LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Plan B


__ADS_3

Keesokan harinya saat tuan El dan Lama tiba di kediaman keluarga Graham mereka disambut oleh mama Grace dan ibunya Lamha. Kebahagiaan tak henti-hentinya mengalir di keluarga mereka. Apalagi tuan El yang semakin posesif terhadap Lamha. Namun dibalik itu semua ditempat lainnya di sebuah apartemen mewah, ada sepasang manusia yang tengah merencanakan sesuatu untuk dijalankan. Sebuah rencana penculikan yang direncanakan dengan sangat matang. Mereka bahkan dengan sengaja menaruh mata-mata kedalam rumah tuan El.


"Aku dengar mereka akan bulan madu ke Paris. Kurasa itu akan sangat merepotkan." ucap Mia.


"Tenanglah akan ada kesempatan dibalik kesempitan." ucap Nickholas menyeringai.


"Hm, kau memang yang terbaik mr. Iko," goda Mia. Tangannya merayap ke punggung Nockholas dan meraba-raba tubuh kekar pria tampan tersebut. Nickholas berbalik dan menangkap tangan Mia agar tak semakin jauh menggodanya.


"Aku tidak suka barang bekas dan toilet umum yang sembarang orang bisa memasukinya." ucap Nickholas dengan tatapan sinis. Mia terkesiap, dia merasa terhina saat dengan gamblang pria itu menghinanya.


"Apa maksudmu? aku bukan toilet umum Nick!!" hardik Mia.


"Sudahlah Mia, diantara kita hanya ada perjanjian diatas kertas, kita saling membutuhkan untuk menghancurkan Libra, tidak lebih dari itu. Aku tidak butuh tubuhmu!" ucap Nickholas.


"Tapi... "


"Tidak ada tapi-tapian, berapa yang kau minta untuk menyewa seorang gigolo? katakan saja, aku akan memberikan uang itu untukmu." ucap Nickholas merendahkan Mia.


"Aku... " Mia mengepalkan kedua tangannya lalu mengambil tasnya dan keluar dari apartement milik Nickholas dengan perasaan marah bercampur kesal.


"Bodoh sekali Libra Graham bisa tergoda dengan jalaang seperti Mia. Tapi bagus lah, justru karakternya yang mudah goyah memudahkanku untuk menghancurkannya." ucap Nickholas menyeringai. Dia mencengkram kuat gelas ditangannya hingga gelas itu remuk, saat itu dia membayangkan jika gelas itu adalah Libra Graham, pria yang mengambil dan merebut cinta pertamanya yang kini sudah menjadi segunduk tanah.


//


"Sayang mas El hari ini mau ke kantor dulu mau mengurus beberapa pekerjaan supaya semuanya lancar dan beres saat kita bulan madu nanti." jelas tuan El.


"Iya mas, oh iya mas, Lamha izin ke supermarket ya, ada beberapa barang yang perlu dibeli." ucap Lamha.

__ADS_1


"Iya sayang. Tapi ingat diantar supir ya, baby A biar dirumah saja biar nanti kamu tidak kerepotan." pesan tuan El.


"Iya mas." jawab Lamha.


"Kalau begitu mas El berangkat dulu ya. Kamu hati-hati, dan jangan sampai kelelahan karena kamu harus menyiapkan tenaga untuk nanti malam." ucap tuan El me menggoda.


"Iya." jawab Lamha tersenyum malu-malu. Lalu mencium tangan tuan El dengan takzim setelah itu gantian tuan El. yang mengecup kening dan bibir Lamha sekilas.


//


Lamha sudah selesai berbelanja beberapa barang kebutuhan yang diperlukannya. Namun saat diparkiran dia tak menemukan keberadaan mobilnya diparkiran itu. Lalu ada dua orang lelaki yang tiba-tiba mendekat dan memaksa dirinya untuk masuk ke sebuah mobil. Lamha meronta-ronta dan berteriak meminta pertolongan. Namun suasana parkiran yang saat itu tengah sepi membuat Lamha ketakutan karena tak ada orang yang bisa menolongnya. Namun tiba-tiba...


Bugh


Bugh


Bugh


"Kamu enggak apa-apa?" tanya pria itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah ustadz Sulaiman.


"Enggak apa-apa ustadz. Saya... hanya sedikit terkejut, terimakasih ustadz sudah menolong saya."


"Kamu Lamha?" tanya ustadz Sulaiman sedikit terkejut saat mengetahui wanita yang ditolongnya ternyata adalah Lamha.


"Iya ustadz." jawab Lamha.


"Mobil kamu mana? kenapa sendirian?" tanya ustadz Sulaiman.

__ADS_1


"Em, enggak tahu ya. Coba Lamha coba hubungi dulu pak supirnya." ucap Lamha. Lamha tak tahu jika saat ini pak supir tengah mengisi bahan bakar untuk mobil nya di SPBU terdekat.


"Disini sepi kita tunggu di tempat makan aja." tawar ustadz Sulaiman.


"Iya ustadz." ucap Lamha. Setelah itu mereka ber sama-sama menuju kedai kecil yang berada tak jauh dari tempat perbelanjaan tersebut. Dari kejauhan ada seseorang yang tengah menyeringai dengan senyuman jahatnya.


"Plan B! " ucapnya.


Beberapa saat kemudian...


Lamha dan ustadz Sulaiman sudah berada dikedai makanan untuk menunggu pak Sopir. Mereka memesan minuman yang sama, orange juice. Sambil menunggu pesanan jadi, ustadz Sulaiman mengajak Lamha untuk berbincang.


"Lain kali hati-hati ya, disini rawan kejahatan. Dan wanita adalah sasaran empuk dari kejahatan itu snediri karena dianggap lemah." ucap ustadz Sulaiman.


"Iya ustadz." jawab Lamha sambil menunduk.


"Oh iya ustadz, soal tempo hari disaat suami saya memukul ustadz saya minta maaf ya, dia salah daham." ucap Lamha yang teringat akan kejadian tak mengenakkan hati tersebut.


"Iya enggak apa-apa Lamha, saya sudah melupakan semua itu." ucap ustadz Sulaiman. Dan disaat bersamaan minuman yang mereka pesan akhirnya datang dan disajikan kehadapan Lamha dan ustadz Sulaiman.


"Ayo diminum dulu. Kamu pasti masih shock" ucap ustadz Sulaiman. Tanpa ragu mereka mulai menyedot minuman segar itu hingga tersisa tinggal setengahnya.


"Alhamdulillah, kalau begitu saya permisi dulu ya Lamha, soalnya kepala saya rada pusing." ucap ustadz Sulaiman yang tiba-tiba merasa pusing.


"Iya ustadz." Jawab Lamha yang juga merasa kepalanya sedikit berputar-putar.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


__ADS_2