Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 12 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Malam telah tiba, Johan memiliki tekad yang kuat untuk mengabulkan permintaan ibunya. Dimana ia harus mempertemukan Laura dengan ibu tersayangnya.


“Apa benar ini apartemen Laura?” tanya Johan kepada Mike yang tengah berada di sebuah unit apartemen.


Johan dan Mike memperhatikan pintu apartemen tersebut.


“Saya sangat yakin tuan, apartemen ini milik nona Laura. Dan kebetulan sekali, anak buah saya mengintai nona Laura dari kejauhan beberapa hari belakangan” ucap Mike dengan penjelasannya.


“Baiklah, aku percaya” pinta Johan sambil mengusap rambutnya.


Mike lalu mengetuk pintu apartemen Laura berulang kali hingga tak ada tanda-tanda dari sang pemilik apartemen membukakan pintu untuk mereka.


“Sepertinya nona Laura belum pulang tuan” ucap Mike yang lebih memilih menghentikan aksinya.


Johan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu melenggang pergi. Johan tipikal pria yang tidak suka menunggu tanpa kepastian dan hanya membuang-buang waktu berharganya.


Saat mulai berjalan beberapa langkah, Johan memilih menghentikan langkahnya, ia tak sengaja melihat kedatangan orang yang ingin ditemuinya.


Johan, mau apa lagi dia!. Batin Laura.


Mengapa dia terlihat berantakan. Batin Johan.


Mike tersenyum melihat kedatangan orang yang ingin mereka temui


“Syukurlah, akhirnya nona Laura datang juga” ucap Mike kemudian menepi menjauhi mereka.


Laura berdengus kesal melihat pria yang sangat dihindarinya. Lagi-lagi mood nya berubah jadi kesal dan tingkatnya semakin kesal.


“Kita perlu bicara” ucap Johan lalu memegangi lengan Laura, dimana Laura mengacuhkannya.


Laura segera mungkin melepaskan tangan Johan dari lengannya.


“Tak ada lagi yang perlu dibicarakan tuan Johan Pradipta William, sebaiknya anda pergi” ucap Laura dengan penekanan.


“Apa seperti ini caramu menerima tamu penting!” ketus Johan sambil melipat kedua tangannya menatap dingin Laura.


Hanya hentakan kaki yang dilayangkan Laura untuknya. “Ini bukan waktunya untuk bertamu dan sekalipun aku tidak akan menerima tamu sepertimu” Kesal Laura lalu melangkah mendekati pintu apartemennya.


Laura melirik Johan sekilas sambil membuka pintu apartemennya. Setelah itu, Laura buru-buru masuk ke dalam apartemennya.


Saat ingin menutup pintu apartemennya, tiba-tiba saja Johan menghadang pintu apartemennya.


“Argghh…sangat menyebalkan. Singkirkan kakimu! Jangan sampai pintu apartemenku melindasnya”tegas Laura sambil berdengus kesal.


Johan sama sekali tidak peduli dengan ucapan Laura. Sehingga Laura berusaha keras menutup pintu apartemennya. Sedangkan Johan tak mau kalah, ia tetep kekeh pada pendiriannya menghadang pintu apartemen Laura. Hingga membuat Laura terjerambah kebelakang yang sudah tak kuat adu kekuatan dengan Johan melalui pintu apartemennya.

__ADS_1


“Aish….sial! dasar tiang listrik tuliii…aku sumpahin kau akan terus menjadi mr gay plus tuli selama-lamanya” kesal Laura dengan emosi menggebu-gebu.


Tanpa rasa bersalah sama sekali Johan melangkah masuk ke dalam apartemennya. Johan langsung mengamati di sekelilingnya hingga pandangannya teralihkan mendengar suara merdu dari hewan peliharaan Laura.


Meong


Meong


Meong


Johan segera mendekati salah satu kucing imut peliharaan Laura, sehingga membuat Laura semakin emosi saja. Tanpa pikir panjang Laura berjalan mendekati Johan dengan kepalan kedua tangannya.


“Pergi, jangan mengganggu hidupku lagi” teriak Laura.


Tidak ada angin tidak ada hujan mood Laura benar-benar buruk dan tanpa aba-aba Laura melayangkan pukulan keras di punggung Johan.


Meong


Meong


Kucing Persia yang bernama Mail tampak memberontak di kandangnya mendengar teriakkan Laura, sepertinya ia pun ingin melakukan perlawanan untuk sang pawang.


“Hei, apa yang kau lakukan, Laura” ucap Johan lalu mencengkram tangan Laura untuk menghentikan aksinya.


“Jangan sebut-sebut namaku lagi, pergi!!!" bentak Laura.


