
"Berdirilah, laki-laki tidak boleh lemah," ucap pria paruh baya yang tiba-tiba sudah ada dihadapan Nikcholas. Nickholas mendongak menatap pria paruh baya itu.
"Daddy," ucap Nickholas lirih. Dia bangkit dan menghapus air mata dipipinya. Kemudian mempersilahkan pria paruh baya itu untuk ikut masuk bersamanya.
"Ada apa Daddy datang kesini?" tanya Nikcholas dengan raut wajah yang masih terlihat lemas tak bersemangat.
"Lepaskan gadis itu, biarkan dia bahagia dan hidup tenang bersama keluarganya. Begitu juga dendammu pada El. Lupakanlah, El sama sekali tak bersalah dalam hal ini, bahkan dia tidak tahu jika Patricia sudah memiliki kekasih saat melamarnya dulu," ucap Miguel yang merupakan daddy angkat dari Nikcholas. Miguel sebenarnya adalah teman dekat dari ayahnya Nikcholas yang sudah lama tiada, dulu semasa hidup, ayahnya Nikcholas pernah menolong Miguel dengan mendonorkan salah satu ginjalnya saat Miguel sakit parah, karena itu hingga saat ini Miguel masih dapat bertahan hidup. Dan ayah Nikcholas tak mau menerima sepeserpun uang yang ditawarkan olehnya. Mereka memilih hidup sederhana, sampai akhirnya Nickholas bertemu dengan Patricia wanita yang saat itu mau menerima Nikcholas apa adanya. Walaupun Nickholas bukanlah lelaki yang berasal dari keluarga berada.
Namun ternyata hubungan mereka tak direstui oleh orang tua Patricia. Patricia dan Nickholas nekat untuk melakukan pernikahan secara diam-diam. Tapi belum sempat terlaksana, kabar buruk menghampiri mereka. Ayahnya Nickholas kecelakaan dalam kondisi bersimbah darah. Menurut saksi mata, ayahnya Nickholas merupakan korban tabrak lari. Tapi sebenarnya semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena perbuatan dari ayahnya tuan El yang saat itu sangat marah mengetahui calon menantu yang diinginkannya malah akan menikah dengan pria lain.
Patricia dan Tuan El sebenarnya sudah dijodohkan sejak kecil, ayah mereka bersahabat. Dan mereka baru dipertemukan saat dewasa karena tuan El sendiri lahir dan tumbuh di Indonesia. Tuan El yang tidak tahu menahu akhirnya malah kena imbasnya. Dan disaat itu terpaksa Nikcholas menghentikan niatnya untuk menikahi Patricia karena harus mengurus ayahnya yang sedang kritis dirumah sakit. Sebelum meninggal, ayah Nikcholas sempat berpesan kepada Miguel untuk menjaga Nikcholas. Sejak saat itu Nikcholas diangkat jadi anak oleh Miguel. Namun saat melamar Patricia, ternyata Patricia sudah lebih dulu dinikahi oleh tuan El. Dari sanalah awal mula dendam Nikcholas yang tak berkesudahan. Bahkan Nickholas menuding, tuan El lah yang sudah mencelakai ayahnya hingga nyawanya tak tertolong.
"Tidak Dad, aku tetap akan mempertahankan apa yang menjadi milikku," ucap Nickholas.
"Berarti bukan karena balas dendam, melainkan karena kau memang menginginkan gadis itu. Biar ku ingatkan satu hal, kau memiliki satu janji padaku Nikc. Menikahi putriku," ucap Miguel.
"Je suis vraiment désolé pour ça (Aku benar-benar minta maaf soal itu), aku tidak dapat memenuhi janjiku. Daddy tahu aku tidak mencintai Katty," ucap Nickholas.
"Ya aku tahu, dari dulu kau hanya mencintai Patricia," ucap Miguel.
"Dad aku..."
__ADS_1
"Aku memintamu menikahi Katty karena tak ingin kau terus berlarut-larut dalam dendam dan kesedihanmu Nak, aku ingin kau bahagia dan menikmati hidupmu. Tapi sepertinya saat ini aku sudah melihat kebahagiaan di matamu, walaupun wanita itu bukan Putriku," ucap Miguel sambil melengkungkan senyumnya.
"Dad," Nikcholas menatap nanar. Dia merasa bersalah sekaligus tak enak hati.
"Berbahagialah Nak, aku bisa tenang sekarang jika Tuhan memanggilku. Aku bisa tersenyum dan memeluk Ayahmu dengan rasa bangga," ucap Miguel dengan mata berkaca.
"Tapi bagaimana dengan Katty?" tanya Nikcholas.
"Tentu saja aku kecewa!" Seloroh Katty yang tiba-tiba saja muncul.
"Katty?" Nikcholas terkejut.
"Dasar jahat! bisa-bisanya menikah tidak mengundangku! Sekarang katakan dimana Kakak ipar?!" tanya Katty dengan raut wajah galak.
"Kamu pasti memperlakukannya dengan buruk, mangkanya dia pergi. Dasar pria es! jadi pria itu harusnya lebih peka, sekarang rasakan!" ucap Katty bersungut-sungut.
Nikcholas tersenyum miring kemudian menatap Katty dengan tatapan haru.
"Terimakasih, terimakasih ya untuk kebesaran hatimu," ucap Nickholas dengan mata berkaca.
"Iya, lagipula aku juga tidak punya perasaan apapun pada pria kulkas sepertimu, apa bagusnya menikah dengan pria gila," ucap Katty mengejek. Dan di detik selanjutnya mereka berpelukan dengan sangat erat. Nikcholas begitu menyayangi Katty, bukan sebagai kekasih tapi kasih sayang layaknya seorang kakak kepada adiknya.
__ADS_1
"Jadi, kapan kita akan menyusul menantuku?" tanya Miguel. Nikcholas dan Katty saling melepas pelukan mereka.
"Iya Daddy benar, kapan akan menyusul Kakak ipar, aku sudah tidak sabar untuk mengerjainya," ucap Katty.
"Secepatnya," jawab Nikcholas mantap.
//
Sementara itu ditempat lainnya Novi tak berhenti menyeka air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya. Kenyataan yang baru saja diketahui olehnya benar-benar membuat Novi kecewa berat kepada Nikcholas. Novi tak menyangka Nikcholas dapat melakukan hal yang sangat kejam dan tak berperikemanusiaan kepada kakaknya. Dan itu semua tidak termaafkan.
"Kamu jahat Mas," lirih Novi pelan.
"Yang sabar Nov, semua ada hikmahnya," ucap Mia yang duduk disamping Novi. Dia, Ron dan Novi kini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia.
"Kak Mia juga jahat banget," ucap Novi sambil memalingkan wajahnya.
"Iya, aku memang jahat dan bodoh," ucap Mia sendu.
"Tapi karena Kak Lamha sudah memaafkan Kakak, Novi tidak jadi marah," ucap Novi sambil memaksakan senyumnya.
"Terimakasih," ucap Mia sambil menatap haru.
__ADS_1
"Sama-sama," jawab Novi.