
"Huh.. akhirnya aku bisa bebas dari si Johan. Gila, omongannya tak main-main. Enak saja mau begituan ke aku, iiihh amit-amit seorang gay tetap saja gay" gumam Laura.
Laura bergegas turun dari mobil taksi yang sempat ia pesan. Tak lupa memberikan tips untuk supir taksi tersebut. Tujuannya kali ini kembali ke perusahaan fashion queen untuk mengambil mobilnya di area parkiran.
"Suasana kantor sudah sepi, sepertinya seluruh karyawan sudah pada pulang" ucap Laura sambil berjalan menuju mobilnya.
Laura bergegas masuk ke dalam mobil nya, kemudian menancap gas meninggalkan tempat tersebut. Laura berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang tampak lenggang.
Suasana hatinya kacau balau, harinya benar-benar sial. Hari pertama bekerja, namun ia sudah mendapatkan masalah. Untungnya Daniel masih memberikan pembelaan untuknya.
"Perasaan ku terus saja digantung. Ini tak bisa dibiarkan, aku harus mengungkapkannya kepada Daniel. Walaupun Daniel sudah memiliki kekasih, tapi dia harus tahu bahwa aku sedari dulu menyukainya" gumam Laura mengomel tak jelas.
"Aku harus buktikan kepada papa bahwa aku bisa hidup mandiri tanpa perlu lagi bergantung kepadanya."
Laura memijit pelipisnya jika kembali mengingat perdebatan hebat antara dirinya dengan sang papa.
"Huaaaa...papa tidak sayang lagi kepadaku, papa sudah tak mengakui aku sebagai anaknya, malang benar nasibku, ini semua gara-gara si gay" ucap Laura sambil berdengus kesal.
Tak terasa perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya Laura tiba di apartemennya. Satu-satunya aset yang ia miliki saat ini, untungnya ia begitu pandai menabung hingga mampu membeli apartemen dengan harga terjangkau yang jauh kata mewah. Namun cukup untuk kalangan menengah seperti kehidupannya saat ini.
Laura berjalan gontai menuju unit apartemen nya dengan penampilan acak-acakan. Beberapa orang yang berpapasan dengannya hanya mampu terkejut melihat penampilannya. Laura begitu santai dan bermasa bodoh dengan penampilannya.
"Apa yang terjadi kepadamu Laura? kamu baik-baik saja?" tanya seorang pria yang mengkhawatirkan penampilannya.
"Aku baik-baik saja Fero" ucap Laura tersenyum. "Wow penampilan mu keren, pasti kamu ingin berkencan dengan kekasihmu ya?" goda Laura sambil menaikkan alisnya.
"Nggak, aku hanya ingin menghadiri pesta pernikahan teman ku. Emm tadinya aku ingin mengajakmu bersamaku ke pesta itu, namun sayangnya kamu tak kunjung datang" ucap Fero sambil memegangi tengkuknya.
"Oh, maaf, aku baru pulang kerja. Kalau ingin mengadakan janji dengan ku katakan sebelumnya ya" ucap Laura tersenyum.
"Oke, lain kali saja aku akan mengajakmu jalan-jalan. Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa" ucap Fero tersenyum tipis.
"Ya sampai jumpa" ucap Laura sambil melambaikan tangannya.
Laura segera berlalu masuk ke dalam apartemennya. Berjongkok membuka high heels, setelah itu mencari keberadaan hewan kesayangannya.
Meong
Meong
__ADS_1
meong
Seluruh hewan kesayangannya kembali kompak mengeong melihat kedatangannya.
"Ya kasihan, kalian semua pada lapar ya."
Laura berjongkok sambil memperhatikan satu persatu hewan kesayangannya .
"Sebentar lagi si putih akan lahiran, biaya perawatannya pasti mahal" gumam Laura.
Laura merasa kasihan jika uang sakunya tak mencukupi untuk biaya lahiran kucing kesayangan nya. Pasti akan menjalani perawatan di klinik dokter hewan.
Ditambah lagi pakan hewannya semakin menipis jika tak mendapatkan pemasukan bulan ini.
"Baby....baby... mulai sekarang kita harus irit. Mungkin akhir pekan, mamy tak lagi membawa kalian jalan-jalan keluar, ke salon ke wahana permainan ya. Biar mamy saja yang akan menemani kalian, merawat kalian dengan baik" ucap Laura sambil memberikan pakan untuk hewan kesayangannya.
Sedih rasanya tak bisa lagi memanjakan hewan kesayangannya mengingat saldo di tabungannya semakin menipis.