Johan merenggangkan otot-otot jemari tangannya dengan raut wajah sedikit kesal.


Aku tidak akan terpancing dengan wanita ja*lang ini. Aku harus membujuknya bagaimana pun caranya. Batin Johan.


Tak ingin terpancing dengan ulah Laura, Johan memilih memberikan biskuit kesukaan kucing peliharaan Laura.


"Tak kusangka, rupanya kau wanita tempramental. Aku pikir kau wanita lembut yang menyukai hewan berbulu ini" ucap Johan tersenyum tipis melihat-lihat kucing imut tersebut.


"Berapa kali aku memintamu untuk pergi dari apartemen ku. Jika kau datang menemuiku untuk meminta ganti rugi, sebaiknya kau pergi saja" pinta Laura yang menurunkan emosionalnya.


"Kau pasti butuh kerjaan bukan" ucap Johan tak ingin berbasa-basi.


"Aku sama sekali tidak tertarik, cepat pergi!" kesal Laura sambil memegang spatula untuk memukul Johan.


"Mengapa kau menjadi kekanakan seperti ini, apa karena kehidupan mu sudah berubah hingga cara berpikirmu semakin konyol" ketus Johan memperingatkan Laura.


"Omong kosong, tak perlu mengejekku, terus terang saja bahwa aku sudah jatuh miskin. Ya memang dirimu sangat kaya raya tuan Johan, memiliki segalanya, perusahaan, hotel, apartemen, rumah dan kekayaanmu tak ada habisnya " ucap Laura dengan tatapan sinis nya.


"Aku tahu kau baru saja dipecat dari perusahaan fashion queen. Maka dari itu, aku datang menemui mu untuk menawarkan pekerjaan baru untukmu" ucap Johan dengan raut wajah serius.

__ADS_1


Ooh jadi itu maksudnya, aku pikir dia datang untuk mengejekku dan ingin menagih hutang. Batin Laura.


"Pekerjaan, hahaha. Tak perlu mengasihani ku lewat pekerjaan yang akan kau tawarkan kepadaku. Yaaa.....aku bisa sendiri mencarinya" ketus Laura dengan kepercayaan diri.


"Dasar cerewet. Baiklah, besok pagi-pagi datanglah ke kediaman orang tuaku, maka kau akan tahu sendiri seperti apa pekerjaanmu" ucap Johan lalu melenggang pergi.


Jika Johan terus meladeni sikap Laura, bisa-bisa dirinya kembali terlihat masalah dengan mantan istrinya.


"Husss, sana pergi. Aku semakin kesal saja melihatnya" gumam Laura yang tetap memperhatikan kepergian sang mantan suami.


Setelah benar-benar melihat Johan keluar dari apartemennya, Laura lantas berlari kecil menutup pintu apartemennya dan tak lupa menguncinya.


Johan yang masih berada di sekitar unit apartemen Laura kembali berbalik badan menatap pintu apartemen tersebut.


"Bagaimana tuan, apa semuanya berjalan lancar?" tanya Mike kepada atasannya.


Aku berharap tuan dipersatukan kembali dengan mantan istrinya. Batin Mike.


Johan langsung melirik tajam bawahannya. Itu menandakan bahwa dirinya sedang kesal.


"Ayo pergi" ucap Johan sambil berdengus kesal.


"Baik tuan" ucap Mike dengan anggukan kepala.


Bawahannya sangat tahu betul seperti apa sifat atasannya yang mudah tersinggung dan mood yang cepat berubah.


Johan dibuat kesal oleh mantan istrinya. Padahal kedatangannya dengan maksud baik dengan tujuan memberikan sedikit kelonggaran untuk wanita yang pernah bersanding dengannya.


Sementara Laura duduk termenung sambil menatap kelima kucing kesayangannya.


"Aku tidak ingin lagi terlibat dengan orang-orang di masa laluku. Jangan sampai mereka hanya memanfaatkan keadaanku saat ini" gumam Laura sambil menopang dagu.


"Ini bukan waktunya kalah. Aku yakin suatu saat nanti bisa menaklukkan dunia dengan semangat yang kumiliki. Pokoknya semangat.... semangat dan kalian-kalian kesayangan-kesayangan ku, ayo dong semangati mami" ucap Laura lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Kelima kucing kesayangannya juga ikut termenung menatapnya.


Malam benar nasibnya saat ini, lagi-lagi ia kehilangan pekerjaan akibat ulahnya sendiri.


"Waktunya beristirahat, Kalian-kalian semua juga harus tidur" ucap Laura sambil menunjuk satu persatu kucing kesayangannya.


"Selamat malam" ucap Laura lalu bangkit dari duduknya.


Bersambung.....


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2