Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 6 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Pagi ini Laura berencana menemui Daniel, pria yang mampu menggetarkan hatinya selama lima tahun ini dan merupakan cinta pertamanya. Laura tersenyum melihat penampilannya yang tampak anggun di dalam cermin.


Laura akan menemui Daniel di tempat kerjanya. Kebetulan Daniel bekerja di sebuah perusahaan Fashion Queen dengan jabatan manager. Itung-itungan Daniel bisa memberi nya pekerjaan di perusahaan tersebut.


Mengambil tas jinjing nya seharga motor yang hanya memuat dua benda yakni ponsel dan dompet. Laura melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari apartemen nya.


Lagi Laura kembali bertemu Fero yang juga baru keluar dari apartemen nya.


"Hai" sapa nya pada Pria tampan itu.


Fero hanya tersenyum ramah lalu berjalan menghampirinya.


"Mau kemana nona cantik?" tanya Fero tersenyum.


"Ehh aku ada urusan di luar, kamu sendiri mau kemana serapi itu?" tanya balik Laura.


"Oh aku ingin bekerja, kebetulan salah satu klien kami komplain dengan hasil desain hotel yang aku buat" ucap Fero ramah.


"Jangan-jangan kamu seorang arsitek?"


Laura tersenyum sambil menunjuk ke arah Fero untuk memastikan tebakannya.


"He he he kok tau, kamu persis peramal" ucap Fero diiringi tawa renyahnya.


"Filing aja dengan ucapan mu" ucap Laura lalu melangkahkan kakinya menuju bassment apartemen.


Fero segera menyusulnya karena tujuan mereka searah. Laura hanya tersenyum tipis berjalan beriringan dengan Fero. Membuat pria itu terpesona pada senyumannya.


"Bye, aku pergi dulu" ucap Laura lalu bergegas masuk ke dalam mobil nya.


Fero hanya melambaikan tangannya dan juga bergegas masuk ke dalam mobilnya. Mobil keduanya keluar dari kawasan apartemen tersebut menuju arah tujuan mereka masing-masing.


Laura memarkirkan mobilnya di area parkir perusahaan Fashion Queen. Laura bergegas turun dari mobil dan kembali melangkahkan kakinya menuju pintu masuk perusahaan yang dia datangi.


Staff resepsionis terlihat ramah menyapanya. Laura segera menyampaikan perihal kedatangan nya.


"Saya ingin bertemu dengan pak Daniel, kebetulan kami ada janji untuk bertemu"ucap Laura tersenyum.


"Saat ini pak Daniel sedang berada di lokasi pemotretan bersama pak direktur. Jika anda ingin menemuinya silahkan anda terlebih dahulu menunggu di ruang tunggu."


Laura mengangguk mengiyakan ucapan staff resepsionis. Laura segera menuju ruang tunggu dan tak sengaja pandangannya tertuju kepada orang yang berjalan ke arahnya.


"Gawat, ngapain dia ada di sini" gumam Laura dan segera berjalan cepat menuju tempat yang aman.


Saking buru-buru nya, Laura terus berjalan dan tidak ingin lagi bertemu dengan masa lalunya. Tanpa sengaja Laura bertabrakan dengan seseorang.

__ADS_1


"Awwww"


Laura kesal sambil mendongakkan kepalanya menatap orang yang ditabraknya.


"Laura."


"Daniel."


Laura tersenyum manis menatap pria pujaan hatinya. Laura tak lupa merapikan anak rambutnya karena bisa saja mempengaruhi penampilan nya. Dia selalu ingin terlihat menarik di hadapan pria yang di sukai nya.


"Daniel, bagaimana dengan laporan...."


Seorang wanita cantik tidak mampu melanjutkan ucapannya melihat sosok wanita yang dikenalnya. Wanita itu langsung merangkul lengan Daniel.


"Hai Laura, apa kabar" ucap nya.


"He he he baik Angel" ucap Laura yang berusaha tersenyum, padahal dirinya terbengong-bengong melihat tangan wanita itu bergelayut manja di lengan pria pujaan nya.


Angel tersenyum bangga berdiri di samping Daniel. Angel selalu saja ingin menyaingi Laura semasa di bangku sekolah dan selalu melakukan cara demi bisa menjatuhkan Laura, termasuk menyukai pria yang di sukai oleh Laura.


"Bagaimana dengan kehidupan mu setelah bercerai dengan pengusaha kaya sekelas Johan?" tanya Angel yang terdengar mengejek.


"Tak ada yang berubah, semuanya tetap sama. Hanya saja status ku yang berubah" ucap Laura enteng.


