LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Hukuman Dari Mertua


__ADS_3

Tuan El melepas pertautan mereka. Lalu sejenak mereka saling berpandangan. Lamha tersenyum malu-malu semakin bertambah cantik dimata tuan El.


"Jangan tersenyum begitu, nanti aku bisa mabuuk!" ucap tuan El. Lamha mengernyitkan keningnya.


"Mabuuk kepayang karena senyummu terlalu manis." ucap tuan El kembali menggombal.


"Makan dulu sudah ditunggu ibu." ucap Lamha.


"Oke, oke kita makan. Makan yang banyak karena setelah itu..." tuan El senyum penuh arti. Lamha langsung buru-buru kabur sebelum diterkam singa gurun lapar itu.


//


"Lama banget nak keluar kamarnya, ini lo sayurnya keburu dingin nanti enggak enak." ucap ibunya Lamha saat tuan El dan Lamha ikut bergabung.


"Iya bu maaf saya tadi ketiduran." ucap tuan El.


"Oh iya, mana asisten mu? endak diajak sekalian? " tanya ibunya Lamha.


"Enggak bu, dia makan dihotel, lagi pula sedang banyak pekerjaan jadi biar dia fokus dulu saja." ucap tuan El.


"Oh, ya sudah mari makan. Lamha layani suami kamu." ucap ibunya Lamha. Lamha mengangguk lalu mengambil kan nasi dan lauk untuk tuan El. Tidak lupa secangkir air putih yang diletakkan disamping piring tuan El, setelah itu baru dia mengambil makanannya sendiri.


"Oh iya kak, maaf nanti Novi mau anterin jahitan ke pelanggan, jadi enggak bisa bantuin ibu dan kak Lamha bersihin piring dan perabotannya ibu." ucap Novi. Rencananya memang hari ini Novi dan Lamha ingin membersihkan piring-piring dan perabotan dari lemari lama ke lemari piring baru, karena lemari itu sudah lapuk dan sudah tak layak pakai. Kebetulan sudah ada penggantinya, namun mereka belum sempat memindahkan barang-barang didalamnya karena keburu diajak pindah kerumah tuan El.

__ADS_1


"Iya enggak apa-apa, kamu anter aja pesanan itu. Lagi pula disini kan ada nak El menantu ibu, nak El mau kan bantuin ibu ngelap piring dan perabotan?" tanya ibunya Lamha.


Uhukkk!!


Tuan El tersedak karena terkejut mendengar permintaan mertuanya. Apa katanya? ngelap piring dan perabotan? ya Allah, ujian apa lagi ini. Dia? CEO ganteng kaya raya, yang tidak kekurangan duit, disuruh ngelap piring? apa kata dunia? tuan El melirik Lamha, Lamha menganggukkan kepalanya sembari memasang wajah melas. Baiklah! demi cinta dia menurunkan sedikit harga dirinya.


"Kok diam saja, tidak mau membantu ibu? ya sudah kalau tidak mau biar Lamha saja, tapi kasih Lamha sedang hamil. Nanti kalau ada apa-apa dengan bayinya bagaimana?" ucap ibunya Lamha. Ah, sekali-sekali mengerjai menantu milyarder nya ini tidak apa-apa kan? memberinya sedikit pelajaran agar tak semena-mena lagi terhadap Lamha.


"Mau kok bu, iya saya mau. Ibu tenang saja, saya yang akan membantu ibu, Lamha biar istirahat." ucap tuan El. Lamha mendongak tak percaya, namun seketika itu pula hatinya menghangat. Ah, jadi makin cinta!


//


Sudah hampir tiga jam tuan El mengelap piring dan perabotan lainnya, namun belum selesai juga. Pinggangnya sudah terasa encok dan pegal-pegal. Tangannya kebas dan kakinya kesemutan. Sungguh semua ini benar-benar menyiksanya. Bukan hanya itu, kehadiran asisten Ron yang secara mendadak dan mendapati nya tengah mengelap piring semakin melengkapi penderitaannya. Hingga dia merasa ingin menghilang dari dunia ini seketika itu juga.


"Tu-tuan anda??" asisten Ron melongo. Namun sedetik kemudian dia cengar-cengir menertawakan bos galaknya itu yang berubah menjadi kucing imut nan menggemaskan. Tapi kebahagiaan Ron tak berlangsung lama karena ternyata dia mendapat musibah yang sama.


"Sa-saya?" tunjuk asisten Ron pada dirinya sendiri.


"Iya kamu, terus siapa lagi? masa iya kamu tega membiarkan bos mu kerja sendirian?'' tanya ibunya Lamha.


"Ta-tapi bu saya..."


"Ini serbet nya, jangan lupa kalau sudah selesai semua piring dan perabotan ditata dilemari yang itu ya. Yang bersih, kalau tidak bersih bulu ketek istrimu nanti lebat dan panjang-panjang." ucap ibunya Lamha sembari menyerahkan serbet kepada asisten Ron.

__ADS_1


"Loh apa hubungannya bu?" tanya asisten Ron.


"Lo ya ada, kalau perempuan yang belum nikah, nyapu tidak bersih nanti suaminya berewokan, nah kalau laki-laki bulu ketek istrinya yang berewokan." ucap ibunya Lamha memasang wajah serius. Padahal didalam hatinya dia sudah tak kuat ingin tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai kedua laki-laki dari kalangan orang kaya tersebut.


"Iya bu iya saya bersihin sekarang." ucap asisten Ron yang langsung ikut bergabung bersama tuan El.


"Tuan, kenapa ibu mertua anda jadi menyeramkan begini?" tanya asisten Ron dengan suara pelan.


"Jangan menghinanya, ingat dia ibu mertuaku." ucap tuan El yang juga dengan suara pelan.


"Tapi bagaimana bisa seorang Libra Graham ngelap piring dan dandang? apa kata dunia?" ucap asisten Ron.


"Aku sudah selesai lanjutkan lah sampai semua tertata rapi. Sudah tiga jam aku disini, sekarang aku. mau istirahat." ucap tuan El sembari melempar serbet nya kearah asisten Ron. Setelah itu Tuan El bangkit dan hendak meninggalkan asisten Ron.


"Nak El mau kemana?" Tiba-tiba ibu mertuanya muncul dari arah dapur.


"Saya mau ke kamar mandi dulu bu." bohong tuan El.


"Bohong bu! dia mau kabur, saya disuruh menyelesaikan semuanya sendiri." ucap asisten Ron degan wajah memelas. Enak saja disuruh menderita sendirian, mumpung ada kesempatan ya sudah mengadu saja.


"Enggak kok bu, dia bohong, saya benar-benar kebelet buang air. Sudah tidak tahan." ucap tuan El.


"Ya sudah, nanti kalau sudah selesai lanjutkan lagi ya." pesan ibunya Lamha.

__ADS_1


"Iya bu." jawab tuan el dengan wajah lesu.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2