
Laura masuk ke ruang ganti untuk berganti baju. Terlihat dua model senior menghampirinya.
"Kamu anak baru!" ucap Wanita itu sambil membusungkan dadanya.
"Ya, ada apa" ucap Laura sambil berkacak pinggang yang sama sekali tak takut kepada mereka.
"Wah arogan juga anak ini. Kamu belum tahu siapa kami?" ucap wanita di sampingnya sambil menatap tajam Laura.
"Aku sama sekali tak peduli siapa kalian"ucap Laura ketus dan memilih menyenggol lengan salah satu wanita tersebut.
Kedua wanita itu saling lirik sambil mengepalkan tangannya. Mereka langsung melancarkan aksinya menarik rambut Laura. Laura yang ditarik rambutnya dengan cepat melakukan perlawanan.
Terjadi aksi tarik-menarik, jambak-menjambak di ruang ganti. Salah satu model yang melihat pertengkaran mereka segera berteriak minta tolong.
Para karyawan dan beberapa model mulai mengerumuni mereka untuk memisahkannya. Angel juga berada di sana, dengan liciknya Angel merekam pertengkaran mereka lalu mengunggah di sosial media.
"Laura Fernandez, tamatlah riwayat mu. Tak ada tempat bagi seorang janda seperti mu. Kekasih ku begitu bodoh memberi mu pekerjaan" ucap Angel dengan seringai licik diwajahnya.
Secepat kilat pertengkaran hebat Laura dengan kedua model profesional menjadi tranding topik di sosial media. Banyak komentar pedas dari para netizen terhadap Laura.
"Berhenti, kalian membuat keributan" ucap ibu Sasa yang begitu marahnya melihat mereka.
Para model segera memisahkan Laura dan kedua model itu. Tampak penampilan mereka begitu berantakan. Rambutnya acak-acakan, terdapat beberapa luka cakaran di wajah mereka masing-masing.
"Dasar janda gatel, bisa-bisanya godain mas Wendi saat pemotretan" ucap salah satu model tersebut.
"Hei jaga ucapan mu, jangan memfitnah saya" ucap Laura kesal sambil menunjuk-nunjuk wajah mobil tersebut.
"Jadi wanita ini seorang janda! pantas saja begitu pandai menggoda" timpal teman satunya.
Laura mengepalkan tangannya mendengar ejekan mereka. Ingin rasanya ia membungkam mulut mereka dengan tamparan keras.
"Stop! kalian bertiga keruangan saya" ucap ibu Sasa yang menengahi mereka.
Laura berdengus kesal sambil menghentakkan kakinya mengikuti langkah ibu Sasa begitu halnya kedua model tadi.
Kini mereka sudah berada di ruangan ibu Sasa. Terlihat Ibu Sasa duduk di kursi kebesarannya sambil menatap mereka satu persatu.
"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Laura, saya benar-benar kecewa kepada kamu. Baru hari pertama kamu bekerja di perusahaan fashion queen kamu sudah membuat masalah" ucap Ibu Sasa dengan tegas.
"Nah dengerin itu, dasar janda gatel" ejek model itu sambil tersenyum kemenangan.
__ADS_1
"Baik, saya tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Laura dingin sambil melirik tajam kedua model tersebut.
"Hemm, kamu boleh keluar" ucap Ibu Sasa sambil memegang berkas pentingnya.
Kedua model juga mengikuti langkah kaki Laura, namun langkahnya terhenti saat suara bariton ibu Sasa mengagetkan nya.
"Siapa yang menyuruh kalian berdua keluar dari ruangan ini!" ucap ibu Sasa dengan sorot mata tajam.
"Tadi anda_"
"Jika kalian berdua kembali membuat masalah, saya tidak segan-segan untuk memotong honor kalian" potong ibu Sasa dengan cepat.
Kedua model itu terkejut bukan main, lalu memohon kepada ibu Sasa untuk menarik kata-katanya dan berjanji tak akan pernah mengulangi nya lagi.
Laura berjalan gontai dengan penampilan yang begitu berantakan menuruni anak tangga, membuat Daniel merasa khawatir kepadanya yang sedang menunggunya di lobi perusahaan. Daniel segera menghampirinya.
"Apa yang terjadi Laura" ucap Daniel khawatir yang melihat penampilan Laura begitu berantakan.
Laura tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Daniel langsung berhambur memeluk Laura. Sedangkan Laura terlonjat kaget dengan sikap Daniel yang tiba-tiba memeluknya. Tanpa diduga, Johan yang berada di lobi perusahaan bersama sekretaris nya berdengus kesal melihat mantan istrinya berpelukan dengan pria lain.
Johan segera menghampiri mereka dan langsung menarik tubuh Laura berdiri di sampingnya.
Daniel begitu terkejut melihat mantan suami Laura ikut bergabung bersama mereka, hingga Daniel dengan terpaksa ikut memegang tangan Laura.
