
Ditatap begitu Lamha memalingkan wajahnya, pipinya bersemu merah.
"Hadap sini." titah tuan El.
"Enggak mau, Lamha malu mas." ucap Lamha pelan.
"Kita pindah ke kamar ya." ajak tuan El sambil bangkit dari pangkuan Lamha dan mengajak Lamha ke suatu ruangan rahasia yang di dalamnya terdapat sebuah kasur, lemari dan kamar mandi. Ruangan itu sengaja dibangun oleh tuan El untuknya beristirahat sejenak melepas kepenatan dari pekerjaannya yang kadang harus membuatnya lembur sampai malam. Tak jarang tuan El memilih tidur diruangan itu dan tidak pulang kerumah jika ada meeting yang diadakan pagi-pagi sekali.
"Ini.. mas El punya kamar sendiri?" tanya Lamha tak percaya.
"Iya. Saya sengaja membuatnya untuk menyembunyikan simpananku." ucap tuan El sengaja menggoda Lamha.
"Simpanan? jadi mas El sering bawa perempuan kesini?" tanya Lamha dengan wajah galak.
"Kamu sexy sekali kalau sedang cemburu begini." ucap tuan El sembari mengelus lembut pipi Lamha.
"Mas, Lamha serius." ucap Lamha.
"Saya juga serius. Saya sering menyembunyikan simpananku disini." jawab tuan El enteng.
"Mass...!" Lamha merajuk. Tuan El memegang kedua pundak Lamha dan memutar tubuh Lamha untuk menghadap kesebuah brangkas berukuran cukup besar.
"Simpananku disimpan disana. Didalam brangkas itu ada bekas-berkas dan surat-surat penting. Ada juga uang dan beberapa barang berharga. Apa kamu mau kenalan dengan simpananku?" bisik tuan El.
"Ish! mas El..!" Lamha tersipu malu karena sempat berfikiran negatif kepada suaminya itu.
"Boleh saya minta? disini sekarang?" bisik tuan El.
"Ma-maksud mas El apa?" tanya Lamha kebingungan.
"Bercinta dikamar ini. I want you Lamha my darling." bisiknya.
"Masshh..." Lamha meremang saat tangan tuan El diam-diam merayap, seperti cicak-cicak didinding, datang seorang Lamha.
__ADS_1
Hap!
Lalu dimamam!
*********
Tuan El kembali memakai bajunya setelah membersihkan diri didalam kamar mandi ruangan itu. Sementara Lamha masih terlelap dengan tubuh polos yang terbalut selimut tebal karena kelelahan menerima setiap sentuhan dan hentakan yang pada akhirnya membuat tubuh Lamha tumbang kelelahan.
Jika tidak karena ada meeting dadakan sore ini, tuan El mungkin masih akan mengulangi perbuatannya. Namun sayangnya sejak tadi Ron terus saja memanggil-manggil dan menghubunginnya karena klien penting dari luar negeri sudah datang.
Klek!
Ruangan itu terbuka menampilkan tuan El yang terlihat lebih segar dan lebih fresh.
"Maaf tuan jika saya mengganggu waktu anda, tapi klien kita sudah menunggu kedatangan anda diruang rapat." jelas asisten Ron. Dia mengerti jika bosnya itu pasti tengah menghabiskan waktu bersama istri barunya didalam private room milik tuan El.
"Tidak apa-apa Ron, kami sudah selesai." jawab tuan El lalu melangkah keluar dari ruangan itu menuju ruang rapat.
Dan disaat berada diruangan itu tuan El akhirnya bertemu dengan pemilik perusahaan yang baru-baru ini berkembang pesat dan mengajukan kerja sama dengan perusahaan miliknya.
Deg
'Kenapa nama pria ini sama dengan yang disebutkan oleh Mia? apa dia orang yang sama?' batin tuan El.
"Ya, saya Libra Graham. Senang berkenalan dengan anda tuan Nickolas." ucap tuan El.
"Panggil Iko saja tuan." ucap Nickolas.
"Ya, baiklah. Ayo kita langsung mulai saja." ucap tuan El memulai percakapan.
Beberapa jam kemudian..
Tuan El kembali keruangannya untuk menemui Lamha diprivate room miliknya.
__ADS_1
Klek!
"Loh Lamha kemana?" tuan El clingak-clinguk mencari keberadaan Lamha diseluruh penjuru ruangan. Namun Lamha tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Dia segera merogoh ponsel dicelananya lalu menghubungi nomor Lamha.
"Halo? kamu dimana Lamha?" cecar tuan El begitu Lamha mengangkat panggilan darinya.
"Halo mas El. Lamha lagi dikantin deket kantor, lapar mas. Maaf Lamha belum sempat pamit." ucap Lamha.
"Ya ampun, ya udah kamu tunggu disitu, saya kesana sekarang." ucap tuan El. Kemudian dengan cepat dia melangkahkan kakinya untuk menuju kantin dimana Lamha berada.
Tap Tap Tap
Tak lama tuan El sampai dikantin itu dan melihat Lamha baru saja akan menikmati semangkuk mie rebus dihadapannya.
"Stop!!" tahan tuan El.
"Mas El?" Lamha terkejut begitu pula orang-orang yang disekelilingnya. Mereka semua saling berbisik melihat sang CEO perusahan tempat mereka bekerja tiba-tiba datang dan mendekati wanita bercadar. Mereka bertanya-tanya siapa Lamha dan ada hubungan apa dengan tuan El.
"Kamu jangan makan mie instan seperti ini Lamha. Ini tidak sehat." ucap tuan El penuh perhatian lalu membawa mie rebus tersebut ke pelayan dan menggantinya dengan makanan lain.
"Kok di ganti mas?" protes Lamha.
"Mulai sekarang jangan makan mie instan lagi. Nurut apa kata suami." ucap tuan El tegas. Dan para karyawan yang sejak tadi menguping pembicaraan antara tuan El dan Lamha saling memandang tak percaya jika bos nya itu sudah tak jomblo lagi. Sudah sold out!
Tak hanya makanan, ternyata tuan El juga memesan beberapa camilan dan minuman untuk Lamha.
"Mas, ini kebanyakan." protes Lamha.
"Biarin, tubuh kamu terlalu kurus, makan yang banyak agar enak diremas." ucap tuan El.
"Ish! mas ngomong apa sih? ingat makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Artinya tidak boleh rakus dan makan secukupnya." ucap Lamha.
"Iya, iya saya tahu. Saya hanya bercanda. Eh! tapi saya serius kamu harus makan yang banyak karena setelah ini saya akan kembali membuatmu lemas." ucap tuan El dengan senyuman nakalnya. Lamha dan tuan El semakin mesra dan saling bersenda gurau ditengah-tengah menikmati makanan mereka. Tanpa mereka sadari ada sosok berkacamata hitam tengah mengamati mereka dari kejauhan. Dia mengepalkan tangannya penuh dendam.
__ADS_1
🍁🍁🍁 🍁🍁