
Novi tak menyangka jika Nickholas menikahinya hanya untuk dijadikan alat balas dendam kepada tuan El. Ya, semenjak sampai di Paris, sikap Nickholas berubah dingin dan kasar, dia tak segan-segan membentak Novi jika Novi melakukan kesalahan. Tapi kekasarannya kepada Novi hanya dalam bentuk Verbal bukan secara fisiik atau main tangan.
Dirumah megah ini Novi dijadikan pembantu, dia ditugaskan untuk memasak, bersih-bersih dan melayani kebutuhannya tanpa ada pelayan lain yang membantu. Novi tidak keberatan, tapi yang membuat nya sedih adalah saat Nickholas mengatakan jika dia menikahi nya hanya demi membalas kan dendam kepada tuan El. Nick juga mengatakan tidak akan menyentuh Novi walau hanya seujung kuku, karena Novi bukan tipenya dan mereka tidak selevel. Novi juga tak diperkenankan untuk menggunakan ponsel atau alat komunikasi lainnya, sehingga dia merasa seperti berada didalam penjara.
Malam hari
"Nov! Novi!" Nick berteriak dengan keras hingga suaranya itu menggelegar ke seluruh penjuru ruangan, terutama ruang makan tempat nya berada. Novi yang baru saja selesai melaksanakan shalat isya' buru-buru melepas mukena nya, kemudian menghampiri Nickholas.
"Ada apa tuan?" tanya Novi.
"Kenapa tidak ada makanan? kenapa hanya ada roti dan selai? kamu tidak masak? dasar pemalas!" tanya Nickholas.
"Novi tidak tahu cara menghidupkan kompornya tuan. Novi juga tidak tahu cara mengolah bahan-bahan makanan yang ada dikulkas." jawab Novi jujur.
"Ck! dasar gadis kampung!" Nickholas merasa geram, tapi alasan Novi memang masuk akal. Disini tidak ada siapapun, tidak ada pembantu dan hanya ada dua orang penjaga. Dia juga ingat saat dia mengatakan Novi tak boleh berkomunikasi dengan siapapun.
"Jadi kamu juga belum makan?" tanya Nickholas.
"Sudah, makan roti tadi." jawab Novi.
"Aku akan memesankan makanan. Dan besok kita belanja bahan makanan khas Indonesia." ucap Nickholas.
"Iya," jawab Novi sambil menunduk.
"Kalau pengantar makanan nya sudah datang bawa masuk ke dalam, dan sajikan, lalu panggil saya. Sekarang saya mandi dulu." ucap Nickholas sambil berlalu menuju kamarnya dilantai atas.
__ADS_1
Tidak lama kemudian seorang pengantar makanan tiba dikediaman Nickholas. Dan dipersilahkan masuk oleh para penjaga rumah Nickholas.
Ting tung ting tung!
Suara bel membuyarkan lamunan Novi, dia berlari tergopoh-gopoh menuju pintu depan untuk membukakan pintu.
Klek
"Excuse me miss, i want to deliver the food that mr. Nickholas ordered (Permisi nona, saya mau mengantarkan makanan yang dipesan oleh tuan Nickholas)" ucap nya dalam bahasa Inggris. Novi kebingungan, dia tidak bisa bahasa Inggris. Tapi melihat makanan di tangan pria itu, Novi tahu jika dia adalah pengantar makanan.
"Mister tunggu disini. Wait ya, saya panggil tuan Nickholas dulu." ucap Novi sebisanya.
"Kamu orang Indonesia?" tiba-tiba kurir pengantar makanan itu bicara dalam bahasa Indonesia.
"Iya, anda bisa bahasa Indonesia juga?" tanya Novi antusias.
"Saya Novi, saya dari jawa barat." ucap Novi sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Senang berkenalan dengan kamu Nov, oh iya kamu disini kerja atau pemilik rumah ini?" tanya Fauzan.
"Saya..."
"Nov! Novi!" Nickholas berteriak kencang sekali membuat Novi panik dan mengambil makanan ditangan Fauzan dengan cepat.
"Maaf saya buru-buru, tuan Nick memanggil saya. Makanannya udah dibayar kan?" tanya Novi.
__ADS_1
"Iya ya udah kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum" ucapnya.
"Waalaikumsalam," jawab Novi, setelah menutup pintu dia buru-buru ke ruang makan dimana Nickholas tengah menunggunya.
"Lama banget sih! ngapain aja?" tanya Nick dengan emosi.
"Maaf tuan, tadi kurirnya ngomong pakai bahasa Inggris saya enggak ngerti." jawab Novi.
"Tadi enggak bisa nyalain kompor, enggak tahu bahan makanan, sekarang enggak tahu bahasa Inggris, kamu bisa nya apa sih?!" ucap Nickholas ketus.
"Sa-saya..."
"Cepet siapin! saya lapar!" potong Nickholas.
"Baik tuan," Novi buru-buru memindahkan makanan itu kedalam piring dan menyajikannya ke hadapan Nickholas.
"Kamu fikir saya bisa makan sebanyak ini?" tanya Nickholas.
"Tapi..."
"Bagi dua! yang separuh kamu yang makan! kebiasaan resto disini kalau delivery selalu saja porsinya banyak!" ucap Nickholas berbohong, padahal dia sengaja memesan dengan porsi lebih banyak agar Novi ikut makan. Tapi Dia gengsi untuk mengakuinya. Dan malam itu akhirnya Novi dan Nickholas makan berdua. Namun suasana hening tanpa pembicaraan apapun.
//
"Apa mas, Novi dibawa Nick pergi?'' Lamha menutup mulutnya rapat-rapat.
__ADS_1
"Iya, maafkan mas El karena terlambat" jawab tuan El sendu.
🍂🍂🍂🍂🍂