
"Bibi, mengapa kak Laura bersama bibi? bukankah kak Laura dan kak John sudah bercerai? Dan mengapa bibi menyuruhku datang di kota ini?" tanya Wulan bertubi-tubi dengan penuh curiga.
Ya seluruh keluarga Johan lebih sering memanggil Johan dengan sebutan John dibandingkan Johan.
"Baiklah, bibi akan menjawab semua pertanyaan mu. Laura bekerja merawat bibi, dan ya benar katamu bahwa mereka sudah bercerai. Maka dari itu kamu yang harus membantu bibi untuk mempersatukan mereka kembali. Lalu mengapa bibi menyuruhmu datang di kota ini? baiklah bibi akan menjawabnya sekarang juga." ucap mama Johan sambil menjeda ucapannya.
"Begini, bibi ingin kamu bekerja sebagai mak comblang Johan dan Laura, sebagai imbalannya kamu akan mendapatkan hadiah super mewah berupa satu unit mobil beserta surat-surat nya. Bagaimana? apa kamu ingin melakukan pekerjaan ini?" tanya Mama Johan dengan antusiasnya sambil menaikkan alisnya.
"Setuju, Wulan siap melakukannya bibi" jawab Wulan dengan mata berbinar. Yang memang tipikal mata duitan.
"Bagus, ini hanya menjadi rahasia kita berdua" ucap Mama Johan mengingatkan.
"Oke bibi" ucap Wulan lalu menaikkan jari kelingkingnya sebagai tanda sepakat mereka. Begitu halnya yang dilakukan mama Johan,. mengaitkan jari kelingkingnya cepat bahwa siap dengan misi mereka berdua sebagai mak comblang Johan dan Laura.
Sementara Laura sendiri sedang membeli minuman dan cemilan untuk mereka.
Laura berada di salah satu stan penjual minuman dingin dan tengah mengantri bersama pembeli lainnya.
Kebetulan sekali, Angel dan Daniel juga berada di tempat tersebut dan mereka sedang duduk bersantai di salah satu kafe outdoor nuansa taman bunga. Dari kejauhan Angel mampu mengenali Laura yang tengah berdiri mengantri.
Ini kesempatan emas untuk membalas perlakuan Laura kepadaku. Batinnya.
Angel lalu permisi sebentar untuk ke toilet. Daniel yang sibuk bertelepon ria hanya mampu mengiyakan ucapan Angel.
Sepertinya rencana licik Angel kembali dijalankan.
Laura segera membayar tiga cup minuman yang dipesannya. Saat akan melangkah meninggalkan stan penjual minuman, tiba-tiba Laura dihadang tiga wanita paruh baya, ketiganya langsung melabrak Laura dan tak segan-segan ingin menjatuhkan seluruh belanjaan Laura, namun Laura segera menahan aksi mereka.
"Dasar pelakor! tidak ada tempat bagi wanita pelakor sepertimu" cercah ketiga wanita paruh baya itu dengan kesalnya kepada Laura. Dan tanpa basa-basi mereka langsung melempari tubuh Laura menggunakan tomat busuk.
Laura berusaha menghindari aksi main hakim sendiri yang dilakukan ketiga wanita itu.
"Sepertinya anda salah orang, jangan membuat gosip yang tidak-tidak. Apa anda punya bukti dengan tuduhan kalian!" bantah Laura yang berusaha meyakinkan mereka.
"Alaaaah dasar pelakor, mana ada maling mau ngaku. Rasakan ini pelakor" ucap salah satu wanita itu dan kembali melempari Laura dengan tomat busuk.
__ADS_1
Baju Laura tampak kotor terkena tomat busuk. Laura terus meyakinkan mereka bahwa semua tuduhan mereka tidak benar.
"Basmi kan pelakor nya!" koar-koar ketiga wanita paruh baya itu.
Para pengunjung pun ikut terprovokasi dengan aksi ketiga wanita paruh baya itu. Mereka pun ikut menyuarakan aspirasi untuk menyerang Laura yang dianggap pelakor.
Sementara Laura segera berlari meninggalkan tempat tersebut dan masih saja dikejar-kejar oleh wanita tadi. Bisa-bisa ia menjadi amukan wanita tadi bersama para pengunjung yang sudah terprovokasi.
Tidak mudah baginya untuk menjelaskan tunduk perkaranya. Dikarenakan ketiga wanita tadi menuduhnya sebagai pelakor tanpa ada bukti nyata sekalipun.
