Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 21 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

" Kau simpan kucingku dimana?" tanya Laura bersembunyi di balik pintu utama yang mendapati Johan masih berdiri di depan pintu.


Pasalnya dari kemarin perdebatannya dengan Johan melenceng kemana-mana. Tak ada lagi bahas membahas tentang kucing. Maka Laura perlu meluruskan kembali masalah mereka.


Sementara Johan tak menggubris ucapannya dan hanya meliriknya sekilas lalu melenggang pergi.


"Haisss, sangat menyebalkan. Awas ya!" kesal Laura dicuekin.


Laura bergegas menemui nyonya Tias di ruang keluarga yang tengah menonton serial TV favoritnya.


Pekerjaan Laura setiap harinya memberi obat, menyiapkan keperluan nyonya Tias, mengajaknya berolahraga kecil dan mengobrol bersama. Ya hanya itu pekerjaan, orang-orang pasti menganggapnya remeh, tapi tidak bagi Laura.


Saat melihat kedatangan Laura, nyonya Tias memanggil Laura untuk bergabung bersamanya.


"Kamu harus temani bibi nonton TV, pokoknya acara TV nya sangat bagus untuk kaum wanita " ucapnya tersenyum menawan.


Laura ikut tersenyum melihat tingkah kocak Nyonya Tias.


"Aku sangat senang bisa bertemu denganmu setiap hari sayang, tersenyum, tertawa bersama membuat mood ku menjadi baik dan happy. Kata dokter, ini salah satu alternatif penyembuhan secara alami untuk penyakit jantung seperti diriku. " ucap Nyonya Tias dengan raut wajah bahagia.


Sepertinya aku harus menjadi mak comblang mereka, agar mereka jatuh cinta. John love Laura. Batin Nyonya Tias menyeringai.


"Apa kaki bibi kesemutan?" tanya Laura curiga. Laura begitu peka melihat situasi disekitarnya termasuk kaki nyonya Tias.


Karena ia memperhatikan dengan jelas bagaimana nyonya Tias menggoyangkan kakinya berulang-ulang yang tengah berpikir keras tentang hubungan Johan dan Laura.


"Ah tidak sama sekali, bibi hanya meregangkan otot kaki bibi seperti ini" ucap mama Johan sambil memperagakan kembali apa yang dilakukannya.


Krekkk


Tanpa diduga terdengar suara krenyek seperti ranting patah.


"Aduh.. duh...duuhh.... ampun.. Gusti" lirih mama Johan dengan kesakitan luar biasa dan tidak menyangka kelakuan nya menjadi boomerang baginya.


"Astaga, mana yang sakit bibi" ucap Laura khawatir dan segera berjongkok untuk memeriksa kaki mama Johan yang sakit.


"Kaki ku...urat-urat syaraf nya sepertinya terkilir. Cepat panggil kepala pelayan" perintah nyonya Tias menahan kesakitannya.


"Tolong, tolong...bibi Tias butuh pertolongan!" teriak Laura.


Beberapa pelayan dan kepala pelayan mulai berdatangan tergopoh-gopoh menghampiri majikannya.


"Apa yang terjadi nyonya?" ucapnya khawatir.


"Cepat periksa kaki nya, sepertinya terkilir" jawab Laura khawatir yang juga dilanda perasaan panik. Pasalnya dirinya yang bertanggung jawab merawat mama Johan.


Kepala pelayan yang memiliki kemampuan khusus seperti syaraf kejepit dengan cepat melakukan tindakan, yakni mengurut pergelangan kaki nyonya Tias.


Nyonya Tias berusaha menahan kesakitannya hingga syarat pergelangan kakinya kembali seperti semula. Nyonya Tias bernafas lega, rasa sakit di kakinya agak berkurang.

__ADS_1


"Agak mendingan. Terima kasih sudah membantuku" ucap mama Johan dengan keringat bercucuran di keningnya.


Laura segera menghapus keringat dikening nya dengan hati-hati.


"Syukurlah, sama-sama nyonya" ucap Kepala pelayan yang bernama Siti.


"Kami permisi" ucapnya Kompak dan segera melanjutkan kembali pekerjaannya.


"Ya, sekali lagi terima kasih" balas Laura.


"Beginilah akibatnya wanita sakit-sakitan terlalu banyak tingkah" ucap Mama Johan kepada dirinya sendiri.


Laura tersenyum mendengar ucapan mama Johan.


"Yang jelas kita tidak perlu mengulang kembali" timpal Laura.


"He he he, setuju. Ternyata kita sepemikiran ya" ucap mama Johan tersenyum.


Ayo dong kembali menjadi menantu bibi. Batinnya.


"Astaga kita melupakan serial TV nya, sudah sampai mana tadi" ucap Mama Johan yang masih memikirkan serial TV nya.


Laura geleng-geleng kepala mendengar ucapan mama Johan. Bisa-bisanya wanita paruh baya itu masih memikirkan serial TV nya. Dan Laura sendiri tetap memakluminya, mau bagaimana lagi mama Johan hobi nonton TV.


