengan baunya?" tanya tuan El menyelidik.
"Kau yakin? kau tidak sedang berbohong kan? karena setahuku farfum ini milik Mia,"ucap tuan El.
"Itu mungkin hanya kebetulan tuan, memangnya hanya Mia yang memiliki farfum dengan wangi seperti ini?" asisten Ron kembali berbohong. Dia masih belum siap memberitahukan hubungannya dengan tuan El karena merasa ini bukan waktu yang tepat, apalagi mood tuan El masih sering berubah-ubah efek ngidam yang melanda nya.
"Oh iya, mungkin saja benar, tapi aku ingatkan Ron. Jangan sampai berhubungan dengan wanita seperti Mia, walaupun aku tadi melihat dia sudah banyak berubah, tapi entahlah, aku masih merasa jijik padanya. Mungkin karena aku pernah memergokinya berselingkuh secara langsung di apartemen ku." ucap tuan El.
__ADS_1
"Semua manusia tentu punya kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri, tidak selamanya jalaang akan menjadi jalaang. Begitupun sebaliknya, Tuhan maha pembolak balik hati manusia, kita tidak akan pernah tahu hidayah itu akan diberikan kepada siapa. Barang kali Mia sudah mendapat hidayah, anda jangan menilainya hanya karena masa lalu, menghakiminya seakan dia manusia paling hina tuan. Maaf saya hanya memberi saran." ucap asisten Ron yang tak terima kekasihnya dihina tuan El. Karena Ron merasa yakin jika Mia benar-benar sudah berubah, buktinya Mia tak mau diajak bercinta olehnya. Jika Mia masih menjalaang, tentu saja dia tak akan menolak dan menyia-nyiakan kesempatan didepan matanya.
"Ya, lupakan soal Mia, lalu bagaiamana soal kasus istriku, Apa kamu sudah menemukan saksi kunci yang menghilang itu? saksi atas kejahatan yang dilakukan seseorang kepada istriku. Aku merasa ini ada kaitannya dengan Mia." ucap tuan El yang lagi-lagi membahas Mia, padahal dia sendiri yang mengatakan jangan membahas Mia.
"Kenapa anda terus menyeret Mia tuan? sebegitu bencinya kah anda padanya?" tanya asisten Ron. Tuan El menautkan alisnya, aneh! sejak tadi Ron selalu membela Mia? ada apa ini? apa ada udang dibalik bakwan?
"Kau kenapa Ron? sejak tadi kau selalu membela Mia, dan seperti tak terima aku menjelekkannya? aku menyeret Mia dalam kasus ini karena Mia adalah orang yang paling tidak suka jika aku dan Lamha bersatu. Dia yang paling sakit hati, karena gagal ku nikahi. Wajar kan aku curiga padanya?" ucap tuan El telak. Asisten Ron gelagapan, seperti maling yang ketahuan. Namun bukan Ron namanya kalau tak bisa ngeles.
"Ya kau benar tuan, tapi apa Mia memiliki power sebesar itu dinegara ini hingga bisa menutupi kasus sebesar ini? seorang model yang luntang lantung, tempat tinggalnya saja masih di apartemen anda, saya kira jika pun dia melakukan kejahatan, hanya mampu membayar preman receh saja tuan." ucap Asisten Ron menjelaskan.
"Ya kau benar, masuk akal." ucap tuan El.
"Tapi kira-kira siapa ya Ron? aku merasa tidak punya musuh." ucap tuan El menerka-nerka.
"Ada seseorang yang saya curigai tuan, tapi karena belum memiliki bukti yang cukup dan masih dalam penyelidikan, saya belum berani kasih kesimpulan apa-apa, nanti kalau sudah pasti, saya pasti akan langsung memberitahu anda secepatnya." ucap asisten Ron.
"Apa Nickholas?"
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