LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Mia Lagi


__ADS_3

Baru saja sampai diruangannya, senyum tuan El yang tadinya mengembang sempurna kini langsung padam saat melihat kehadiran Mia diruangannya.


"Halo honey..." ucap Mia tanpa tahu malu.


"Mau apa lagi kamu kesini?" tanya tuan El dingin.


"Apalagi kalau bukan menuntut hak ku." jawab Mia santai.


"Hak apa hah?!" tanya tuan El yang merasa jengah dengan ketidaktahuan diri Mia.


"Tentu saja menjadi nyonya Graham." jawab Mia yang lagi-lagi terlihat santai.


"Kamu terlalu percaya diri Mia, jangan mimpi aku akan menikahi wanita jaalaang seperti mu!" ucap tuan El.


"Oke.. tidak masalah, tapi jangan salahkan aku jika aku mengambil baby A darimu, karena yang ku tahu baby A adalah anak pria lain. Yang itu artinya kau tidak punya hak sama sekali atas baby A." ucap Mia yang langsung memantik emosi tuan El.


"Jangan macam-macam sialan! awas saja jika berani mengusik anakku!" ucap tuan El dengan wajah memerah.


"Jangan emosi sayang, ini masih pagi. Aku sudah memberimu penawaran, tapi kamu tidak mau. Jadi... dengan sangat terpaksa kita akan bertemu dimeja hijau." ucap Mia dengan senyum menyeringai.


"Sialan!" tuan El yang sudah sangat emosi berjalan menghampiri Mia dan hendak mencekiknya, namun tiba-tiba asisten Ron datang dan mencegah semua itu.


"Tuan, anda sudah ditunggu diruang rapat. Nona Mia biar saya yang urus." ucap asisten Ron yang mengerti akan kerisauan tuan El.


"Baiklah" jawab tuan El. Namun baru saja berbalik, Mia kembali bersuara.


"Ingat pesanku honey, aku beri waktu satu malam untukmu memikirkannya." ucap Mia. Tuan El tak menggubris dan melanjutkan langkahnya menuju ruang rapat.


Tinggalah kini Mia dan asisten Ron diruangan itu.


"Jadi anda mau keluar sendiri atau aku panggilkan security?" tanya asisten Ron.


"Cih! baru juga jadi asisten, lagaknya sudah seperti presdir! asisten dan pembokat itu cuma beda nama tapi kerjaannya sama aja! jadi tidak perlu menyombongkan diri dihadapanku, karena kita tidak selevel!" ejek Mia.

__ADS_1


"Jangan banyak omong, waktuku terlalu berharga jika dihabiskan untuk mengobrol dengan orang gila sepertimu." ucap asisten Ron.


"Memangnya siapa yang mau berlama-lama bicara dengan manusia rendahan seperti mu! huh!" Mia meraih tasnya dan pergi dengan kesal dari ruangan tuan El.


"Dasar ular betina!" ucap asisten Ron.


***********


Siang hari di kantor


"Suami saya ada diruangannya mbak?" tanya Lamha kepada sekretaris yang waktu itu sempat menolak dan menghinanya.


"A-ada bu." jawab Laura sekretaris tuan El.


"Baik terimakasih." ucap Lamha dengan senyum mengembang. Dia sengaja memberi kejutan kecil kepada tuan El dengan mengantarkan makan siang yang dia masak sepenuh hati.


Tok Tok Tok


Klek!


"Assalamualaikum mas El." sapa Lamha sembari melepas cadarnya dan menampilkan senyum manis yang hanya dipersembahkan untuk suaminya.


"Waalaikumsalam, Loh kok enggak bilang mau kesini?" tanya tuan El sedikit terkejut.


"Mas El enggak suka Lamha kesini?" Lamha balik bertanya.


"Bukan gitu, tapi... ah ya sudah, mau apa kesini?" tanya tuan El yang kini sudah selesai merapikan kembali berkas-berkas dimejanya dan menghampiri Lamha yang sudah duduk di sofa.


"Mau nganterin makan siang." jawab Lamha sembari meraih tangan tuan El dan menciumnya dengan khidmat.


"Memangnya enggak merepotkan?" tanya tuan El.


"Enggak kok, Lamha malah seneng, sekalian main." jawab Lamha.

__ADS_1


"Ya udah siapin, saya mau makan sekarang." ucap tuan El. Lamha mengangguk lalu membuka kotak nasi yang dibawanya dan mengambil air putih yang sudah tersedia diruangan itu kemudian menyerahkannya kepada tuan El.


"Kamu enggak makan?" tanya tuan El.


"Udah dirumah." jawab Lamha.


"Ya udah." baru akan menyuapkan nasi kemulutnya Lamha keburu menahannya.


"Tunggu dulu mas."


"Apa lagi?" tanya tuan El yang sudah tak sabaran karena makanan itu terlihat sangat enak.


"Berdo'a dulu." ucap Lamha dengan senyum manisnya. Tuan El menghela nafas lalu kemudian membaca do'a sebelum makan dan mulai memasukan tiap sendok nasi beserta lauk-pauknya kedalam mulutnya. Dan benar saja, masakan Lamha selalu saja berhasil memanjakan lidahnya. Setelah beberapa menit, makanan itu tandas tak tersisa.


"Alhamdulillah, enak." ucap tuan El setelah meminum air putih yang sudah disiapkan Lamha.


"Alhamdulillah kalau mas El suka." ucap Lamha.


"Saya selalu suka apa yang kamu buat dan apa yang ada dalam dirimu." ucap tuan El seraya memandang wajah Lamha yang selalu terlihat cantik dimatanya. Lamha merona mendengar pujian dari tuan El.


"Mau Lamha pijitin mas?" tawar Lamha.


"Boleh, memangnya bisa mijit?" tanya tuan El.


"Bisa. Mas El balik badan." titah Lamha, tuan El menurut dan membalikkan badannya. Lamha mulai memijat pundak tuan El, bagi Lamha ini suatu jalan untuknya mendapat keridho'an Allah karena menyenangkan suami. Dia sangat senang tuan El terlihat menikmati tiap pijatan darinya. Sesekali Lamha memijat kepala tua El yang langsung membuat tuan El merasa bebannya sedikit berkurang karena masalah yang diperbuat Mia. Saking keenakannya, tuan El sampai memejamkan matanya dan...


Bugh


Tuan El merebahkan diri dipangkuan Lamha dan memandang wajah Lamha dari bawah lalu tangan kanannya mengelus lembut pipi Lamha, membelainya sebentar lalu turun kebibir merah ranum dan dagu Lamha yang seperti terbelah itu.


"Yo're so beautiful." ucap tuan El sambil menatap ingin.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2