
Ron dan Mia terkejut mendapati kedatangan tuan El yang tiba-tiba sudah ada didepan pintu apartemennya. Matanya menyalak merah saat melihat Mia dengan mesra menggandeng tangan Ron.
"Tuan, ada apa anda kesini?" tanya asisten Ron sambil berusaha menyembunyikan kegugupan nya.
"Jadi kau minta izin karena sedang sibuk berkencan dengannya?" tanya tuan El dengan nada dingin.
"Ya, aku dan Mia sedang..."
"Sudahlah, aku tunggu di mobil!" ucap tuan El memotong pembicaraan diantara mereka. Dia masih terkejut melihat semuanya, apalagi melihat cap stempel dileher Ron dan juga Mia yang artinya mereka sudah melakukan hal yang diluar batas. El perlu penjelasan.
Sementara Ron langsung menghela nafasnya dengan kasar lalu menatap Mia sejenak dan berusaha tersenyum.
"Ron aku takut El akan marah padamu." ucap Mia dengan wajah khawatir.
"Tenanglah, aku tahu cara menghadapi tuan El, jangan khawatirkan aku." ucap Ron sambil mengelus kepala Mia dengan sayang.
"Ya, berangkatlah." ucap Mia sambil mencium tangan Ron.
"Baik-baii disini, kalau bosan keluarlah, atau jika ada apa-apa langsung hubungi aku." ucap Ron dengan penuh perhatian.
"Yes honey," ucap Mia sambil tersenyum manis.
//
"Aku butuh penjelasan." ucap tuan El saat Ron sudah berada didalam mobilnya.
"Kemarin saya dan Mia menikah siri tuan." ucap Ron jujur.
"Waw kejutan apa lagi ini." ucap tuan El sambil tersenyum kecut.
"Apa anda marah karena saya menikahi mantan kekasih anda?" tanya asisten Ron.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak marah. Hanya menyayangkan saja kau masuk kedalam perangkap nya." ucap tuan El dengan nada dingin.
"Saya tidak masuk ke dalam perangkap siapapun tuan, cinta datang begitu saja." ucap Ron menjelaskan.
"Ck! kau sudah dibutakan oleh cinta Ron. Bahkan aku tak yakin dia bisa setia atau tidak denganmu. Aku hanya kasihan padamu Ron." ucap tuan El.
"Saya tidak butuh dikasihani oleh siapapun. Saya dan Mia saling mencintai dan saya yakin Mia sudah berubah." ucap Ron mantap.
"Ck! sudahlah, aku pusing bicara denganmu. Jika sampai dia selingkuh, jangan sekali-sekali mengeluh kepada ku." ucap tuan El.
"Tidak akan, Mia tidak akan selingkuh." ucap Ron mantap.
"Oke, sekarang kita bahas yang lain saja. Aku ingin menanyakan informasi tentang Nickholas." ucap tuan El.
"Kenapa dengan Nickholas?" tanya Ron bingung karena tuan El tiba-tiba menanyakan soal lelaki yang sedang diselidiki nya itu.
"Nick akan menikahi Novi, adiknya Lamha. Aku merasa ada yang janggal." ucap tuan El.
"Aku juga terkejut saat mendengarnya dari Lamha. Maka dari itu aku langsung datang kesini untuk menanyakan hal itu." ucap tuan El.
"Begini tuan, sebenarnya..." Ron bingung harus mengatakannya dari mana, sebab jika sampai tuan El sampai mengetahui jika Mia ikut terlibat di dalamnya sudah bisa dipastikan jika wanita yang berstatus sebagai istrinya itu akan mendekam di penjara. Ron tidak mau itu terjadi, dia memiliki rencana lain, dan untuk saat ini tuan El tidak boleh tahu sebelum rencananya itu terlaksana dengan baik.
"Sebenarnya apa?" tanya tuan El.
"Sebenarnya saya juga sedang menyelidiki Nickholas. Dan saran saya, sebaiknya pernikahan mereka ditunda dulu tuan, sampai saya dapat menemukan informasi akurat mengenai identitas Nickholas." ucap Ron.
"Hm, baiklah. Aku percayakan semua padamu." ucap tuan El.
"Tu-tuan, boleh sayQsqqq@aaa bertemu dengan nyonya Lamha?" tanya asisten Ron.
"Untuk apa bertemu dengan istriku?" tanya tuan El sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Begini, Mia ingin meminta maaf kepada nyonya Lamha. Katanya selama ini dia merasa banyak salah dan juga ingin belajar bagaimana menajdi wanita baik-baik." ucap Ron hati-hati. Tuan El termenung, dan menimang-nimang.
"Ya boleh, nanti saat jam makan siang. Tapi aku tidak ingin mereka ditinggal berdua. Kau harus menemani mereka, jangan sampai lengah. Bukan apa-apa aku hanya takut jika Mia belum benar-benar berubah, dan akhirnya membuat ulah dan membahayakan keselamatan calon anakku dan Lamha." jawab tuan El.
"Saya janji tuan, saya yang akan menjamin jika Mia tidak akan berbuat demikian." ucap Ron.
"Ya sudah." jawab tuan El.
//
Mia, Asisten Ron dan juga Lamha sudah berada di sebuah cafe yang jaraknya tidak jauh dari kantor tuan El.
"Jadi ada apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya Lamha tanpa berbasa-basi.
"Saya ingin minta maaf karena selama ini sudah menyusahkan kamu dan juga El." ucap Mia dengan tulus.
"Saya tidak merasa direpotkan sama sekali, tapi entah kalau suami saya, mungkin malah dia yang banyak anda repotkan." ucap Lamha.
"Saya juga sudah minta maaf pada El. Tapi bukan soal itu, ada hal lain yang ingin saya sampaikan." ucap Mia dengan wajah yang mulai gugup.
"Hal apa?" tanya Lamha penasaran.
"Saya... ini, soal kejadian tak menyenangkan yang terjadi padamu." ucap Mia. Lamha mulai mengepal akan tangannya, apa jangan-jangan Mia terlibat dengan semua ini?
"Apa anda pelakunya?" tanya Lamha.
"Bukan, tapi aku terlibat di dalamnya." jawab Mia sambil menunduk. Lamha memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan amarah yang mulai menjalar ke seluruh hatinya.
"Lalu siapa?" tanya Lamha dengan mata memerah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1