LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Nikah


__ADS_3

"Dia siapa sayang?" tanya Ron.


"Nickholas." jawab Mia.


Deg


Benar dugaannya selama ini. Nickholas lah dalangnya.


"Sesuai dengan dugaanku. Tapi yang tidak aku mengerti kenapa dia begitu dendam pada tuan El?" tanya Ron.


"Karena El merebut kak Pat darinya." jawab Mia.


"Oh, astaga...! hanya karena cinta dia sampai buta!" ucap Ron sambil memijat pelipisnya.


"Ya cinta nya kepada kak Pat memang buta." jawab Mia.


"Itulah kenapa selama ini aku tidak tertarik dengan wanita," ucap Ron.


"Dan apa kamu menyesal menjalin hubungan denganku? karena secara tidak langsung aku akan membuat hubungan mu dengan El renggang. Aku yakin El tidak akan diam saja setelah mengetahui jika aku ikut terlibat di dalamnya." ucap Mia.


"Ya aku menyesal! kenapa tidak dari dulu saja kita bertemu." ucap Ron sambil mengecup bibir Mia dengan lembut.


"Terimakasih karena sudah mau jujur padaku." ucap Ron lembut.


"Bantu aku untuk minta maaf kepada istrinya El." ucap Mia dengan mata berkaca.


"Akan akun usahakan." ucap Ron.


"Terimakasih, maaf merepotkanmu." ucap Mia sambil mengeratkan pelukannya.


"Tidak, apapun akan kulakukan untukmu." ucap Ron.


"Honey, aku sudah tidak sabar," ucap Mia sambil memainkan jari-jarinya di dadda Ron.


"Bagaimana jika kita menikah siri dulu. Agar kita tidak terlalu jauh berbuat dosa. Ayah mu kan sudah meninggal, kamu juga tak memiliki adik ataupun kakak lelaki. Jadi kita bisa memakai wali hakim." ucap Ron.

__ADS_1


"Tapi aku takut mama marah, aku belum memberitahunya soal hubungan kita." ucap Mia.


"Kita beritahu setelah urusan disini selesai, maaf Mia, aku juga tak bisa menahan ini lebih lama lagi. Kita harus segera menikah." ucap Ron.


"Ya sudah aku setuju, aku ikut apa maumu." jawab Mia.


"Besok kita cari penghulu dan saksi ya." ucap Ron.


"Hm!" jawab Mia.


"Mau kan menikah denganku?" tanya Ron.


"Mau. Aku mau." jawab Mia.


//


Keesokan harinya Ron meminta izin untuk tidak masuk kerja, awalnya tuan El keberatan karena pekerjaan sudah menumpuk. Tapi karena ini kali pertama Ron meminta izin cuti selama bekerja dengannya, maka tuan El tak bisa menolak. Walaupun dia sendiri merasa penasaran, ada urusan penting apa yang membuat Ron sampai harus izin kerja.


Ditempat lainnya, di sebuah masjid di jakarta Ron dan Mia kini sudah sah menjadi sepasang suami istri secara agama, namun belum diakui secara negara. Tapi tetap saja itu tak menutupi kebahagiaan yang kini dirasakan oleh Mia yang masih belum percaya jika dia akan diperistri oleh asisten Ron.


"Sama-sama, terimakasih juga karena sudah mau menjadi istriku." ucap Ron dengan penuh cinta.


Beberapa saat kemudian...


Apartemen


Mia membantu Ron melepas jas hitam yang menempel di tubuh Ron, karena pernikahan ini dilakukan secara sederhana, Mia dan Ron sama sekali tak memakai pakaian yang mewah dan berdandan dengan wah. Hanya memakai baju muslim yang tertutup saja.


"Kamu sangat cantik ketika berhijab seperti ini, aku sampai pangling tadi." ucap Ron sambil mengelus pipi Mia dengan lembut.


"Benarkah? jika kamu menyukainya, aku akan mengenakannya setiap hari." ucap Mia semangat.


"Berhijab lah karena Allah, karena itu perintah dari Allah. Bukan karena aku." ucap Ron sambil mengelus kepala Mia.


"Iya, aku akan belajar. Bantu aku untuk menjadi wanita baik-baik." ucap Mia.

__ADS_1


"Aku juga masih belajar, kita belajar sama-sama." ucap Ron sambil menatap Mia dengan sayang.


"Boleh aku melakukannya?" tanya Ron.


"Melakukan apa?" tanya Mia malu-malu.


"Melakukan sesuatu yang sangat kau inginkan." jawab Ron.


"Ish! jadi hanya aku yang menginginkan nya? kamu tidak?" tanya Mia kesal.


"Tidak! tidak hanya ingin, tapi sangat, sangat, sangat, sangat, ingin!!" bisik Ron ditelinga Mia.


"Jadi kamu lebih menginginkannya dari pada aku?" tanya Mia.


"Ya, tentu saja. Siapa yang tidak ingin tidur dengan seorang Mia, model cantik dan seksii, aku juga ingin merasakan kehebatannya diatas ranjang. Seperti apa ya rasanya." goda Ron dengan kerlingan nakal.


"Jangan bicara seperti itu, aku jadi teringat masa lalu, aku merasa jadi jalaang lagi." ucap Mia sambil terisak. Ron tak menyangka ucapannya malah menyinggung perasaan wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.


"I'm sorry baby. Don't cry again!" ucap Ron sambil membawa Mia kedalam pelukannya.


"Aku minta maaf, karena tak dapat memberikan mu mahkoota seorang wanita." ucap Mia yang merasa gagal menjadi seorang wanita.


"Tidak masalah sayang, tidak apa-apa. Dimataku kamu masih perawaan bahkan lebih nikmat dari seorang perawaan." ucap Ron berusaha menghibur.


"Tapi..."


"Sudah jangan menangis lagi, kalau terus menangis kapan kita melakukannya, aku sudah sangat tidak sabar sayang ingin mencollok milikmu." ucap Ron dengan vullgarr.


"Ish! jangan begitu aku kan jadi malu." ucap Mia sambil menenggelamkan wajahnya di dadaa bidang Ron. Tanpa basa-basi dan tidak sabaran, Ron langsung menggendong tubuh Mia dan merebahkan nya diatas kasur.


"Are you ready to play with me baby? (apa kamu siap bermain denganku sayangku?)" tanya Ron.


"Yes, i'm soo ready!" jawab Mia mantap. Semantapp malam panass mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Welcome pembaca anyaran. Selamat datang di dunia perhaluan Cirata. Hatur nuhun, mohon dukungannya. Tinggalkan komentar dan likenya.


__ADS_2