Tak bisa dipungkiri jika mama Johan butuh hiburan dan teman ngobrol selama ini. Sang suami hobi kerja begitu halnya anak kebanggaannya. Sehingga jalan terbaiknya menonton TV dan melakukan aktifitas yang membuatnya bahagia.


"Ponsel bibi berdering" ucap Laura melihat ponsel mama Johan terus berdering.


Laura segera mengambil ponsel tersebut lalu menyodorkannya kepada mama Johan.


"Pucuk dicinta ulang pun tiba. Lihat, yang nelpon anak kebanggaan bibi" ucapnya antusias lalu segera mengangkat panggilan masuk dari Johan.


"Ya halo, mama disini" ucap Mama Johan di ujung telepon.


"Mama, hari ini aku berangkat ke negara Z untuk urusan bisnis" ucap Johan di ujung telepon.


"Astaga, mengapa mendadak sekali. Dasar kamu ini mentang-mentang singel sudah bebas kemana-mana, sepertinya mama harus cari pawang untukmu biar tidak kemana-mana lagi. Jangan lama-lama di sana, cepat pulang karena mama merindukanmu John" omel mama Johan panjang lebar.


"Sudah dulu, ma. Aku masih banyak kerjaan" ucap Johan lalu menutup panggilan teleponnya.


Jangan-jangan dia kabur karena tidak ingin bertanggungjawab kepada kucing-kucing kesayanganku. Batin Laura.


Nyonya Tias menyimpan ponselnya dengan wajah cemberut. Laura lalu menawarinya jus alpukat untuk mengembalikan mood cerianya.


Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana ya caranya agar mereka kembali bersatu? Oh, aku punya ide cemerlang. Sebaiknya aku meminta bantuan saja kepada ponakan tercantik ku, Wulan. Batin mama Johan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sebulan kemudian.......

__ADS_1


Tak ada yang berubah dalam diri Laura dan tetap menjadi dirinya sendiri. Hanya saja pemikirannya mulai dewasa. Laura mulai berpikir kritis demi menunjang masa depannya dan lebih pandai-pandai menabung dan bersedekah di panti asuhan dan berbagi kepada orang-orang yang kurang mampu.


Disamping itu, Laura lebih suka merendah diri dan terkadang mengalah demi kebaikan orang lain. Sikap keras kepalanya sudah ia buang jauh-jauh. Dan untuk masalahnya dengan Johan sudah ia selesaikan secara kekeluargaan, yakni kucing-kucing Laura diadopsi oleh teman Johan yang juga pecinta kucing.


Dan untuk pekerjaannya berjalan lancar tanpa adanya kendala. Laura dengan senang hati menyukai pekerjaannya saat ini. Ia pun dengan sepenuh hati merawat mama Johan dan tak sekalipun mengeluh. Laura bersyukur bisa dipertemukan orang baik seperti mama Johan dan sudah menganggap mama Johan seperti mama nya sendiri.


Berkat kegigihan Laura merawat mama Johan, akhirnya kini mama Johan menjadi sehat dan bugar. Tidak seperti dulu saat pertama kali bekerja, di mana mama Johan tampak lelah, lesuh dengan wajah pucat nya


Pagi ini Laura membawa mama Johan jalan-jalan di taman. Semua itu karena permintaan mama Johan sendiri. Laura yang mengemudikan mobil, sedangkan mama Johan terus mengoceh tak jelas disampingnya hingga tiba di taman.


"Tempatnya sangat sejuk, kapan-kapan kita kesini lagi ya" ucap mama Johan sambil menghirup udara sejuk.


"Iya bibi, kemanapun bibi pergi, aku siap sedia kala" ucap Laura tersenyum dan mama Johan ikut tersenyum.


"Ayo, kita duduk di situ" tunjuk nya kepada kursi kayu.


Laura mengangguk lalu mengikutinya. Tak berselang lama, datanglah gadis cantik berseragam sekolah menemui mereka.


"Selamat pagi menjelang siang bibi" ucap gadis cantik itu memasang wajah polosnya.


"Wulan. Akhirnya kamu datang juga. Hampir sebulan loh ini, kamu tidak membalas pesan bibi" ucap mama Johan berpura-pura marah.


Gadis cantik yang bernama Wulan langsung berhambur memeluk bibi nya.


"Maaf bibi, Wulan sibuk dengan acara kelulusan Wulan" ucapnya beralasan.


"Lalu mengapa kamu masih memakai seragam sekolah?" tanya mama Johan.


"Biar ongkos keretanya dituruni dikit bibi, kalau Wulan memakai seragam sekolah. Kalau tidak memakai seragam sekolah malah kemahalan bibi"jawabnya.


"Oh"


Laura ingin sekali tertawa mendengar obrolan mereka. Namun tak berani melakukannya.


Bonus Visual....


Laura Fernandez




Johan Pradipta William




Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🤗


__ADS_2