Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 13 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Keesokan harinya....


Laura bangun lebih awal dari biasanya. Laura kembali duduk melamun di atas tempat tidur sambil merenungi nasibnya yang malang, pasalnya dirinya kembali menjadi pengangguran.


"Apa yang harus aku kerjakan pagi ini?" tanya nya pada diri sendiri.


"Sebaiknya kerjakanlah sesuatu yang membuatmu senang" jawabnya kembali dengan helaan nafas panjang.


"Astaga, aku bahkan tak tahu harus berbuat apa sekarang. Keluargaku bahkan membuang ku, karierku sudah tidak ada apa-apanya lagi. Pengangguran, ya aku seorang pengganguran"


Laura kembali menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk nya. Boneka beruang kembali ia peluk, langit-langit kamar menjadi saksi bisu sejarah kehidupannya saat ini.


"Pengangguran aku memang pengangguran. Tapi bukan sekedar pengangguran. Banyak macam orang diluaran sana, yang bernasib sama seperti diriku" gumam Laura mengoceh tak jelas.


Laura memukul-mukul boneka beruangnya dengan kesal.


"Laura, kau tak boleh jadi pengangguran, apapun caranya kamu harus bisa mendapatkan pekerjaan " lirih Laura yang berusaha menyemangati dirinya sendiri.


Bukan perkara mudah mendapatkan pekerjaan saat ini. Banyaknya pesaing yang memiliki kemampuan kompeten jauh diatas darinya tidak menurunkan tekad yang dimilikinya.


Walaupun dirinya pernah menduduki jabatan CEO di perusahaan ayahnya, namun pengalaman kerja yang dimilikinya belum sepenuhnya mumpuni untuk menjadi seorang CEO yang profesional di dunia bisnis. Karena dirinya masih perlu belajar dan belajar lagi.


Orang-orang profesional sengaja ditunjuk langsung oleh ayahnya demi bisa membantunya menjalankan perusahaan ayahnya. Dan alhasil Laura mampu melaksanakan tugasnya sebagai CEO dengan baik atas bantuan orang-orang profesional itu.


Namun sebuah masalah keluarga kembali disangkut pautkan oleh ayahnya hingga akhirnya kehidupannya berubah total.


"Mungkin hari ini aku berada di titik terbawah, tapi percayalah suatu saat nanti semuanya mampu aku taklukan" pinta Laura lalu mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


Dia percaya bahwa semua orang pasti merasakan titik terbawah di dalam hidupnya, termasuk dirinya sendiri. Roda kehidupan manusia terus saja berputar, kadang diatas kadang dibawah.


"Papa, mama, inilah yang kalian inginkan bukan, melihatku mandiri. Aku tahu kalian menyayangi ku, aku janji akan terus menjadi kebanggaan kalian" gumam Laura sambil menutup matanya berharap pikirannya kembali jernih.


Mau bagaimana pun Laura tetap menyayangi kedua orang tuanya. Merekalah yang berjasa dalam hidupnya sampai kapan pun.


Tak berselang lama kemudian, Laura pun kembali tertidur dengan pulas nya. Maklum dirinya kembali kaum rebahan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sementara di kediaman tuan Anthony......


Saat ini Tuan Anthony dan Nyonya Mira duduk bersama di meja makan untuk sarapan bersama. Mereka hanya diam sambil menikmati sarapannya.


Semenjak Laura menikah, suasana rumah mereka menjadi sepi tanpa adanya canda tawa dari putrinya. Mereka benar-benar merindukan suasana tersebut. Dimana saat sarapan bersama, canda tawa dan obrolan ringan terus saja mengisi sarapan bersama mereka.


Baik tuan Anthony maupun nyonya Mira masih saja kepikiran dengan putri tunggalnya beberapa hari ini.


Tuan Anthony menyeruput kopinya dengan santai lalu melirik istrinya.


"Jangan khawatirkan Laura, dia sudah dewasa dan bisa jaga diri. Aku yakin Laura sedang menatap hidupnya yang baru" ucap tuan Anthony sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Hidup baru? Seandainya papa tidak mencabut segala fasilitas yang dimiliki Laura, mungkin saja putri kita bisa bangkit dan memulai hidupnya kembali. Tapi ini, papa malah menyengsarakan putri sendiri" kesal mama Laura.


Raut wajah Mama Laura berubah jadi cemberut.


"Laura harus keluar dari zona nyamannya dan pantang hidup mandiri diluaran sana. Laura harus memulai kariernya dari nol, bukan karena papa yang membantunya hingga mencapai puncak kariernya selama ini, lantas membuatnya puas? itu sama sekali nol besar. Karena semua itu ada campur tangan papa di dalamnya" ucap tuan Anthony panjang lebar mengingatkan istrinya.

__ADS_1


Mama Laura buang muka mendengar ucapan suaminya. Sehingga tuan Anthony mengambil jurus jitunya. Tuan Anthony lalu menggenggam tangan istri tercintanya.


"Ma, Laura yang akan mewarisi segalanya yang kita miliki, maka dari itu kita harus berdiri di belakangnya dan melihat apa yang akan dikerjakan Laura kedepannya" pinta tuan Anthony yang mencoba meyakinkan istrinya bahwa putrinya diluaran sana bisa berdiri sendiri tanpa bantuannya.


"Tapi pa, Laura belum sepenuhnya mampu menjalani hidupnya sekarang. Bagaimana jika dia stress, frustasi dan bisa saja membahayakan dirinya sendiri. Aku jadi takut papa, jika Laura kenapa-kenapa" rengek mama Laura.


"Maka dari itu, kita hanya perlu memantaunya dari jauh. Apa saja yang dilakukan putri kita seharian ini. Dan tugas tersebut akan dilakukan oleh orang kita" ucap tuan Anthony sambil menaikkan alisnya.


"Siapa yang akan memantau putri kita!?" tanya mama Laura.


"Ajis. Ajis lah yang akan melakukan tugas ini, memantau Laura dari jauh" jawab tuan Anthony.


"Ajis! oh tidak. Ajis orangnya budek dan kurang update, Pa" ucap mama Laura sambil cemberut.


Mama Laura kembali membayangkan dirinya saat menyuruh Ajis si tukang kebun untuk memangkas rumput dihalaman depan, namun Ajis malah memangkas tanaman favoritnya.


Tidak hanya itu, pernah suatu ketika mama Laura menyuruh Ajis membersihkan kolam ikan, eeh Ajis malah membersihkan kandang-kandang kucing kesayangan Laura.


Dari situlah mama Laura tak pernah lagi menyuruh Ajis si tukang kebun yang budeknya kelewatan.


"Sejauh ini, Ajis bisa diandalkan bukan" ucap tuan Anthony tersenyum.


"Ya, terserah papa deh" pinta mama Laura tepok jidat yang tak habis pikir dengan keputusan suaminya.


Bersambung.....


Mohon maaf ya updatenya tak menentu, banyak kendala yang aku hadapi....

__ADS_1


Jangan lupa like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏


Banyakin saran dan masukannya ya, agar cerita Laura dan Status Barunya lebih baik lagi kedepannya 🤗🙏🙏


__ADS_2