"Aku harus pandai-pandai mengatur keuangan mulai dari sekarang. Kalau perlu aku harus cari kerja sampingan" ucap Laura lalu bergegas menuju kamarnya.
Laura masuk ke dalam kamarnya yang terlihat berantakan, karena ia belum sempat merapikannya pagi tadi.
Laura mengisi air di dalam bathtub dan tak lupa memberikan aromaterapi yang sudah sekarat isinya. Setelah itu menanggalkan seluruh pakaiannya lalu menikmati ritual berendam nya dengan rileks.
"Aduh peralatan kosmetik ku hampir habis, sementara uang saku ku semakin menipis. Sepertinya aku harus belajar menggunakan kosmetik murah meriah dan terjangkau di pasaran. Ya semua pasti bisa kamu lewati Laura, roda kehidupan pasti selalu berputar" gumam Laura sambil memejamkan matanya.
Sungguh kebutuhan pokoknya begitu menguras isi kantong. Tak ada lagi uang ratusan juta dan miliaran yang selalu ia dapatkan melalui hasil kerja kerasnya memimpin salah satu perusahaan anak cabang papa tercintanya.
Sekarang ini, ia harus ekstra irit dan mampu menghidupi dirinya sendiri. Tak perlu lagi mendapatkan belas kasihan oleh orang-orang yang disayanginya selama ini.
Keesokan harinya.....
Laura sudah rapi dengan pakaian casual yang dikenakannya. Gaun sebatas lutut dan kembali dipadukan cardigan panjang. Rambutnya selalu saja digerai dan riasan wajahnya terlihat natural namun tetap saja cantik menawan.
Laura berjalan anggun keluar dari apartemen nya. Pagi-pagi buta ia sudah mengurus kelima hewan peliharaannya sebelum ke kantor dan sempat membersihkan ruangan tertentu di apartemennya.
Sebagian tetangga apartemennya menyapanya lewat senyuman. Laura tampak berbeda pagi ini wajahnya berseri-seri. Ia sudah bertekad ingin mengungkapkan perasaannya kepada Daniel.
Sekitar 40 menit, Laura tiba di perusahaan fashion queen. Laura bergegas turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Pagi pak" sapa Laura pada satpam yang berjaga di area parkir perusahaan.
"Pagi non, cantik bener deh" ucapnya dengan sedikit pujian.
"Hahaha, makasih makasih" ucap Laura tergelak tawa sambil memindahkan anak rambutnya.
Pagi-pagi sudah ada yang memuji kecantikannya.
Laura mengalihkan pandangannya saat melihat mobil yang dikenalinya juga berhenti tepat di sebelah mobilnya. Raut wajah Laura berubah masam melihat Angel berciuman mesra dengan Daniel sebelum turun dari mobil.
Dengan cepat Laura bergegas meninggalkan area parkir. Takutnya pasangan kekasih itu melihatnya.
"Pagi-pagi sudah bermesraan membuat kupingku panas" gumam Laura sambil mengepalkan tangannya.
"Aish tidak bisa dibiarkan ini, pokoknya Daniel harus tahu bahwa aku menyukainya."
Laura menjadi kesal melihat mereka bermesraan. Ingin rasanya menjambak rambut Angel yang selalu saja genit kepada Daniel.
"Nona Laura, silahkan anda bersiap-siap di ruang ganti, satu jam lagi pemotretan akan dimulai" ucap karyawan wanita dengan ramahnya.
"Baik mbak cantik" ucap Laura tersenyum.
Laura kembali melangkahkan kakinya menuju ruang ganti. Terlihat beberapa model mulai siap-siap di sana.
"Buset, seksi bener deh mereka. Kok hanya mengenakan bikini" gumam Laura yang terkejut melihat penampilan mereka. Laura bergegas menghampiri mereka.
"Sekarang giliran nona yang harus bersiap-siap, cepat gunakan produk ini, produk terbaru fashion queen. Sebentar lagi pemotretan akan dimulai" ucap karyawan wanita bagian tim kreatif perusahaan.
Laura membulatkan matanya melihat bikini tergantung berjejeran dalam ruangan tersebut.
"Enggak,..._"
Laura menutup mulutnya melihat deretan bikini di depan matanya. Bahkan memilih mengundurkan langkahnya yang begitu shock melihat pakaian yang akan dikenakan pemotretan.
Bersambung......
Jangan lupa like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏
Kisah Laura akan kembali menemani hari-hari teman-teman semua, 🤗
__ADS_1