
"Anda tahu hukuman apa yang anda dapatkan jika ucapan anda adalah sebuah kebohongan," ucap tuan El yang tak terima jika ayahnya dituduh sebagai seorang pemb-unuh.
"Itu adalah faktanya. Kamu mungkin bisa tanyakan hal ini kepada Ibumu tapi itupun jika Ayahmu tak menyembunyikan rahasianya dari Ibumu yang selama hidupnya tersimpan dengan rapi karena kekuasaan yang dimilikinya," ucap Miguel.
"Kau pasti bohong! Aku tidak mempercayai omong kosong ini! kalau memang benar seperti itu kenapa tidak dari dulu kalian menuntut Ayahku? Kenapa baru sekarang, disaat Ayahku sudah menyatu dengan tanah?!" tanya tuan El. Lamha yang sebenarnya juga ikut terkejut langsung menenangkan suaminya yang mulai naik pitam.
"Aku punya rekamannya, rekaman dari orang suruhan yang dulunya diperintahkan oleh Ayahmu untuk mencelakai sahabatku," ucap Miguel.
"Oke, anggap saja seperti itu, kau punya bukti rekaman itu, tapi kenapa tidak sejak dulu kalian menuntut ke pengadilan?" tanya tuan El yang masih belum percaya.
"Aku dulu hanya seorang pengusaha biasa, dan kau tahu sendiri seperti apa kejayaan keluarga Graham saat Ayahmu masih hidup di Paris sana? Tentu orang lemah seperti kami tak akan mampu melawannya, apalagi keluarga Nikcholas hanya berasal dari keluarga sederhana yang untuk makan saja serba kekurangan," jelas Miguel.
"Lantas untuk apa Ayah melakukannya? Memb-unuh rakyat jelata yang jelas-jelas lemah?" tanya tuan El.
"Demi kau!" ucap Miguel.
"Demi aku?" tanya tuan El sambil tersenyum getir.
"Ya, demi memulu-skan pernikahanmu dengan Patricia," ucap Miguel.
"Tidak masuk akal! jelas-jelas saat itu Patricia menerima lamaran itu tanpa paksaan siapapun," ucap tuan El.
__ADS_1
"Kamu bisa menanyakannya kepada Ibu Patricia, adiknya atau mungkin Ibumu, yang jelas saat itu Patricia dan Nickholas saling mencintai, tapi karena Patricia sudah dijodohkan denganmu sejak kalian masih kecil, mau tidak mau Patricia harus meninggalkan Nickholas dan menuruti apa kemauan orang tuanya, walaupun dia merasa sangat tertekan dan pada akhirnya memutuskan untuk menikah secara diam-diam dengan Nickholas. Namun sebelum itu terjadi, rencana mereka diketahui oleh Ayahmu. Ayahmu sangat murka, dia mencari Nickholas tapi tidak ketemu, dan pada akhirnya Ayah Nickholas lah yang menjadi korban dan pernikahan rahasia mereka gagal karena Nickholas lebih dulu mendapat kabar buruk yang menimpa Ayahnya," terang Miguel.
Tuan El benar-benar terpukul sekaligus masih tak percaya dengan fakta yang dibeberkan oleh Miguel.
"Itu sebabnya Nickholas menyimpan dendam kepada Mas El?" kini Lamha ikut bicara.
"Ya," jawab Miguel. Lamha memejamkan matanya sejenak kemudian...
"Siapa kalian?" tanya mama Grace yang baru saja pulang belanja dengan bu Asih. Mama Grace dan bu Asih yang sudah mendengar semuanya memasang wajah dingin dengan fikirannya masing-masing.
"Saya Miguel, sahabat karib tuan Anthony," ucap Miguel memperkenalkan diri.
"Jadi semua itu benar Ma?" tanya tuan El sembari menatap nanar kedua mata mama Grace.
"El, maafkan Mama," ucap mama Grace yang merasa bersalah karena tak pernah menceritakan semua itu kepada anaknya. Itu karena mendiang suaminya yang meminta karena tak ingin tuan El merasa bersalah.
"Ma, kenapa kalian tega melakukan semua ini Ma!?" tanya tuan El yang terlihat begitu kecewa menerima kenyataan ini.
"El maafkan Mama, Mama hanya ingin kamu hidup tenang bersama Patricia karena itu adalah permintaan terakhir Ayahmu," ucap mama Grace dengan air mata berderai.
Nickholas yang mendengar itu merasa amat sakit hati. Bagaimana bisa keluarga Graham begitu egois dan hanya mementingkan kebahagiaan keluarganya tanpa melihat bagaimana hancurnya hidup keluarga Nickholas akibat perbuatan yang disebabkan oleh keluarga Graham.
__ADS_1
"Kalian memang egois!" ucap Nickholas yang sedari tadi menyimak semua ini dengan hati yang hancur dan sakit karena terkenang dengan masa lalunya yang begitu menyedihkan.
"Aku bahkan sampai gila karena kehilangan dua orang yang sangat aku cintai dalam waktu bersamaan. Dan setelah melakukan itu, kalian bahkan tidak pernah sekalipun datang meminta maaf kepada keluarga kami!" ucap Nickholas.
"Apa kamu Nickholas?" tanya mama Grace.
"Ya, saya Nickholas, anak yang sudah dijadikan seorang yatim oleh Suami anda," ucap Nickholas.
Secara refleks mama Grace bersujud meminta ampunan di kaki Nickholas.
"Saya mohon maafkan Suamiku, ampuni dia. Saat itu saya mencari-cari keberadaanmu setelalah suamiku meninggal. Karena saya sendiri baru mengetahui itu semua disaat-saat terkahir hidupnya. Demi Allah saya langsung mencari keberadaan keluarga kalian, tapi ternyata kalian sudah pindah, aku terus mencari keberadaanmu Nak, tapi keluarga kalian seperti hilang ditelan bumi tanpa ada jejaknya sama sekali," ucap mama Grace menerangkan dengan air mata berderai.
"Jangan begini, walaupun anda nangis darah sekalipun tidak akan membuat Ayahku hidup lagi," ucap Nikcholas sembari membawa Nyonya Grace untuk berdiri.
"Tapi Nak, tolong ampuni saya, tolong jangan seperti ini, kamu boleh menghukum saya, tapi tolong ampuni kesalahan suami saya, jangan membawa El ke dalam masalah ini karena dia sama sekali tidak tahu apa-apa," ucap mama Grace memohon.
"Soal itu Nyonya tidak perlu khawatir, Saya kesini bukan untuk itu, saya kesini karena ingin menjemput istriku," ucap Nickholas.
"Novi enggak mau pulang dengan Mas Iko, Novi mau cerai," ucap Novi yang tiba-tiba sudah berada disana.
"Novi..." lirih Nickholas.
__ADS_1