Laura tampak geram sambil mengepalkan tangannya mendengar ejekan Angel. Laura segera melayangkan tangannya untuk menampar pipi Angel, namun Daniel langsung menghentikannya.


"Jangan buat masalah di kantor, sebaiknya ikut dengan ku" ucap Daniel dan segera membawa Laura menjauh dari Angel.


"Apa-apaan kamu, aku ingin memberinya pelajaran" ucap Laura kesal sambil melotot menatap tajam Daniel.


"Maaf Ra, jangan buat keributan di sini. Bisa saja kamu dapat masalah dan tak di terima kerja" ucap Daniel mengingatkan.


"Huff maaf, aku jadi emosi melihat Angel" ucap Laura sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Ya sudah, aku akan memperkenalkan mu pada ibu Sasa, semoga kamu ke terima jadi model dan menjadi ambassador perusahaan kami."


"Tapi, aku sama sekali tak memiliki bakat jadi model Niel, bisa tidak posisi staff atau bagian lain saja. Aku sama sekali tak memiliki pengalaman menjadi model" ucap Laura dengan wajah memelas.


"Hanya posisi itu yang dibutuhkan Ra atau kamu ingin kerja kasar sebagai OB di perusahaan ini, aku sama sekali tidak akan mengizinkan mu bekerja seperti itu" ucap Daniel sambil memegang kedua pundaknya.


"Baiklah, aku setuju menjadi model majalah di perusahaan ini" ucap Laura yang sudah tidak punya pilihan lain, karena beberapa hari ini Laura memasukkan lamaran di berbagai perusahaan melalui sosial media dan tak kunjung keterima kerja.


"Ya sudah, kita temui ibu Sasa, semoga nasib baik menghampiri mu. Kebetulan ibu Sasa yang bertugas mencari model baru dan sekaligus bertanggung jawab perihal para model untuk penandatanganan kontrak. Berhubung dia lah yang selalu mengurus kontrak para model di perusahaan Fashion Queen" ucap Daniel tersenyum.


"Terima kasih Niel kamu masih peduli kepada ku" ucap Laura tersenyum.

__ADS_1


Senengnya bisa kerja bareng ayang. Batin Laura.


"Sama-sama, kamu memang sahabat terbaikku" ucap Daniel tersenyum sambil mengelus puncak kepala Laura.


Laura tersenyum dengan irama jantung yang ikut berirama. Walaupun Daniel selalu menganggap nya sahabat, tapi di selalu senang dengan perlakuan manis Daniel.


Mereka lalu berjalan bersama-sama menuju ruangan ibu Sasa. Staff yang bertugas di ruangan ibu Sasa segera menyambut kedatangan mereka.


"Silahkan duduk" ucap staff tersebut.


Laura dan Daniel segera duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu. Tampak wanita paruh baya yang terlihat cantik dengan tubuh seksi menggoda berjalan lenggak-lenggok menghampiri Laura dan Daniel.


Daniel dan Laura segera berdiri untuk menyapa wanita itu yang tidak lain adalah ibu Sasa.


"Jadi ini orangnya Niel" ucap Sasa yang melihat penampilan Laura dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Daniel hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Lumayan cantik, tinggi, putih dan wajahnya terlihat baby Pace, sangat menarik bisa laris di pasaran" ucap Sasa tersenyum.


Laura ikut tersenyum mendengar ucapan ibu Sasa.


"Jadi bagaimana ibu Sasa, apa anda menerimanya menjadi model di perusahaan ini?" tanya Daniel.


"Tentu, ya walaupun statusnya sudah janda tapi tak masalah demi proyek terbaru kita" ucap ibu Sasa sambil mengedipkan sebelah matanya yang terlihat menggoda menatap Laura.


"Saya diterima bekerja?" tanya Laura yang kembali berpura-pura bertanya.


"Iya sayeng, besok kamu sudah mulai bekerja dan sekaligus penandatanganan kontrak kerja sama kita" ucap Ibu Sasa.


"Terima kasih, aku sangat senang menjadi bagian dari perusahaan fashion queen" ucap Laura antusias dan langsung memeluk Daniel.


Daniel hanya tersenyum, karena dia selalu saja menganggap Laura sebagai sahabat baik nya.


Laura yang sadar akan ulahnya segera menjauh.


"Aku terlalu senang Niel, akhirnya kelima tanggungan ku di apartemen bisa hidup dengan layak" ucap Laura tersenyum lebar.


Daniel mengerutkan keningnya mendengar ucapan Laura, darimana Laura memiliki banyak tanggungan seperti itu. Padahal jelas-jelas Laura tidak memiliki anak, pikir nya sambil geleng-geleng kepala.


Bersambung.....


Terima kasih yang sudah mampir 🤗


Jangan lupa like love komen dan vote ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2