LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
First


__ADS_3

Tuan El terlihat begitu semangat memakan seblak dan juga rujak kedondong di depannya. Keringat bercucuran diwajahnya.


"Ya ampun Lama, kenapa saya baru tahu kalau ada makanan seenak ini? saya tidak menyangka jika kaki ayam ini benar-benar enak." ucap tuan El disela menikmati seblak cekernya. Lamha hanya menggeleng.


"Bukan kaki ayam, tapi ceker ayam." ralat Lamha.


"Ini kaki ayam Lamha" ucap tuan El kekeh. Oh ya ampun kenapa dia keras kepala sekali!


"Ya sudah habiskan, tapi makannya pelan-pelan saja mas, jangan sampai sakit perut karena makan pedas kebanyakan." ucap Lamha.


"Tidak akan, aku sama sekali tidak mual sayang." ucap tuan El.


"Syukurlah kalau tidak mual lagi." ucap Lamha sambil menyeruput susu hangatnya.


"Itu susu apa sayang, warnanya pink aku jadi ingin merasakannya." ucap tuan El yang seperti begitu ingin merasakan susu ibu hamil tersebut.


"Eh, mas ini susu untuk ibu hamil, mas El mau?" tanya Lamha. Dengan senyum kikuk tuan El mengangguk. Entah kenapa dia begitu menginginkan apa saja yang Lamha makan dan minum.


"Tapi memangnya tidak apa-apa kalau laki-laki minum susu ibu hamil? nanti kalau mas El hamil bagaimana?" tanya Lamha dengan polosnya.


"Masa susu bisa membuat laki-laki hamil?" tanya tuan El.


"Eh, iya juga ya. Ya udah Lamha buatkan dulu ya." ucap Lamha.


"Enggak usah, saya maunya yang itu, yang bekas kamu." ucap tuan.


"Tapi..."


"Rasanya pasti enak, seenak orang yang membuatnya." ucap tuan El menggombal.


"Jangan menggombal, enggak laku." ucap Lamha sambil tersenyum malu-malu.


"Terus maunya diapain dong? di..."


"Mass!! kita masih di dapur!" ucap Lamha memperingati.

__ADS_1


"Ya ya.. aku habiskan dulu seblak nya, setelah itu minum susu itu." ucap tuan El.


"Iya, makan yang banyak supaya bayi kita sehat." ucap Lamha sembari mengelus perut tuan El dengan rasa geli.


"Kenapa kamu nakal sekali hmm!?" tanya tuan El.


"Habisnya mas El lucu yang hamil siapa yang ngidam siapa." ucap Lamha sambil terkekeh.


"Jangan mengejek, awas nanti kalau dia sudah lahir akan aku hukum karena sudah mengerjai daddynya." ucap tuan El dengan wajah kesal. Lamha hanya menggeleng dan tersenyum kecil.


//


"Sudah tuan." ucap Novi sembari membereskan kotak P3K milik Nickholas.


"Terimakasih, bagaimana jika kamu saya antar pulang saja?" tawar Nickholas.


"Tidak perlu tuan, saya bisa sendiri." tolak Novi lembut.


"Oh iya, boleh saya minta nomor ponselmu?" tanya Nickholas.


"Untuk apa tuan?" tanya Novi.


"Boleh?" tanyanya lagi.


"Boleh tuan." ucap Novi, lalu dia menyebutkan nomor ponselnya dan Nickholas mencoba miss call ke nomor Novi. Tak lama ponselnya berdering.


"Itu nomor HP saya." ucap Nickholas.


"Iya tuan." jawab Novi.


"Oh iya kita belum berkenalan. Saya Nickholas." ucap Nickholas sembari menjulurkan tangannya.


"Nama saya Novi tuan." ucap Novi sambil menangkup kedua telapak tangannya, tak membalas ukuran tangan Nickholas.


"Oh maaf saya tidak ingat kalau kamu tidak mau bersentuhan dengan lawan jenis." ucap Nico sambil menarik kembali tangannya.

__ADS_1


"Iya tuan tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu tuan. Ibu pasti sudah lama menunggu saya." ucap Novi.


"Ya, Hati-hati" ucap Nickholas. Novi mengangguk lalu kembali mengayuh sepedanya. Nickholas tersenyum penuh kemenangan, sepertinya dia akan menyelam sambil minum air.


//


Perusahaan


"Hai Babuu! dimana bos mu?" tanya Mia yang datang tiba-tiba ke kantor tuan El.


"Maaf anda bicara dengan siapa?" tanya Asisten Ron.


"Ya dengan kamu! babuu!" ucap Mia dengan senyum mengejek.


"Ooh ada bu Jalaang! tuan sedang tidak ada disini, dia masih bulan madu dengan istrinya." ucap Asisten Ron.


"Apa kamu bilang? kamu bilang aku Jalaang? sialan! berani sekali kamu bicara begitu! kamu tidak tahu, di Paris aku model paling terkenal seantero negeri." ucap Mia membanggakan diri.


"Sayangnya ini di Indonesia, dan disini kamu bukan siapa-siapa." jawab Asisten Ron dengan santai.


"Sialan! berani sekali kamu menghinaku!" ucap Mia murka lalu tangannya melayang di udara hendak menampar Asisten Ron. Namun dengan sigap Asisten Ron menangkapnya dan menyandarkan tubuhnya ke dinding.


"Jangan macam-macam dinegara orang! mudah bagi saya untuk melemparmu ke samudra Hindia sekalipun. Tapi aku masih menghormati mu sebagai adik dari mantan istri bosku!" ucap Asisten Ron dengan tatapan membunuh. Bukannya takut Mia malah semakin menantang, melihat bibir Asisten Ron yang terlihat menggiurkan dimatanya.


Cup!


Deg!


Asisten Ron menatap tajam.


Dugh!


"Aawww telur ku pecah! sialan Mia Jalaang!" umpat Asisten Ron sambil meringis melihat Mia yang sudah kabur dari ruangan itu. Sebelum meninggalkan ruangan itu Mia menatap Asisten Ron sekilas. Ada senyum yang terbit dibibirnya.


"Dasar perjaka gila! puas sekali aku mencuri ciuman pertamamu! kapok! bibirmu sudah tidak perawan!" ucapnya dengan perasaan puas.

__ADS_1


"Rasanya manis, seperti orang nya, tapi sayangnya dia hanya seorang babuu!" ucap Mia mencibir.


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2