
Mia baru saja hendak masuk kedalam taxy online yang di pesannya, namun tiba-tiba ada seorang pria bertubuh tambun yang menarik tangannya.
"Ayo ikut!" ajak pria bertubuh tambun tersebut." ucap pria itu.
"Lepaskan aku brengsekk!" ucap Mia yang terus meronta.
"Tidak akan aku biarkan! kamu harus ikut denganku! kamu harus memuaskanku!" ucapnya dengan menyeret tubuh Mia.
"Tolong! tolong! siapapun tolong aku, ada pria gila!" Mia berteriak meminta tolong berharap ada seseorang yang mau menolongnya. Dan bagaikan sedang mendapat durian runtuh, Asisten Ron terlihat keluar dari perusahaan milik tuan El.
"Sayang!! Ron! honey! help me! help me!" ucap Mia sembari melambai-lambai kan tangannya, berharap asisten Ron mau menolongnya.
Sedangkan Ron yang merasa namanya dipangil, langsung menoleh kearah sumber suara. Dan dia melihat Mia sedang meronta dari cekalan pria bertubuh tambun.
"Dasar Jalaang seenaknya saja menyebutku sayang, honey! cuih menjijikan!" ucap asisten Ron dengan wajah mual.
"Honeeey! my lovely Ron, tolong aku...!" ucap Mia yang semakin kencang berteriak memanggilnya. Orang yang berada disana melirik asisten Ron dengan tatapan mengintimidasi. Mungkin mereka mengira asisten Ron begitu tega kepada kekasihnya sendiri. Dengan terpaksa demi menjaga nama baiknya, asisten Ron menolong Mia dari cekalan pria karung goni tersebut.
"Hei buntalan gabah! lepaskan atau ku buat kau menjadi adonan bakso!" ancam asisten Ron.
"Siapa kau berani sekali ikut campur urusan orang!" ucap pria itu bersungut-sungut.
"Aku..."
"Dia kekasihku! jadi lepaskan, atau kekasihku akan membuatmu mendekam dipenjara!" ucap Mia.
"Hahaha!! aku tidak percaya! paling juga dia pahlawan kesorean!" ucap pria bertubuh tambun tersebut. Asisten Ron yang tak suka berlama-lama langsung saja menerjang pria itu dengan tendangan mautnya, dia mengeluarkan segala jurus yang dimiliki nya hingga pria itu terjungkal dan terkapar.
"Aaa... Honeeey!!" Mia memeluk asisten Ron dengan posesif dan....
cup cup cup
__ADS_1
"Terimakasih, terimakasih honeeey!!" ucap Mia kegirangan. Semua orang yang melihat itu bertepuk tangan dengan riuh! Seolah sedang menyaksikan drama yang begitu ciamik.
"Lepaskan aku! menjauhlah!" ucap asisten Ron sambil melepas kasar tangan Mia yang melingkar ditubuhnya. Setelah itu dia menepuk-nepuk pakaiannya seolah Mia adalah sesuatu yang menjijikan. Tak lupa dia mengambil sapu tangannya dan mengelap wajahnya yang tadi diciumi oleh Mia. Mia tersinggung.
"Ron, aku bukan Kuman ataupun Bakteri yang membawa virus ke tubuhmu. Jadi tidak perlu sebegitunya juga." ucap Mia.
"Kau bahkan lebih buruk dari pada kuman! lebih menjijikkan!" ucap asisten Ron asal ceplos.
"Oh begitu? terimakasih atas pujian mu asisten Ron. Anda sangat romantis." ucap Mia dengan senyum kecutnya.
"Hei siapa yang memujimu! dasar Jalaang gila!" umpat asisten Ron.
"Tapi sayangnya kau payah dalam hal berciuman! kaku dan membosankan! pantas saja tidak ada wanita yang sudi berdekatan dengan mu! oh aku tahu jangan-jangan..."
"Jangan-jangan apa gila!?" asisten Ron makin dibuat kesal.
"Jangan-jangan kau suka main pedang-pedangan. Iyyuuuhh!!! hueekk!!" Mia pura-pura mual.
"Sialan! aku pria sejati, berani sekali kau menuduhku seperti itu." ucap asisten Ron tidak Terima.
"Kau impoten!" tuduh Mia.
"Sialan!" asisten Ron yang sudah terpancing emosi langsung menarik Mia dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
Klek!
Cup
Asisten Ron langsung menyerang Mia dengan buas, dia tak sadar jika sudah masuk kedalam perangkap Mia yang memang merasa ketagihan dan ingin mencicipi Perjakanya asisten Ron. Mia tak tinggal diam dia pun tak kalah buas membalas ciuman yang diberikan asisten Ron di dalam bibirnya. Suasana semakin panas, karena asisten Ron semakin berani.
"Ugghh!!" Mia melenguh saat asisten Ron mulai menggerryaangi tubuhnya.
__ADS_1
"Dasar jalaang!" umpat asisten Ron saat kesadarannya kembali.
'Sialan aku terjebak!' asisten Ron merutuki kebodohannya dan memukul stir kemudi dengan kencang.
"Jadi kita mau ke hotel mana?" tanya Mia dengan santainya tanpa rasa bersalah atau malu sedikitpun.
"Jangan mimpi! turun dari mobilku!" ucap asisten Ron murka.
"Tidak mau! aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi." ucap Mia kekeh.
"Jangan main-main denganku!" ucap asisten Ron dengan rahang mengeras.
"Aku tidak sedang main-main, aku serius. Ron! jadikan aku simpananmu." ucap Mia tiba-tiba.
"What?! area you crazy?!" tanya asisten Ron tak percaya.
"Tidak, aku tidak sedang bercanda. Aku mau jadi simpananmu, nikmati aku sepuasnya karena aku juga membutuhkan tubuhmu. Mari kita jadi partner ranjang." ucap Mia serius.
"Cih! ternyata aku tidak salah, kau memang salah satu pasien RSJ yang kabur. Sebaiknya kau kembali ke alam mu! jangan buat kekacauan." ucap asisten Ron.
"Aku akan pergi, aku akan menjauhimu. Tapi mari kita bertarung. Kalau kau kalah aku, kamu harus mau menerimaku dan mengizinkan ku tinggal di apartemen mu. Kalau aku kalah, aku kembali ke Paris. Bagaimana?" tanya Mia.
"Jangan aneh-aneh! malam ini juga aku akan mengirim mu ke Paris tanpa bertaruh dengan mu!" ucap asisten Ron.
"Kau takut?" tanya Mia.
"Tidak mungkin aku takut. Jangan mengada-ada." ucap asisten Ron.
"Kalau begitu ayo kita bertaruh." ucap Mia.
"Katakan apa bentuk taruhan yang kau tawarkan?" tanya asisten Ron.
__ADS_1
"Kita... "
🍁🍁🍁🍁🍁🍁