Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 30 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura merasa lebih baik setelah tidur berjam-jam seharian ini. Laura terbangun karena merasa gerah terus berada di ranjang. Ditambah perutnya juga keroncongan.


Mau tak mau Laura menyeret tubuhnya turun dari ranjang dan melangkah mencari sesuatu yang bisa di makan. Pandangan Laura mengarah pada sudut kamar yang terdapat lemari pendingin berdiri kokoh di sana.


Laura segera mendekat dan membuka lemari pendingin itu. Terdapat minuman kaleng berbagai merek, air mineral, susu uht, coklat, buah-buahan segar dan cemilan kemasan yang merupakan produk dari perusahaan Johan.


Satu buah apel dan sebotol air mineral yang menjadi pilihan Laura untuk mengganjal perutnya yang sedang keroncongan. Laura duduk bersantai di sofa menghadap ke arah jendela sambil meneguk air mineral dengan perlahan, kemudian Laura kembali memakan apel di tangannya.


"Semenjak menikah dengan Johan, hanya sekali kami menginap di rumah ini. Aku bahkan tak pernah mengamati kamar ini sebelumnya. Rasa-rasanya sangat asing, kalau tidak salah aku masih ingat sofa ini. Sofa yang menjadi saksi bisu Johan kalah taruhan dariku, sehingga dia terpaksa tidur di sofa" ucap Laura tersenyum yang kembali teringat masa lalunya bersama Johan.


"Ngapain aku mengingatnya kembali sih" ucap Laura cengengesan menahan tawanya dan segera menghabiskan buah apel tadi.


Laura kembali berkeliling di dalam kamar Johan. Masuk ke ruang kerja Johan tanpa permisi dan mulai mengamati ruangan tersebut. Bukan tanpa sebab Laura melakukannya, ia hanya ingin mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosannya.


Saat tak menemukan apapun di sana, Laura segera keluar dari ruangan tersebut. Kemudian Laura melangkah masuk ke ruang ganti, namun Laura malah menghentikan langkahnya tepat di depan cermin berbentuk oval.


Pandangannya langsung tertuju pada penampilannya saat ini yang tengah memakai t-shirt dan celana pendek ketat yang semuanya milik Johan. Laura menggulung rambutnya keatas lalu memperhatikan gunung kembarnya yang cukup menonjol dengan kain tipis di pakainya.


Tangan Laura kembali turun menyentuh ujung t-shirt di pakainya dan tak lupa sedikit menariknya ke bawah hingga gunung kembarnya semakin menonjol keluar. Mata Laura membulat sempurna dengan apa yang dilakukan sekarang.


"OMG, Johan!!" Kesal Laura menyebut nama mantan suaminya.


"Sial, pantas saja dia terus menatapku sampai tak berkedip, jadi ini alasannya. T-shirt yang cukup tipis dan mampu menerawang dadaku dari penglihatannya" ucap Laura sambil berdengus kesal.


Laura kembali membuka lemari pendingin dan langsung mengambil minuman kaleng bersoda untuk menjernihkan pikirannya.


Glukk...glukkk....

__ADS_1


Sekali teguk, Laura mampu menghabiskan satu kaleng soda.


"Ahhhh"


Laura lalu membuang kaleng soda itu ke tempat sampah. Kemudian melangkah masuk ke kamar mandi. Lagi-lagi Laura mengamati suasana kamar mandi itu yang didominasi warna putih dengan dinding kaca transparan


"Sudah lama aku tak berendam, ada baiknya jika aku berendam dulu. Lagian Johan tak bakalan pulang secepat ini, inikan masih jam kerja" gumam Laura tersenyum dengan mata berbinar melihat ke arah bathtub.


Laura lalu mengisi air di dalam bathtub dan tak lupa memberinya aromaterapi secukupnya agar membuatnya rileks saat berendam.


"Aku suka aromaterapi nya, aromanya menyenangkan" ucap Laura tersenyum lebar.


Kemudian Laura segera melepaskan seluruh pakaiannya lalu masuk ke dalam bathtub. Laura begitu senang bermain dengan busa-busa dari sabun cair yang sudah menggelembung menutupi sebagian tubuhnya.