Angel tersenyum kemenangan melihat nasib Laura seperti gembel. Karena baju Laura sangat kotor di penuhi tomat busuk. Laura berlari pontang-panting di kejar-kejar wanita yang sudah ia bayar.
"Ha ha ha ha kasihan sekali nasibmu Laura. Lihatlah dirimu persis gembel dan sampah jalanan" ucap Angel dengan seringai licik diwajahnya.
Sementara Laura sudah panik di kejar-kejar oleh orang tadi. Tidak mungkin ia berlari menuju tempat duduknya, dimana ada mama Johan dan Wulan.
Laura terus berlari sambil menenteng kantong plastik berisi minuman dingin yang sempat ia beli. Tiba-tiba saja sebuah mobil sport merah melaju pelan ke arahnya.
Si pengemudi mobil berteriak memanggil namanya yang sedang menepikan mobilnya di pinggir jalan. Laura segera berlari kencang mendekati mobil tersebut lewat instruksi si pengemudi. Lalu Laura bergegas masuk ke dalam mobil tersebut. Setelah itu, mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut.
"Tomat busuk. Aku akan buka baju disini" ucap Laura sambil membuka satu persatu kancing bajunya yang juga tidak tahan dengan bau tomat busuk tersebut.
"Apa yang sudah terjadi? mengapa kau tampak berantakan dan lihatlah penampilanmu sangat kotor" ucap si pengemudi mobil yang tidak lain adalah Johan.
"Ceritanya panjang. Orang-orang mengejarku karena menganggap ku pelakor" ucap Laura sambil membuka bajunya. Hingga tersisa tantop hitam nya.
"Terus, kau meninggalkan mama begitu saja" timpal Johan yang fokus mengemudikan mobilnya.
"Ya. Mama mu bersama Wulan di taman. Dan aku tidak bisa menemuinya, sebab bisa saja membahayakan mereka" jelas Laura tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Aku akan menyuruh supir papa untuk menjemput Mama dan Wulan" usul Johan.
"Hemm. Ehhh bisakah kau mengantarku ke kediaman orang tuaku" ucap Laura memohon sambil melirik ke arah Johan.
Johan ikut meliriknya sekilas lalu mengangguk sebagai jawabannya.
__ADS_1
Tak terasa perjalanan dengan jarak tempuh 40 menit, akhirnya mereka tiba di kediaman orang tua Laura.
Laura bergegas turun dari mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Johan. Sedangkan Johan kembali melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
Para pelayan menyambut kedatangan Laura dengan ramahnya. Kemudian muncullah mama Laura yang begitu bahagia melihat kedatangan putrinya.
"Astaga sayang, apa yang sudah terjadi" ucap mama Laura yang begitu khawatir melihat penampilan putrinya.
"Tidak apa-apa kok ma, aku baik-baik saja" ucap Laura tersenyum manis memamerkan gigi ratanya.
"Laura, mama sangat merindukanmu" ucapnya dan segera memeluk putrinya.
Laura tersenyum dengan mata berkaca-kaca membalas pelukan sang mama.
"Laura juga rindu sama mama" lirih Laura dengan sudut matanya berair.
"Ya sudah, cepat bersihkan tubuhmu sayang.
Setelah itu, kita makan siang bersama. Mama akan siapkan makanan kesukaan mu" ucap mama Laura tersenyum.
Laura hanya mengangguk sebagai jawabannya lalu bergegas ke kamarnya.
Kini Laura makan siang bersama sang mama. Semua menu makan siang kali ini adalah makanan kesukaan Laura. Mulai dari SOP buntut, semur daging, ayam goreng, kebab dan pangsit tersaji di atas meja.
Selesai makan siang bersama, Laura dan mama nya kembali mengobrol di ruang musik yang menjadi ruang favorit keluarganya.
"Mama, maaf. Laura tidak bisa mengikuti keinginan mama ke negara Z. Laura tau kehidupan Laura akan kembali glamor seperti dulu jika berada di negara Z. Tapi, maaf ma, Laura lebih betah di negara ini, walaupun kehidupan Laura tidak seperti dulu lagi. Tapi, Laura akan belajar hidup mandiri tanpa bantuan mama dan papa. Tolong percaya, Laura akan membuktikannya kepada kalian suatu saat nanti" ucap Laura panjang lebar yang tidak bisa mengabulkan permintaan mama nya.
"Tidak apa sayang, yang jelas kamu bahagia menjalani kehidupanmu" ucap mama Laura tersenyum.
Laura ikut tersenyum dan kembali berhambur memeluk sang Mama.
Bersambung......
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🤗
__ADS_1