Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 56 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

"Mama, biar aku saja yang merapikannya" ucap Laura dan segera mengambil alih sisir dari tangan Mamanya. Namun, Mamanya masih kekeh memegang sisir rambut tersebut.


"Ini hari pertama kamu masuk ke kantor, biarkan mama yang menata rambutmu" ucap Mama Laura tersenyum dan tak ingin dibantah.


Momen tersebut kembali terulang tiga tahun yang lalu, dimana Laura pada saat itu akan melaksanakan magang di perusahaan Papanya dan sang mama begitu telaten membantunya bersiap.


Karena hari ini adalah hari pertama Laura kembali memasuki dunia bisnis dan akan memimpin perusahaan AFL Group kedepannya. Perusahaan AFL Group bergerak di bidang property seperti perhotelan, perumahan kompleks, mall, apartemen dan lainnya.


Perusahaan AFL sendiri merupakan perpaduan nama keluarga Fernandez yang awalan huruf A nama tuan Anthony sendiri, lalu huruf F yang berarti Fernandez nama serumpun untuk keluarganya yang turun-temurun dari kakek tuan Anthony terdahulu dan huruf L yang berarti Laura nama putrinya. Jadi singkatannya menjadi AFL dan kini menjadi perusahaan yang berkembang pesat di negeri ini.


Nyonya Miranda selalu memperhatikan penampilan Laura sedari kecil dan ingin putrinya selalu tampil cantik dan anggun. Jadi hal kecil tak lepas dari perhatian sang mama terutama penampilannya.


"Penampilanku sangat sempurna berkat tangan terampil Mama" ucap Laura tersenyum melihat penampilannya di dalam cermin dengan model rambut charley sangat manis dan cocok dengan bentuk rupanya, nilai plusnya semakin mempercantik penampilannya.


Wajah Laura tampak berseri-seri pagi ini yang seceria mentari pagi. Semenjak berada di kediaman orang tuanya dia tak lagi mengalami mual dan muntah alias morning sickness dan Laura bersyukur akan hal itu karena tak menggangu aktivitas nya.


"Ya sudah sebaiknya kita turun untuk sarapan" ucap Mama nya dan kembali membantu Laura memasang blazer kantornya.


Hanya anggukan kepala yang dilakukan Laura sambil menggandeng tangan Mamanya keluar dari kamarnya. Mereka tertawa bersama berjalan keluar kamar.


Kali ini penampilan Laura terlihat elegan dengan pakaian kantornya. Gaun selutut berwarna putih dipadukan dengan blazer berwarna peach dan juga high heels yang senada dengan tinggi hak sedang mengingat dirinya tengah hamil. Untuk riasan wajahnya selalu saja tampak natural dan terkesan manis untuk wanita muda sepertinya.


Laura melangkah ke ruang makan dengan senyuman menghiasi bibirnya manakala para pelayan menyapanya dengan ucapan selamat pagi.


Mereka menempati kursi dan duduk tenang memakan sarapannya. Terlihat dari raut wajah nyonya Miranda memancarkan kebahagiaan, tapi dibalik wajah bahagianya tersimpan sebuah ketakutan dan kekhawatiran dari lubuk hatinya yang terdalam. Ya dia takut dan khawatir dengan kondisi putrinya yang tengah hamil.


Bagaimana tidak, menurut pandangannya seorang wanita hamil tidak di tuntut untuk bekerja keras dan melakukan aktivitas yang mampu membuatnya stress. Apalagi saat ini putrinya memiliki peranan penting dalam menjalankan perusahaan dan itu akan membuatnya berpusing-pusing ria dengan pekerjaannya padahal masih di awal trimester pertama kehamilannya.


Selain itu, wanita hamil juga lebih mudah lelah karena perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan, dan sering mengalami mual dan muntah di awal kehamilan alias morning sickness. Ditambah perubahan fisiknya akan terlihat mencolok beberapa bulan kedepannya. Itulah ketakutan dan kekhawatiran seorang ibu terhadap anaknya.


Selesai sarapan bersama, mereka kembali bersiap untuk berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Ayo Mama, kita berangkat" ucap Laura antusias menggandeng tangan Mamanya berjalan keluar dan mobil sudah terparkir tepat di depan pintu masuk bersama supir yang siap mengantar jemput mereka ke kantor.


"Silahkan masuk nyonya" ucap supir mempersilahkan majikannya masuk ke mobil.


"Iya pak Andi" ucap Laura ramah dan bergegas masuk ke dalam mobil dimana sang mama sudah duduk tenang di kursi belakang.