"Ini sangat menyenangkan" gumam Laura sambil menikmati ritual berendam nya.


Johan melangkah masuk ke kamar dan tak lupa mengunci pintu kamarnya. Johan menenteng dua paper bag sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Laura yang entah kemana keberadaannya.


"Kemana perginya Laura" ucap Johan bertanya-tanya dalam hati sambil mengerutkan keningnya lalu menyimpan paper bag di bawahnya di atas meja.


Johan segera mendekati ranjang mencari sana sini, dia pikir Laura sempat terjatuh dari ranjang atau sesuatu hal terjadi kepada Laura. Johan tak menemukan Laura, ia pun kembali mencari Laura di ruang kerjanya, lanjut ke ruang ganti dan masih saja tetap sama tak menemukan keberadaan Laura.


Kembali Johan melangkah mendekati pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Tanpa basa-basi Johan langsung membukanya karena pintu itu tidak terkunci hingga menampilkan sosok yang dicarinya sedang berendam cantik.


"Aaahhh, dasar mesum" teriak Laura terlonjat kaget mendapati Johan berdiri di ambang pintu.


Sementara Johan menatap Laura begitu dalam dengan mata tak berkedip sedikitpun melihat wanita cantik itu tengah berendam di dalam bathtub. Johan merasa gerah, ditambah tiba-tiba saja aset berharganya ikut terbangun dengan cepatnya. Maklum dirinya seorang lelaki normal yang memiliki hasrat terhadap wanita.

__ADS_1


Laura begitu kesal sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dada untuk melindungi gunung kembarnya dari tatapan mesum seorang Johan.


Johan segera berbalik badan tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu menutup kembali pintu kamar mandi.


"Hufff, jantungku hampir copot" ucap Laura tak habis pikir dengan kehadiran Johan.


Laura segera menyelesaikan ritual mandinya. Ia pun menyambar jubah mandi milik Johan dan bergegas memakainya lalu melangkah keluar. Dengan rambut basah Laura menghampiri Johan yang tengah meneguk minuman kaleng berdiri di depan jendela.


"Dasar tukang mesum, kamu sengaja pulang cepat hanya untuk mengutip ku bukan" tuduh Laura dengan tatapan sinis.


Johan berbalik badan menghadap ke arah Laura yang sedang berdiri di belakangnya.


"Apa maksudmu? kau sendiri yang sedang mencari masalah denganku. Tak mengunci pintu kamar mandi hingga aku bisa leluasa masuk dan melihat mu begitu!" tantang Johan yang tidak terima dengan ucapan Laura.


"Jangan banyak alasan. Sudahlah, aku memaklumi mu, lagian lelaki seperti mu juga tak bakalan tergoda dengan wanita manapun. Kau kan jeruk makan jeruk" sindir Laura dengan entengnya.


Laura masih saja mempercayai rumor yang beredar di kalangan publik bahwa Johan seorang gay dan tak tertarik dengan wanita manapun. Hanya sebuah keadaan memaksa membuat Johan terikat dengannya.


Ditambah selama dirinya berstatus istri Johan, secuil pun Johan tak pernah menyentuhnya.


Johan mengepalkan tangannya mendengar ucapan Laura, tatapannya sulit diartikan. Tanpa basa-basi Johan langsung menarik pinggang Laura hingga tubuh mereka bersentuhan. Tatapan Johan begitu tajam menatap Laura dengan jarak dekat. Membuat Laura sedikit bergidik ngeri melihat tatapan tersebut.


"Kau mau apa Johan" ucap Laura dengan bibir bergetar melihat gelagat Johan. Sedangkan Johan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Laura hingga berhenti tepat di cuping Laura.


"Sebaiknya kita buktikan ucapanmu sekarang juga" ucap Johan menyeringai lalu menggigit cuping Laura. Aroma tubuh Laura membuat akal dan pikirannya hilang kendali.


Sementara bulu kuduk Laura meremang mendengar ucapan Johan. Entah apa yang akan terjadi antara dirinya dengan Johan. Yang pastinya hanya mereka yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2