LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Pergi


__ADS_3

Tok Tok Tok


"Sayang, apa kamu didalam? saya mau bicara sebentar, tolong dengarkan ya." ucap tuan El dari balik pintu, Lamha yang tengah merenung langsung tersadar dari lamunannya dan mendekat kearah pintu, lalu menajamkan pendengarannya.


"Sekali lagi maafkan saya, Kamu pasti merasa tidak nyaman dengan kehadiran saya dirumah ini. Baiklah, saya tidak mau menyiksa kamu lebih lama. Jika memang kamu belum mau bertemun dengan saya, saya akan menginap dihotel saja." ucap tuan El dengan nada memelas. Lamha bimbang, ingin sekali dia membuka pintu tersebut lalu memeluk suaminya dan berkata jika dia pun sangat merindukan tuan El. Namun rasanya itu terlalu mudah bagi tuan El untuk mendapat maaf darinya, sebab Lamha takut tuan El belum benar-benar bisa merubah tabiatnya yang sering oleng tersebut. Diam memilih diam saja, dan menekan rasa rindunya.


"Tapi saya berpesan, kamu jangan capek-capek, saya perintahkan kamu untuk berhenti jualan dan kerja berat lagi! saya enggak mau bayi kita kenapa-kenapa. Kamu tahu agama, maka wajib menaati semua perintah suami." ucap tuan El kembali mengucapkan petuahnya lagi.


"Tidak lama akan ada beberapa barang seperti kasur, AC, susu hamil, daster-daster dan beberapa keperluan lainnya yang kamu butuhkan. Saya ingin kamu nyaman tanpa kekurangan apapun. Istirahat yang cukup, jangan suka begadang dan ngelembur lagi. Saya tidak izinkan. Tolong jangan menolak semua pemberian dari saya. Saya suami kamu dan saya wajib menafkahi kamu, jika kamu menolak Terima saja murka dari Allah." ucap tuan El yang kembali mengancam Lamha dengan petuahnya. Semua itu dilakukannya demi kebaikan Lamha dan anak yang dikandungnya.


"Kamu baik-baik ya, jaga kesehatan kamu dan juga bayi kita didalam sana. Sebenarnya, saya ingin sekali mengelus perut kamu yang masih rata itu. Tapi saya tahu, luka hatimu belum kering dan belum sembuh, semua butuh proses. Dan saya akan bersabar untuk menunggu kamu menerima saya kembali." ucap tuan El lirih. Lamha reflex mengelus perutnya, membayangkan tuan El yang mengelus perutnya ah, sepertinya semua akan indah. Namun sebelum itu Lamha harus bersabar.


"Dan satu lagi, tolong buka blokiran ke nomor saya." ucap tuan memohon.


"Kalau tidak mau saya tidak maksa, tapi asal kamu tahu Lamha, saya sangat merindukan kamu." ucap tuan El lirih, namun Lamha tak juga bersuara.


"Ya sudah sepertinya kamu jengah dan bosan mendengar suara saya, lebih baik saya pergi secepatnya. Maaf sudah mengganggu kenyamanan kamu. Saya permisi. Assalamu'alaikum" ucap tuan El.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." jawab Lamha pelan.


Setelah itu tuan El menunggu kedatangan Jhon dan Jhin, karena mobilnya dipakai oleh mereka untuk membeli beberapa barang yang diperintahkan oleh tuan El. Lamha sendiri masih berada didalam kamarnya, perasaannya berkecamuk, sedih karena tuan El akan segera pergi. Dia memang belum mau bertemu dengan tuan El tapi dia juga tak ingin tuan El pergi dari sini.


Hingga siang menjelang, akhirnya Jhon dan Jhin datang dengan sebuah mobil pickup yang mengekor dibelakang mobil mereka. Ibunya Lamha tentu sangat terkejut dengan banyaknya barang yang dibeli tuan El, namun dengan alasan demi cucu, ibunya Lamha tak dapat menolak. Barang-barang itu dibawa masuk dan dirapikan. Dan setelah semuanya selesai barulah tuan El berpamitan kepada ibu mertuanya untuk pergi dari sana hendak mencari penginapan untuk sementara waktu.


Tuan El menatap Jendela kamar Lamha yang terbuka namun tertutup tirai kain sejenak, dari kejauhan dia dapat melihat bayangan seorang wanita yang diyakini nya adalah Lamha, tuan El tersenyum dan mencium tangannya lalu meniupnya seperti orang kiss bye!


Lamha tersenyum malu-malu lalu tangannya bergerak seperti menangkap sesuatu, menciumnya sebentar lalu menempelkannya didadanya. Lamha menangis saat tuan El masuk kedalam mobilnya. Benar kata Dilan, rindu itu berat. Dia berhambur keatas kasur dan menangis sesegukan, dia merasa sedih tuan El pergi, terasa sesak dan begitu menyakitkan. Lamha menangis hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.


Sore harinya disaat Lamha baru selesai shalat ashar ada seseorang mengetuk pintu rumahnya.


Tok Tok Tok!


"Siapa ya? apa mas El?" gumam Lamha. Namun saat dia hendak keluar dari kamarnya, ibunya sudah terlebih dahulu membukakan pintu.


Klek!

__ADS_1


Tampaklah seorang pria berbadan tegap tinggi menjulang yang ketampanannya hampir setara dengan tuan El.


"Maaf dengan siapa ya? dan ada perlu apa?" tanya ibunya Lamha keheranan.


"Saya Nickholas bu, saya kesini ada perlu dengan Lamha, apa Lamha nya ada?" tanya Nickholas.


"Oh, ada kak. Sebentar saya panggilkan. Silahkan duduk dulu." ucap ibunya Lamha mempersilahkan. Nickholas duduk di kursi tamu. Setelah itu ibunya Lamha pergi memanggil Lamha ke kamarnya.


"Siapa bu?" tanya Lamha.


"Ibu enggak kenal, katanya namanya Nickholas, mau ada perlu sama kamu." ucap ibunya Lamha.


"Nickholas? apa tuan Nick ya?" ucap Lamha bertanya-tanya.


"Kamu temui dia, ayo ibu temani." ucap ibunya Lamha yang tak mengizinkan Lamha berbicara empat mata dengan lawan jenis kecuali suami atau saudara yang masih makramnya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2