Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 7 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura memulai aktivitas nya pagi ini. Pertama-tama mengecek seluruh hewan peliharaannya dan tak lupa memberinya pakan. Setelah itu ,Laura bergegas membersihkan tubuhnya.


Laura tampak anggun mengenakan kemeja putih dipadukan celana jeans biru. Rambutnya ia biarkan tergerai dengan sedikit aksesoris berbentuk permata yang menghiasi rambutnya.


Setelah melihat penampilannya begitu sempurna. Laura bergegas keluar kamar.


Meong


Meong


Meong


Kelima hewan peliharaannya begitu kompak mengeong melihat kedatangannya. Pertanda bahwa mereka sangat antusias dengan kedatangan sang pawang nya.


"Makasih...makasih baby, kalian semua kesayangan ku. Sekarang mami harus bekerja untuk menafkahi kalian semua" ucap Laura tersenyum sambil membungkukkan badannya menatap satu persatu hewan peliharaannya.


Laura berjalan ke dapur, membuka kulkas dan mencari buah apel dan orange jus yang sempat ia beli di supermarket. Sambil memperhatikan hewan peliharaannya Laura begitu lahap memakan buah apel.


Pandangannya tertuju pada ponselnya yang berdering. Laura segera mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan masuk tersebut.


"Cepat ke kantor para kru sudah menunggu kedatangan mu, satu jam lagi kamu ada pemotretan" ucap seseorang di ujung telepon.


"Oke, siap bos ku" ucap Laura tersenyum lalu segera menghabiskan makanannya.


Laura begitu terburu-buru meminum orange jus lalu segera memasukkan ponselnya dalam tasnya.


"Mami pergi dulu sayang, jangan ada yang nakal" ucap Laura sambil menunjuk hewan peliharaannya.


Kelima kucing menggemaskan itu seolah patuh bahkan mengerti maksud dari pawang nya.


Laura segera berlari kecil keluar dari apartemen nya, terlihat Fero juga baru keluar dari apartemen nya.


"Pagi Laura" sapa Fero dengan senyuman tipis menghias bibirnya.


"Pagi, sampai jumpa aku harus segera pergi" ucap Laura tersenyum lalu bergegas berlari kecil masuk ke dalam lift.


Pintu lift terbuka, Laura bergegas keluar dan segera berlari menuju parkiran. Laura segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas menuju perusahaan fashion queen.


"Aduh... gawat ini waktu ku sisa setengah jam lagi"gumam Laura sambil mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Laura kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tak terasa tiba di perusahaan fashion queen. Laura memarkirkan mobilnya di area parkir, setelah itu bergegas keluar dari mobil.


Laura kembali berlari kecil menuju pintu masuk perusahaan. Laura membulatkan matanya melihat ibu Sasa berjalan bersama dengan pria berjas.


Dengan terpaksa Laura putar haluan dan segera berjalan menuju tangga darurat.


"Huff, hari pertamaku bekerja sudah kena sial" gumam Laura sambil menaiki anak tangga.


Laura tersenyum melihat Daniel terlihat mengobrol bersama dengan karyawan wanita.


"Daniel" teriak Laura sambil melambaikan tangannya.


Daniel tersenyum ke arahnya sambil mengangguk.


"Cepat list model yang akan melakukan pemotretan hari ini. Tunggu sebentar, aku harus menemui sahabat ku" ucap Daniel dan segera menghampiri Laura.


"Kamu terlambat sepuluh menit" ucap Daniel sambil melihat jam tangannya.


"Maaf aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Laura sambil memegang kedua telinganya.


Hal tersebut sering mereka lakukan jika berbuat kesalahan. Laura sedari dulu menyukai Daniel, Daniel cinta pertamanya sampai detik ini. Namun sayangnya Daniel selalu saja menganggap nya sebagai sahabat padahal Laura menginginkan lebih dari sahabat.


"Sudah sudah, lain kali jangan ulangi lagi" ucap Daniel sambil mengelus puncak kepala nya


"Sebaiknya cepat siap-siap, pemotretan mu sebentar lagi akan dimulai" ucap Daniel lalu segera membawa Laura ke ruang ganti.


