LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Skill Tingkat Dewa


__ADS_3

Mia dan Nickholas kini sudah berada disebuah cafe.


"Sekali lagi terimakasih sudah mau menolongku Nick!" ucap Mia.


"Aku tidak suka dengan panggilan itu. Aku lebih suka dipanggil Iko." jawab Nickholas.


"Baiklah Iko, sekali lagi terimakasih." ucap Mia.


"Jadi apa kamu kesini karena ingin mengambil baby A?" tanya Mia tanpa basa-basi.


"Ck! dia bukan anakku untuk apa mengambilnya." ucap Nickholas.


"Tapi bukankah kamu dan kak Pat dulu.."


"Pat memutuskan hubungan kami begitu dia hamil. Dia mencampakkanku demi El." jawab Nickholas dengan wajah penuh dendam.


"Lalu kamu kesini untuk apa?" tanya Mia.


"Tentu saja untuk mengambil apa yang menjadi milik El. Termasuk istrinya. Aku ingin dia merasakan rasanya dicampakkan dan miliknya direbut oleh orang lain." jawab Nickholas.


"Itu tidak akan mudah. Kamu bukan siapa-siapa dibandingkan dengan Libra." jawab Mia.


"Hahaha!! aku bukan Nickholas yang miskin seperti dulu! sekarang aku punya segalanya! perusahaanku berkembang pesat dan sudah setara dengan perusahaan milik Libra!" jawab Nickholas.


"Berarti tujuan kita sama. Kalau begitu bagaimana jika kita bekerjasama." tawar Mia.


"Sebenarnya aku bisa menghancurkan El dengan tanganku sendiri, tapi tidak ada salahnya menjalin kerjasama denganmu." ucap Nickholas. Kemudian mereka saling berjabat tangan memulai kerja sama dengan misi menghancurkan Libra Graham.


//


Sementara ditempat lainnya tuan El tengah menggendong tubuh Lamha ala bridal style membawanya ke kamar yang sudah disiapkan khusus untuk mempelai pengantin.

__ADS_1


"Mas, Lamha bisa jalan sendiri kenapa digendong begini? malu ih dilihat orang." ucap Lamha.


Cup


"Ish kok malah dicium??" Protes Lamha.


Cup


"Maassshh!!" Lamha semakin memajukan bibirnya.


Cup


"Diam! kalau bicara terus saya bakal terus mencium kamu." jawab tuan El.


"Ih nyebelin!" ucap Lamha.


Cup


Lamha melotot tajam, mau protes tapi takut disosor lagi. Ah, lebih baik diam saja. Hingga akhirnya mereka sampai kedepan pintu kamar mereka.


Tuan El menurunkan tubuh Lamha. Mata Lamha memandang takjub dengan apa dilihatnya.



Sebuah kamar yang diisi dengan taburan bunga mawar dan pencahayaan temaram menhgunakan lilin-lilin aromaterapi membuat kamar ini nampak begitu indah.


"Ini..?" tanya Lamha bingung.


"Kamar kita. Kita akan malam pertama disini, karena malam pertama kita dulu gagal. Malam ini saya tidak akan meninggalkanmu lagi, saya ingin mengganti malam pertama kita dulu dan mengganti kenangan buruk menjadi kenangan manis yang tak akan pernah terlupakan." ucap tuan El sambil berbisik ditelinga Lamha.


"Mashh.. kita belum sholat isya', sholat dulu ya." ucap Lamha saat tangan tuan El mulai merayap.

__ADS_1


"Please.. satu Ronde saja, aku sudah tidak tahan sayang." bisik tuan El.


"Tapi mas..."


"Kita lakukan didalam bathtup. Sekalian membersihkan diri, mandi dan keramas. Setelah itu kita sholat bagaimana?" ucap tuan El.


"Tapi janji hanya satu ronde ya?" ucap Lamha.


"Iya kalau tidak khilaf." jawab tuan El yang langsung mendapat pelototan tajam dari Lamha. Tuan El terkekeh, lalu membantu Lamha menurunkan resleting gaun Lamha yang beratnya berkilo-kilo itu.


Srekk!


Gaun itu terlepas dan jatuh ke Lantai. Lamha sendiri mulai melepas satu persatu aksesoris dan hijabnya hingga kini tersisa pakaian dalam nya saja. Buru-buru Lamha meraih handuk untuk menutup tubunya namun tuan El keburu menggendongnya hingga tubuhnya melayang.


"Mashh!! kok digendong lagi? mas El juga enggak pakai apa-apa. Itu nya gundal-gandul." ucap Lamha malu-malu.


"Apanya yang gundal-gandul?" goda tuan El.


"Buah berisi biji-biji kehidupan." ucap Lamha.


"Hmm mulai nakal ya." ucap tuan El semakin gemas. Setelah itu dengan tidak sabaran dia memasuki bathroom dan meletakkan tubuh Lamha ke dalam bathtub bertabur mawar.



Suasana yang begitu romantis membuat tuan El tak sabar untuk menyemai biji terongnya. Dia ikut masuk ke bathtub tersebut dan duduk memangku Lamha.


"Baca do'a dulu mas." ucap Lamha.


"Iya sayang." jawab tuan El. Setelah membaca do'a tuan El lamgsung melancarkan aksinya. Mulai meraba, menji*lat, menyesap dan mencolok-colok lubang kenikmatan milik Lamha. Janji tinggal janji, realisasinya tak cukup hanya dengan satu ronde. Lamha sendiri tak dapat menolak dan hanya bisa berkata 'uh ah!'. Kepiawaian tangan tuan El yang memiliki skil tingkat dewa membuat Lamha hanya bisa menganga. Malam itu suara-suara horor memenuhi kamar pengantin anyaran tersebut. Hingga akhirnya setelah empat kali biji terong disemai mereka menyudahi kegiatan panas didalam bathtub tersebut. Kemudian membersihkan diri, mandi keramas untuk mensucikan diri dan sholat isya' berjama'ah.


Usai sholat, jangan ditanyakan lagi, malam itu tuan El benar-benar 'menghajar' Lamha dan tak mengampuninya sama sekali. Padahal Lamha sudah berkata. 'Udah, udah, udah..mashh udah'. Tetap saja dia melakukan KDRT (Kemesraan Dalam Rumah Tangga) hingga milik Lamha terasa lecet dan kebas karena saking lamanya dicolok-colok. Tuan El baru berhenti saat adzan shubuh berkumandang. Malam itu menjadi malam paling indah sekaligus malam paling melelahkan bagi Lamha. Sungguh tak akan pernah terlupakan.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa like komentar dan juga Vote sebanyak-banyaknya ya. Bueheheh.


__ADS_2