LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Akhir Kisah


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, bu Asih meminta Nickholas menghentikan aktivitasnya karena merasa kasihan melihat menantunya yang cele-mongan terkena koto-ran dari wajan gosong miliknya. Bahkan kuku-kukunya pun terlihat menghitam akibat terkena tinta buatan dari bara api itu.


"Besok saja dilanjutkan, sekarang mandi dulu, ganti baju di kamar Novi saja," ucap bu Asih.


"Iya Bu, maaf Nick belum berhasil membersihkannya seperti baru lagi," ucap Nickholas dengan perasaan menyesal.


"Ibu pasti lebih bangga pada El dibandingkan dengan saya," lanjutnya.


"Hehe, tidak Nak Nick, Ibu tadi hanya bercanda saja, kalian sama-sama Menantu Ibu yang paling hebat dan luar biasa!" puji bu Asih.


"Lebih hebat Nickholas kan Bu," ucap Nickholas yang tak mau disamakan dengan tuan El.


"Iya lebih hebat kamu!" ucap bu Asih yang tak ingin obrolan mereka menjadi panjang. Nickholas tersenyum senang.


"Oh iya Bu, Novi sudah pulang belum?" tanya Nickholas.


"Sepertinya belum, entahlah Ibu juga tidak tahu," ucap bu Asih berbohong. Dia memang berniat memberi kejutan kepada Nickholas.


"Oh, ya sudah. Nick mandi dulu Bu," jawab Nickholas.


"Iya," jawab bu Asih.


Beberapa saat kemudian...


Nickholas yang sudah selesai mandi langsung menuju kamar Novi untuk berganti pakaian.


Cklek!


"Novi?" Nickholas terkejut saat melihat keberadaan istrinya yang terlihat begitu cantik bak bidadari itu. Novi mengenakan dres tipis berwarna cream dengan motif berenda. Tak hanya itu pakaian dalam yang berwarna merah terang dan tembus pandang membuat Novi terlihat lebih mengg-oda dan menggairahkan.


"Sayang," Nickholas seketika menjadi canggung.


"Em, duduk Mas Iko," ucap Novi seraya menepuk sisi ranjang disebelahnya. Nickholas menurut begitu saja seperti sapi yang dicucuk hidungnya.

__ADS_1


"Mas Iko sudah lama sampainya?" tanya Novi.


"Sudah dari tadi pagi Nov," jawab Nickholas.


"Oh, Mas Iko mau apa kesini?" tanya Novi pura-pura tidak tahu.


"Untuk menanyakan keputusanmu," ucap Nickholas.


"Keputusan apa?" tanya Novi.


"Keputusan tentang kelanjutan rumah tangga kita," jawab Nickholas.


"Oh," jawab Novi.


"Kok hanya Oh saja?" tanya Nickholas.


"Lalu Mas Iko maunya apa?" tanya Novi seraya menatap dalam mata suaminya.


"Kamu cantik sekali Nov," puji Nickholas.


"Wanita cantik banyak Mas," jawab Novi.


"Tapi dimata saya, kamu yang paling cantik," bisik Nickholas.


"Mas Kangen Sayang," bisik Nickholas sambil menelusupkan tangannya kedalam pakaian Novi. Dipanggil sayang, Novi merasa terbang, apalagi Nickholas membuatnya melayang karena sentuhan-sentuhan tangan yang begitu lihat dan liar bergerak di dalam sana.


"Eungh! Mas Iko..."


Tanpa sadar Novi melenguh dan mend-esah kecil, membuat Nickholas semakin semangat menggarap sawah Novi yang sudah siap ditanami.


Entah bagaimana caranya kini keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun. Nickholas memandangi Novi dengan penuh rasa kagum.


"Kamu sangat indah Nov," ucap Nickholas dengan mata berkabut.

__ADS_1


"Jangan bilang begitu, Novi malu," ucap Novi sembari menutupi kedua asetnya. Nickholas menyingkirkan tangan Novi, tak ingin benda kesukaannya itu tertutupi oleh tangan Novi.


"Bukan hanya Indah, tapi juga begitu nikmat, kamu begitu nikmat dan enak," ucap Nikcholas sembari membenamkan miliknya didalam sawah Novi.


"Tapi Mas Iko tidak mencintai Nov-iih" ucap Novi sedikit tersentak karena Nickholas mulai menyentak dengan kencang.


"Tak cukupkah dengan semua ini? Apa kamu tidak bisa melihat seberapa besar aku mencintaimu?" tanya Nickholas sembari mengecup lembut bibir Novi yang begitu lembut dan kenyal.


"Tapi..Akh!" Novi tak dapat berkata-kata lagi disaat Nickholas mulai menyentak dan menghentak tubunya dengan tempo yang begitu cepat. Menghujam dengan begitu dalam dan mantap.


"Akan aku perlihatkan seberapa besar aku mencintaimu Nov," ucap Nickholas disela-sela memompa tubuhnya.


//


Beberapa bulan kemudian...


Di kediaman Keluarga Graham


Semua keluarga besar tengah berkumpul dalam acara aqiqah Baby L, atau baby Leo. Semua orang disana terlihat begitu bahagia menyambut kelahiran Baby L yang sangat menggemaskan. Baby A yang merupakan Kakak Baby L pun nampak tak mau jauh-jauh dari sang adik, dia terus menjaga adiknya terutama dari ulah jahiil Nickholas yang terkadang-kadang begitu gemas mencubit pipi baby L. Tak segan-segan Baby A memukul dan meninju Nickholas demi untuk melindungi sang adik, dan semua itu tentu saja menjadi tontonan banyak orang dan siapapun yang melihatnya pasti akan tertawa dengan tingkah baby A yang begitu menggemaskan.


Tak ketinggalan duo bumil yang saat ini sama-sama sedang hamil besar, Mia dan Novi yang juga akan menyusul Lamha menjadi orang tua untuk anak-anak mereka.


Semua hidup dengan damai tak ada lagi dendam dan permusuhan, semua itu berasal dari kesabaran dan kelapangan hati seorang istri shalehah bernama Lamha. Ya, Lamha adalah wanita luar biasa yang mampu menerpa angin dan menerjang ombak dalam kehidupannya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada sang Pencipta.


End


❤️❤️❤️❤️❤️


Tidak terasa Novel ini sudah sampai di akhir cerita. Untuk semua pembaca setia author ucapkan terimakasih banyak karena sudah mau mengikuti Novel ini hingga selesai. Semoga kalian semua selalu di berikan rezeki yang melimpah dan selalu sehat dimanapun berada. Semoga Novel ini ada manfaatnya, sekali lagi othor mengucapkan terimakasih banyak. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.


TTD


Brata Yudha

__ADS_1


__ADS_2