Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 50 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Johan dan mama nya terlonjat kaget yang baru saja tiba di dapur, dan bersamaan pula mereka berteriak memanggil nama Laura karena melihat Laura tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.


Mereka segera membawa Laura ke rumah sakit. Mengingat wanita cantik itu jatuh pingsan dan tak kunjung membuka matanya. Johan yang sedang mengendarai mobilnya tampak khawatir melihat kondisi Laura yang tak kunjung sadarkan diri.


Begitu halnya nyonya Tias yang sedang bersama Laura di kursi belakang. Nyonya Tias dengan lembut menyandarkan kepala Laura di bahunya agar tubuh Laura tak terpental ke depan.


"Lebih cepat lagi Johan" tegur Nyonya Tias dengan perasaan khawatir. Mulutnya terus komat-kamit melapalkan doa untuk Laura. Sungguh wanita paruh baya itu begitu takut jika sesuatu terjadi kepada Laura.


Mobil yang mereka tumpangi seketika kecepatannya bertambah dan terus melaju menuju rumah sakit terdekat. Johan berkali-kali menyalip beberapa kendaraan roda empat bahkan menerobos lampu merah dan melanggar tata tertib berlalulintas.


Hingga salah satu pihak kepolisian yang melihat pelanggarannya bergegas mengikutinya menggunakan mobil patroli polisi.


Johan yang merasa diikuti oleh aparat kepolisian semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bisa mengelabuinya. Dengan kembali menyalip kendaraan roda empat di depannya. Johan berhasil lolos dari kejaran polisi.


Sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya Johan tiba di rumah Sakit Mentari Harapan, rumah sakit terdekat dari kediamannya. Johan bergegas turun dari mobil lalu membuka pintu belakang untuk mengangkat tubuh Laura.


"Pergilah nak, biar mama yang urus administrasinya" ucap Mama Johan sambil menyusulnya.


"Baik Mama , Laura harus mendapatkan perawatan" ucap Johan khawatir yang tengah menggendong Laura dan segera membawanya ke ruang UGD sesuai arahan dari dokter.


Kemudian Laura segera di tangani oleh dokter yang menanganinya. Sementara Johan di minta untuk menunggu di luar karena dokter sedang bekerja keras menangani pasiennya.


Sementara di kediaman keluarga William....


Tampak mobil berwarna silver memasuki gerbang utama kediaman William lalu disusul mobil berwarna hitam yang sempat dihadang oleh penjaga, namun kedatangan mobil silver tadi yang diyakini sebagai mobil pemilik kediaman mewah tersebut mampu membawanya masuk mengikuti laju mobil silver.


Dua buah mobil sudah terparkir di halaman depan. Supir yang mengendarai mobil berwarna silver bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk sang majikan. Kemudian diikuti si pengendara mobil berwarna hitam juga bergegas turun dari mobilnya.


"Dimana putriku tuan William? mengapa kau menyembunyikannya di kediaman mu?" tanya lelaki paruh baya yang tak ingin berbasa-basi. Sementara wanita paruh baya yang juga menyusulnya turun tampak memegang lengannya agar emosinya dapat dikontrol.


"Heh, aku tidak pernah menyembunyikan putrimu. Dia sendiri yang datang ke kediamanku hanya karena tawaran pekerjaan yang menggiurkan dari putraku. Aku tidak tahu, mengapa dia begitu tergila-gila kepada putraku. Mungkin saja pekerjaannya menjual diri demi bisa mendapatkan uang banyak" sinis pemilik kediaman mewah itu yang tak lain adalah tuan William.


"Tutup mulutmu, jangan pernah merendahkan putriku! karena mu aku rela mengusir putriku dari rumah dan karena mu aku rela mengeluarkan nama putriku dari anggota keluarga ku!." bentaknya terdengar marah dari suara lelaki paruh baya itu.


"Ha ha ha....Anthony.....Anthony, kau sendiri yang begitu bodohnya. Rela menelantarkan putrimu hanya karena tender proyek yang sangat besar dari perusahaan ku! bodoh dan gelap mata. Kau sungguh bodoh, ckckck" ucap tuan William menyeringai licik diwajahnya.

__ADS_1


"Kau!_" amarah lelaki paruh baya itu semakin di puncak dan ingin menghajar tuan William habis-habisan. Untungnya wanita paruh baya yang merupakan istrinya segera menghentikannya.


"Mas, jangan berbuat keributan. Kita datang kesini hanya untuk menjemput Laura dan segera membawanya pulang" peringat istrinya lalu membawanya menjauh atau lebih jaga jarak dengan tuan William.


Ya mereka adalah kedua orang tua Laura, tuan Anthony dan Nyonya Miranda. Kedatangan mereka ke kediaman William semata-mata untuk menjemput putrinya pulang.


Selama berhari-hari bahkan berbulan mencari keberadaan putrinya dengan menyebar anak buahnya hingga anak buahnya melakukan pengintaian di kediaman William dan akhirnya mereka mendapat petunjuk tentang keberadaan Laura.


"Pelayan, panggil pelayan yang bernama Laura" teriak tuan William kepada pelayan yang membersihkan rumput di pekarangan.


Deg!


Kedua orang tua Laura begitu marah mendapati kenyataan bahwa putrinya memang bekerja sebagai pelayan di kediaman William.


"Apa lagi! mengapa masih berdiri cepat _" tuan William tak melanjutkan ucapannya.


"Maaf tuan, nona Laura di bawah ke rumah sakit. Nyonya besar dan tuan Johan yang membawanya " potong pelayan sambil menundukkan pandangannya.


