Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 31 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

"Ha ha ha tak perlu, aku sangat memaklumi mu" ucap Laura cepat diiringi gelak tawa yang bersikap biasa-biasa saja, agar ia cepat lepas dari Johan.


Dengan cara seperti itu, ia berharap Johan tak berbuat apa-apa kepadanya. Lagian ia percaya bahwa Johan tak akan melakukan apapun terhadapnya.


"Aku tahu kau tak bisa melakukannya kepada wanita, lebih enakkan pasangan jeruk mu" cercos Laura yang mengeluarkan sifat aslinya. Dan Laura sangat percaya bahwa Johan hanya mengerjainya.


"Mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Johan dengan tatapan sulit diartikan, bahkan tangan Johan mulai membelai pinggang Laura. Membuat Laura semakin takut saja dengan Johan, ditambah hembusan nafas Johan terus menerpa wajahnya.


Deg!


Jantung Laura langsung berdegup kencang mendengar ucapan Johan penuh tanda tanya.


"Lupakan semua ucapanku, kau tak perlu bersusah payah memmm___"


Mulut Laura sudah di bungkam habis oleh Johan. Bibir Johan bergerak liar me*lum@t habis bibir manis Laura dan mengabsennya tanpa henti. Laura hanya mampu membulatkan matanya yang begitu shock depan serangan mendadak dari Johan.


Ciuman Johan semakin liar saja dan tak terkendali membuat Laura tersengal-sengal. Kedua tangan Laura terus saja memukuli tubuh Johan untuk menghentikan aksi Johan yang sudah diluar batas. Sedangkan Johan tak mempedulikannya. Kali ini ia harus memberikan pelajaran kepada Laura untuk tidak lagi menggiring opini sesat terhadapnya.


Sering kali dicap sebagai seorang gay oleh wanita cerewet itu membuat Johan geram dan harus membuktikan tuduhannya sekarang juga.


Lelaki jangkung itu tak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang jelas bisa membuktikannya secara langsung dan nyata tanpa harus ditutup-tutupi.


"Nikmatilah setiap sentuhan ku, ternyata aku begitu bodoh tak memaksamu melakukan hak ku sebagai suamimu" bisik Johan dengan seringai licik diwajahnya.

__ADS_1


Apa yang sedang direncanakan Johan saat ini. Sepertinya akan memberikan pelajaran untuk Laura atau hanya menggertak wanita cerewet itu.


Johan langsung mengangkat tubuh Laura persis ibu monyet membawa anaknya. Laura terus memberontak di gendongan Johan untuk lepas, namun tubuhnya sudah terhempas di atas ranjang.


"Johan menjauh dariku!!!..." teriak Laura dengan tatapan kebencian dan matanya memerah yang sedang diselimuti amarah.


Johan merangkak naik ke ranjang dan tak peduli dengan ucapan Laura, mata dan hatinya sedang ia tutup rapat-rapat demi bisa memberikan pelajaran untuk wanita cerewet seperti Laura.


Kembali Johan mengunci pergerakan Laura, memegangi kedua tangan Laura menggunakan tangan kirinya lalu menggiringnya tepat di atas kepala Laura hingga tubuh Laura meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.


Johan menatap Laura dengan tatapan sulit diartikan. Dengan menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu kemudian Johan mengulurkan tangannya untuk membuka tali dari jubah mandi yang dipakai Laura.


"Jangan lakukan Johan, ku mohon" ucap Laura memohon mencoba bernegosiasi. Semoga saja Johan merasa iba kepadanya. Bisa hancur masa depannya jika Johan melakukannya.


Sial, aku semakin terpancing dengannya. Batin Johan.


Bodoh, memang bodoh dengan aksinya saat ini. Johan menjadi terpancing dengan permainannya sendiri dan sudah dapat dipastikan bisa saja ia hilang kendali dan berakhir bercinta dengan Laura.


Laura sendiri kembali memberontak untuk lepas dari cengkeraman Johan. Tubuhnya yang belum sepenuhnya pulih kembali lemas karena perbuatan Johan.


Saat ini Johan benar-benar tidak peduli lagi dengan kondisi Laura, yang hanya ia pikirkan menuntaskan hasratnya sebagai tanda pelajaran untuk Laura.


Kemudian Johan memainkan jemari tangannya hingga menyentuh gunung kembar Laura dan mengusapnya lembut, Johan tersenyum tipis dengan ulahnya sendiri yang pertama kali menyentuh aset wanita. Sedangkan Laura hanya mampu memejamkan matanya dan ingin membunuh Johan saat ini juga.

__ADS_1


Puas dengan permainannya yang dianggap pelajaran untuk Laura. Lalu Johan kembali mencium bibir manis Laura dengan ra*us nya dan me**mat nya dengan lembut mencurahkan perasaannya yang entah seperti apa untuk Laura.


Air mata Laura tumpah dengan sendirinya mendapatkan perlakuan kasar dan tak senonoh dari Johan. Membuat wanita cantik itu membenci Johan. Sementara Johan merasa bingung dengan permainannya sendiri.


Johan segera menghentikan ciumannya merasakan dada Laura naik turun dengan degup jantung yang terus bergemuruh. Johan kembali menatap wajah Laura, membuat Laura buang muka.


"Tolong lepaskan aku, sebelum aku semakin membencimu" ucap Laura memohon dengan perasaan sesak di dada. Sungguh ia sangat membenci lelaki yang bernama Johan.


Johan segera menggeser tubuhnya dari atas tubuh Laura dan bergegas turun dari ranjang. Sementara Laura segera memperbaiki jubah mandi yang ia pakai dan mengikatnya erat. Tak lupa Laura menghapus sisa-sisa air matanya.


"Jangan bermimpi aku akan menyentuhmu. Barang bekas seperti mu tak pantas di nikmati" ejek Johan yang mengembalikan ucapan Laura. Setelah berhasil mengatakannya, Johan lalu melenggang pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan urusannya sendiri.


Sementara Laura mengepalkan tangannya mendengar ucapan Johan yang menuduhnya sebagai barang bekas. Sungguh Laura sangat membenci Johan dan bersumpah akan membalas perbuatan Johan kepadanya.


Laura bergegas turun dari ranjang lalu bergerak menuju pintu kamar. Laura berlari kecil keluar dari kamar Johan dan sama sekali tidak peduli kondisinya seperti apa saat ini.


Hingga langkahnya terhenti saat dihadang dua sosok wanita yang begitu dikenalinya sedang menatapnya penuh curiga.


Bersambung


Jangan lupa, like, love komen dan vote ya BESTie.


Biar aku makin semangat nulisnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2