Setelah semuanya lengkap, mobil melaju menuju perusahaan AFL Group.


*


*


*


Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah unit apartemen mewah terlihat lelaki jangkung yang tak lain adalah Johan sedang memijit keningnya yang sedikit pusing di dalam kamar mandi. Johan menatap dalam-dalam wajahnya di pantulan cermin mencari sesuatu hal yang terjadi dalam dirinya.


Apa semua ini? ini konyol, aku mengalami mual dan muntah.


Karena tidak biasanya dia bangun sepagi ini dengan kepala pusing dan mengalami mual-mual layaknya orang hamil. Ditambah pagi ini dia merasakan hal aneh pada dirinya, dimana tenggerokannya sangat aneh dan membuatnya ingin terus memuntahkan isi perutnya.


Tak berselang lama kemudian, terdengar pintu apartemennya terbuka dan menampilkan sosok Mike yang tengah membawa dua paper bag berjalan masuk dan langsung meletakkan paper bag itu di atas meja.


Kebetulan Johan memberikan akses untuknya dan bebas masuk di apartemennya. Jadi tak perlu susah-susah menunggu atasannya membukakan pintu untuknya.


"Tuan sakit?" tanyanya khawatir melihat atasannya keluar kamar dan hanya memakai jubah mandi.


Johan hanya menggeleng sebagai jawabannya dan melangkah ke dapur untuk mengambil air putih.


"Terus, untuk apa obat ini tuan?" tanyanya kembali sambil mengangkat tinggi-tinggi paper bag yang dibawanya berisi obat mual.


"Simpan saja untukku dan jangan lupa terus bawa kemana-mana selama kamu bersamaku" pinta Johan dan segera meneguk satu gelas air putih hingga tak tersisa. "Mana burgernya aku ingin memakannya" tambahnya dan segera menarik kursi dan duduk di sana.

__ADS_1


Mike segera menghampiri atasannya membawa paper bag berisi burger king pesanannya. Mike lalu menyajikannya di atas meja. Tanpa basa-basi Johan langsung memakan burger king yang ukurannya jumbo dengan rakusnya layaknya dua hari gak makan-makan.


Hanya kebingungan dan tatapan aneh yang terpancar di wajah Mike melihat tingkah atasannya yang aneh plus rakus bahkan cara makannya saja mirip anak kecil karena mulutnya belepotan semua dari saus tomat burger yang dimakannya.


"Ugghh"


Bahkan atasannya sampai-sampai bersendawa menghabiskan 3 boks burger king yang ukuran porsinya jumbo.


"Burgernya sangat lezat" ucapnya sambil menjilati tangannya yang terkena saos.


Mike terlontar kaget di tempatnya melihat kelakuan aneh atasannya untuk pertama kalinya. Pasalnya atasannya anti dengan gaya seperti itu karena begitu menjaga kebersihannya.


"Ugghh" kembali Johan bersendawa sambil bangkit dari duduknya lalu melangkah ke kamarnya.


Mike langsung menghela nafas panjang melihat kejadian aneh dan langka yang dialami atasannya pagi ini. Sedetail mungkin dia memperhatikan tingkah laku atasannya, tapi kali ini benar-benar aneh dan diluar dari sikap kesehariannya.


"Jangan lupa mampir ke perusahaan AFL Group, aku ingin melihat langsung penobatan Laura sebagai pemimpin baru di perusahaannya" ucap Johan yang sudah tampan dengan jasnya sambil memasang wajah datar nya.


"Baik tuan" ucap Mike menunduk dan tak sengaja melihat kaki jenjang atasannya yang berotot. Mike segera mendongak menatap atasannya hingga terlonjat kaget melihat penampilan atasannya memakai jas dan hanya mengenakan boxer mini.


" Ayo berangkat, aku tidak ingin terlambat" perintah Johan menenteng tas kerjanya sambil melangkah menuju pintu.


"Tuan itu...." tunjuk Mike dan ingin rasanya tertawa terbahak-bahak.


"Apa?" ucap Johan bingung dan segera mengikuti pandangan Mike yang menunjuk bagian bawah tubuhnya.


"Arrgghhh, sial!"


Johan meletakkan tas kerjanya di sofa lalu berlari masuk ke kamarnya untuk memperbaiki penampilannya.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf baru update, aku kurang enak badan dan banyak kerjaan di dunia nyata yg harus aku selesaikan dulu 🙏


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🤗


__ADS_2