"Apa? rumah sakit" timpal tuan Anthony dengan keterkejutan hebat.


"Apa yang sudah kau perbuat kepada putriku, William!" ucap tuan Anthony dengan suara satu oktaf tanpa berbicara formal.


"Ayo mas, sebaiknya kita ke rumah sakit " ucap nyonya Miranda memelas karena mengkhawatirkan putrinya. Dia pun menarik tangan suaminya untuk masuk ke mobil dan bergegas menyusul putrinya ke rumah sakit.


"Apa kamu tahu rumah sakit mana mereka membawa putriku?" tanya nyonya Miranda kepada pelayan sebelum masuk ke mobil.


"Maaf nyonya saya kurang tahu" ucap Pelayan.


Nyonya Miranda menghela nafas lalu bergerak masuk ke mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Setelah itu mobil yang membawa mereka melaju meninggalkan kediaman keluarga William.


Tuan William pun bergegas masuk ke dalam mobil. Dia pun meminta supir pribadinya segera menyusul ke rumah sakit. Karena dia percaya bahwa istri dan putranya membawa Laura ke rumah sakit terdekat dari kediamannya.


Sementara di rumah sakit, terlihat Johan mondar-mandir di depan pintu ruang UGD dengan raut wajah khawatir sedangkan sang ibu duduk diam di kursi tunggu sambil terus memanjatkan doa kepada sang pencipta.


Pintu ruang UGD terbuka, tampaklah dokter yang baru saja menangani Laura keluar dari ruangan tersebut. Johan segera berbalik badan dan menghampiri dokter yang baru saja memeriksa Laura.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri ku dok?" tanya Johan khawatir dan tak sengaja menyebut Laura sebagai istrinya.


"Tak ada yang mengkhawatirkan, hanya saja..." Dokter memilih menjeda ucapannya lalu kembali melanjutkannya. "Hanya saja istri anda mengalami anemia. Penyebab Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan jumlah sel darah merah yang sehat. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa selalu lelah dan lemah, karena organ-organ tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Terutama jika asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 tidak tercukupi( sumber: google/ Halodoc)" ucap Dokter menjelaskan.


"Tolong lakukan yang terbaik dok" ucap Johan memelas di hadapan dokter wanita yang baru saja memeriksa Laura.


"Tentu. Satu lagi, pasien akan kembali diperiksa oleh dokter spesialis kandungan sebelum dipindahkan terlebih dahulu ke ruang rawat inap, jadi anda bisa menemuinya setelah itu" ucap Dokter tersebut dengan senyum ramahnya.


"Baik Dok" Johan mengangguk lalu mengalihkan pandangannya ke kaca jendela sana, dimana Laura sedang terbaring lemah dengan cairan infus di tangannya.


Dokter wanita pamit undur diri dari hadapan mereka. Dan Johan tak begitu fokus dengan ucapan dokter yang mengatakan bahwa Laura akan kembali diperiksa oleh dokter spesialis kandungan.


Sementara Nyonya Tias terkejut jika Laura akan kembali diperiksa oleh dokter spesialis kandungan. Pikirannya mulai bertanya-tanya dalam hati, hingga dokter spesialis kandungan kembali masuk di ruang UGD.


Tak berselang kemudian, datanglah kedua orang tua Laura lalu disusul kedatangan Papa Johan.


"Apa yang terjadi dengan putriku Tias? mengapa kalian tak mengabari ku? tolong bicaralah jangan menjadi bungkam?" ucap Nyonya Miranda dengan sederet pertanyaannya kepada sahabatnya. Karena begitu mengkhawatirkan kondisi putrinya.


Nyonya Tias menghela nafas berat lalu buka suara.


"Dokter masih menanganinya. Bersabarlah" ucap nyonya Tias yang duduk di kursi tunggu.


Nyonya Miranda sudah menangis, sedangkan sang suami segera menenangkannya dan membawanya duduk di kursi tunggu yang berhadapan dengan kursi yang di tempati nyonya Tias dan tuan William.


Mereka harap-harap cemas dengan kondisi Laura saat ini. Sementara tuan William tampak santai bergabung bersama mereka.


Tak berselang lama, pintu ruang UGD terbuka lebar dan menampilkan dokter tersenyum ramah kepada mereka. Johan lebih dulu menghampiri dokter wanita itu lalu disusul lainnya.


"Selamat, istri anda hamil" ucap Dokter tersebut dengan diagnosis nya.


Seketika semua orang terlonjat kaget mendengar penjelasan dari dokter. Dan semuanya menjadi diam seribu bahasa.


"Kembali saya akan menjelaskan perihal kondisi kehamilan pasien. Pada kebanyakan kasus, ibu hamil sering mengalami anemia. Anemia terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan perubahan hormon tubuh yang menyebabkan proses produksi sel-sel darah berubah. Saat hamil, tubuh seorang ibu akan membentuk lebih banyak sel darah merah, agar kebutuhan oksigen dan nutrisi janin terpenuhi. Itulah sebabnya banyak ibu hamil yang mengalami anemia. Terutama jika asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 tidak tercukupi" ucap Dokter spesialis kandungan menjelaskan.


Semua yang mendengar penjelasan dokter hanya mampu bungkam, hingga tak menyadari dokter tersebut sudah pamit undur diri dari hadapan mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan bosan-bosan dukung author 🙏 Like, vote, komen kalian sangat berharga bagi author 🙏😘


__ADS_2