
Lamha bersikap seperti biasa, melayani tuan El dengan sebaik mungkin layaknya istri-istri lainnya. Tapi tak ada yang yang tahu isi hatinya tengah memendam rasa sakit karena suaminya malu memiliki istri sepertinya.
"Nanti enggak usah nganterin bekal ya, saya makan di kantin aja." pesan tuan El. Lamha hanya mengangguk, dia bisa menebak, semua itu pasti karena tuan El merasa malu jika Lamha ke kantornya. Dan dia lebih senang dan bangga jika Mia yang kesana menemaninya bekerja. Ya, Lamha sadar posisinya. Sepertinya berharap pada pria seperti tuan El sangatlah sia-sia belaka.
"Saya mau izin, nanti mau menghadiri kajian di *******" pamit Lamha.
"Kajian apa?" tanya tuan El.
"Kajian agama, belajar menimba ilmu agama di majelis. Sudah lama Lamha tidak hadir. Tuan El tak perlu khawatir, baby A akan Lamha ajak" jawab Lamha.
"Kenapa jadi berubah lagi sih panggilannya. Kemarin mas, sekarang tuan lagi!" ucap tuan El yang merasa kesal.
"Maaf, Lamha lupa" jawab Lamha yang tak mau memperpanjang masalah dan berujung perdebatan.
"Hm! ya udah saya izinkan, tapi jaga baby A baik-baik. Jangan lalai. Dan minta antar supir jangan naik taxi." ucap tuan El.
"Iya mas." jawab Lamha singkat.
"Saya berangkat dulu ya." ucap tuan El lembut. Lamha mencium tangan suaminya dan mengantar kedepan pintu. Lalu setelah itu berbalik hendak kembali ke dapur.
"Lamha" panggil tuan El.
"Iya?" jawab Lamha bingung.
Cup
"Baik-baik dirumah." ucap tuan El setelah mencium kening Lamha. Lamha merasa terkejut namun sedetik kemudian dia kembali sadar dan menepis perasaan tak tahu dirinya yang mengharap lebih atas sikap manis tuan El.
"Hati-hati dijalan" ucap Lamha sembari memaksakan senyumnya. Setelah itu tuan El pergi ke kantornya.
__ADS_1
**********
Siang hari sepulang dari majelis ta'lim tempat Lamha menimba Ilmu agama, dia mampir ke sebuah minimarket untuk mencari beberapa keperluan baby A dan dirinya. Dan tanpa sengaja disana dia bertemu dengan umi Maryam ibunda ustad Sulaiman, lelaki yang sempat melamarnya namun tak jadi menikah dengannya.
"Umi?"
"Lamha?"
Ucap umi Maryam dan Lamha secara bersamaan. Setelah itu mereka tersenyum dan saling berpelukan.
"Apa kabar sayang?" ucap umi Maryam.
"Alhamdulillah Lamha sehat-sehat umi. Umi kapan ke Jakarta? terus kesini dengan siapa?" tanya Lamha.
"Seminggu yang lalu, umi kesini sama Sulaiman, mau menghadiri acara wisudanya Fatimah." jawab umi Maryam.
"Masya Allah, Fatimah sudah wisuda? perasaan terakhir ketemu masih kecil ya umi." jawab Lamha yang langsung akrab berbincang dengan umi Maryam. Saat mereka asyik berbincang, ustadz Sulaiman menghampiri mereka.
"Iya ustadz." jawab Lamha yang langsung menundukan pandangannya.
"Apa kabar? ini anak kamu?" tanya ustadz Sulaiman.
"Alhamdulillah kabar Lamha baik. Ini baby A, anak sambung Lamha ustadz." jawab Lamha.
"Tapi udah seperti anak kandung sendiri ya, ada mirip-miripnya sama kamu." Lamha hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Umi kesana sebentar ya Lamha, ada yang mau dicari." pamit Umi Maryam.
"Iya umi." jawab Lamha.
__ADS_1
"Kamu mau belanja? suami kamu mana?" tanya ustadz Sulaiman.
"Iya. Papa nya masih kerja" jawab Lamha.
"Sini anaknya biar saya gendong, kamu belanja dulu aja." ucap ustadz Sulaiman.
"Enggak apa-apa ustadz, biar saya gendong aja. Nanti saya malah merepotkan ustadz." tolak Lamha.
"Enggak apa-apa Lamha, saya enggak merasa direpotkan kok. Sini, adek ganteng siapa namanya?" tanya ustadz Sulaiman sambil menoel pipi baby A. Lamha menyerahkan baby A ke pangkuan ustadz Sulaiman. Dan setelah itu dia mulai belanja mencari beberapa barang dan keperluannya.
Dan setelah selesai dengan barang belajaan ditangannya, Lamha kembali mencari keberadaan ustadz Sulaiman yang ternyata berada diparkiran minimarket itu tengah mengajak baby A bermain-main.
"Udah?" tanya ustadz Sulaiman.
"Udah nih." ucap Lamha sembari memperlihatkan barang bawaanya.
"Cepet banget. Tunggu umi sebentar ya, sepetinya umi masih kangen sama kamu" ucap ustadz Sulaiman.
"Iya ustadz." jawab Lamha.
"Ustadz enggak capek gendong baby A?" tanya Lamha.
"Enggak kok, ini dia juga seneng nih, lucu banget anak kamu. Bikin gemas." ucap ustadz Sulaiman yang nampak sayang terhadap baby A. Semua orang yang tidak tahu pasti mengira Lamha, ustadz Sulaiman, dan baby A adalah pasangan suami istri yang tengah berbahagia.
Namun ada satu orang yang kini tengah terbakar api cemburu hingga kepalanya terasa berasap. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Libra Graham, ayah kandung baby A yang tidak sengaja mampir ke minimarket berniat mencari air mineral. Namun pemandangan didepan matanya membuat tuan El seketika murka. Brak! tuan El menutup pintu dengan keras.
"Berikan anakku!" ucap tuan El yang datang-datang langsung esmoni!
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Et dah timbangan oleng maen esmoni aja datang-datang. Buehehe!