"Jangan ikut bersama nya, aku juga butuh bicara dengan mu Ra"ucap Daniel sambil menatap tajam Johan.
Laura pun begitu bingung dengan aksi tarik-menarik keduanya.
"Hentikan, kalian berdua membuatku pusing" ucap Laura kesal dan memilih meninggalkan mereka berdua.
Johan segera mengejar Laura begitu halnya dengan Daniel, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan halus melingkar di lengannya.
"Mau kemana yang, ini sudah waktu makan siang" ucap Angel sambil bergelayut manja di lengan kekar kekasihnya.
Daniel menghela nafas panjang, mau tak mau mengiyakan ucapan kekasihnya.
Johan berhasil mengejar Laura, hingga dengan cara terpaksa ia lakukan demi memasukkan Laura ke dalam mobil nya.
"Hei apa yang kamu lakukan, aku ingin pulang" teriak Laura sambil menggedor-gedor pintu mobilnya.
Johan segera masuk ke dalam mobilnya dan duduk tepat di samping Laura.
__ADS_1
"Turunkan aku, bukankah setelah bercerai kita tak perlu lagi saling mengenal. Mengapa sekarang kamu melupakan ucapan mu" ucap Laura ketus sambil menatap Johan dengan tatapan dinginnya.
"Kamu harus mempertanggung jawabkan masalah ini" ucap Johan sambil memperlihatkan video pertengkaran Laura yang beredar di sosial media.
"Namaku ikut terseret dengan kebodohan mu. Kamu harus memperbaiki semuanya dan mulai sekarang siapkan uang ganti rugi sebelum masalah ini kembali dilakukan di jalur hukum" ucap Johan dingin dengan pandangan lurus ke depan.
Laura terlonjat kaget melihat video nya beredar di sosial media, lebih-lebih ucapan Johan membuatnya diam seribu bahasa.
"Siapkan uang ganti rugi senilai 2 M, aku tunggu tiga hari ke depan" ucap Johan entengnya.
"Apa! 2 M , dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu. Sekarang apa kamu tidak lihat hidup ku sudah melarat dan bukan lagi anak pengusaha kaya raya Anthony Fernandez" bantah Laura dengan wajah shock nya.
2 M saldo rekening nya saja sudah menipis, sekarang mantan suaminya kembali menekan nya dengan uang sebanyak itu.
"Aku tidak peduli karena namaku ikut terseret dengan masalah mu. Siapkan uang nya secepatnya aku tak mau tahu" ucap Johan yang sama sekali tak belas kasihan kepada mantan istrinya.
"Andai masalahnya seperti ini, aku tak segan-segan menggugat harta gono-gini kepadamu" Ucap Laura dengan kesalnya.
"Mengapa kamu sekarang kembali membahasnya, bukankah kamu sendiri tak ingin melakukan pembagian harta gono-gini, Apa kamu tidak mengingatnya nona Laura" ucap Johan tersenyum sinis.
Laura langsung menjambak rambutnya dengan penuh frustasi.
"Andai saja aku menyentuhmu, bisa saja harta gono-gini itu dilakukan" ucap Johan tersenyum sinis.
"Ha ha ha ha, jelas itu tak akan pernah terjadi sesuai perjanjian kita. Lagian seorang gay seperti mu tak akan pernah bisa melakukan nya. Lakukan saja pada pria brondong di luaran sana jika ingin melakukan pembagian harta gono-gini" ejek Laura diiringi gelak tawa yang masih memiliki nyali melawan mantan suaminya. Sosok pengusaha terkaya di negeri ini.
Mike yang duduk di kemudi tampak tersenyum tipis mendengar perdebatan mantan suami istri itu.
Sementara Johan begitu kesalnya mendengar ucapan Laura, rahangnya mengeras, kepalan kedua tangannya sudah siap digunakan untuk menghajar mantan istrinya, namun Johan berusaha mengontrol emosi nya.
"Kamu masih saja membuat gosip miring tentang ku, apa kamu ingin membuktikannya sekarang?" tantang Johan yang tak terima ucapan Laura yang menganggap nya seorang gay.
"Ha ha ha ha, tak perlu....tak perlu..aku hanya merasa kasihan kepada mu Mr gay karena tak bisa melakukan nya...ha ha ha" ucap Laura tertawa terbahak-bahak yang mengejek mantan suaminya.
"Turunkan kami di hotel Wiliam Mike, aku perlu membuktikan kebenarannya kepada wanita cerewet ini" ucap Johan dingin yang tak terdengar main-main.
Laura menjadi pias turun dari mobil. Matanya membulat sempurna melihat bangunan mewah di hadapannya. Ternyata Johan benar-benar tak main-main dengan ucapannya dan langsung membawanya ke sebuah hotel mewah.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏
__ADS_1