Laura begitu cantik dan seksi yang baru saja berganti pakaian dibantu tim kreatif perusahaan. Wajahnya pun di make over habis oleh perias wajah profesional yang terlihat cetar membahana dengan lipstik merah darah yang begitu menantang para kaum pria.


Beberapa model yang juga bersiap-siap untuk pemotretan terlihat kesal menatap ke arah Laura. Karena kecantikan Laura mengalahkan mereka.


"Sepertinya model baru, kita harus segera menyingkirkan nya cepat. Jangan sampai membahayakan posisi kita" ucap wanita berbaju merah sambil berbisik-bisik dengan rekan modelnya.


"Miss Laura kamu yang pertama melakukan pemotretan" ucap pria bertulang lunak.


"Baik sis" ucap Laura tersenyum lalu segera bangkit dari duduknya.


Laura mulai melakukan pemotretan. Tampak pemuda tampan memegang kamera yang siap memotret model nya. Rupanya pria tampan itu seorang fotografer profesional. Sang fotografer mulai memberinya arahan untuk segera mengambil foto nya . Deretan gaya Laura tunjukkan dengan gaya elegan yang tengah menjadi brand ambassador tas fashion queen.


Berkali-kali Laura tergelak tawa jika diadu dengan gaya cool dan menggoda oleh fotografer. Sementara Laura sedikit kesulitan memperagakan gaya tersebut.

__ADS_1


Fotografer profesional itu terlihat senyum-senyum yang begitu tertarik dengan Laura, sang model baru yang akan menggemparkan dunia permodelan


Laura begitu cepatnya bisa akrab dengan sang fotografer. Hingga diam-diam sang fotografer meminta nomor ponselnya.


"Aku sangat suka semuanya. Hasil jepretan ku benar-benar luar biasa. Kamu sangat profesional nona Laura" ucap Fotografer yang memuji kepiawaian Laura bergaya di depan kamera.


"Makasih, aku masih tahap belajar, mohon bantuannya ya" ucap Laura tersenyum lalu memberikan nomor ponselnya.


"Tentu nona Laura" ucap Fotografer itu tersenyum yang begitu senang mendapatkan nomor Laura.


"Selesai kan, kalau begitu aku permisi dulu" ucap Laura tersenyum yang memilih undur diri karena pemotretan nya sudah selesai.


Laura melangkah riang gembira keluar dari ruang pemotretan. Langkahnya terhenti mendapati sosok pria dikenalinya sedang bermesraan di sudut ruangan.


Laura segera membalikkan badannya dan terlihat sangat kecewa dengan apa yang dilihatnya.


Hariku benar-benar sial, aku kembali memergoki pria yang kucintai bermesraan dengan seorang wanita. Kapan kamu mau melirikku Daniel, sampai sekarang aku sangat menyukai mu. Batin Laura.


Laura segera meninggalkan ruangan tersebut, ia diselimuti perasaan cemburu melihat Daniel bermesraan dengan Angel. Laura berjalan terburu-buru hingga tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


"Tidak punya mata kamu!" bentak orang itu sambil merapikan setelan jasnya.


"Maaf, aku terlalu terburu-buru" ucap Laura sambil memegangi lengannya.


Laura segera mengalihkan pandangannya hingga pandangannya bertemu dengan orang yang ditabraknya.


"Kamu" ucap mereka kompak.


"Mengapa kamu mengikuti ku" ucapnya yang lagi-lagi kompak.


Laura dan orang itu sama-sama melotot dengan tatapan tajam dan tak menduga bisa sekompak itu.


"Stop Johan, aku tak pernah mengikuti mu. Tolong, jangan pernah mengganggu hidup ku lagi, sekarang aku sangat bahagia dengan kehidupan baruku" ucap Laura kesal dan bergegas meninggalkan Johan yang justru jauh lebih kesal darinya.


"Sial, gadis itu selalu saja menyebalkan. Aku bahkan sudah bersumpah untuk tidak bertemu dengan nya, mengapa sekarang kami kembali dipertemukan" ucap Johan dengan sorot mata tajam menatap kepergian Laura.


"Mari tuan, pak direktur kami ingin bertemu dengan anda" ucap ibu Sasa dengan ramah.


Johan memilih melangkah menuju ruangan direktur utama perusahaan fashion queen.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏🙏


__ADS_2