Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 55 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Satu gelas jus nanas siap untuk diminum. Laura kembali memasukkan dua kapsul obat di jus nanas nya lalu mengaduknya cepat. Obat berbentuk kapsul itu sempat dia beli di apotik sore tadi.


"Maaf, aku tidak menginginkan kehadiranmu" gumam Laura sambil menyentuh perut ratanya dengan rasa sesak di dada.


Dengan berat hati Laura memegang gelas kaca berisi jus buah nanas plus obat untuk segera diminumnya. Saat akan meneguknya tiba-tiba seseorang langsung mendorongnya hingga gelas ditangannya terjatuh bersamaan pula tubuhnya terjungkal ke depan dan hampir saja membentur ujung meja.


Untungnya salah satu tangannya masih berpegangan di kursi hingga keningnya tak membentur ujung meja. Laura segera mengalihkan pandangannya melihat siapa gerangan yang sudah menghentikannya.


Mata Laura membulat sempurna melihat sosok disayanginya yang tak lain adalah sang mama tampak berdiri sedang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


"Mama" Laura terkejut sambil mendekati mamanya.


Plakkk


Satu tamparan keras mendarat di pipi kanannya membuat Laura hanya mampu memegangi pipinya yang terasa ngilu.


"Apa kamu berencana menggugurkan kandunganmu?" tanya Mama Laura dengan mata berkaca-kaca.


"Ak-aku...mama hiks...hiks...hiks_" Laura terbata sambil menangis tersedu-sedu dan tak tahu harus menjawab apa karena memang dia berencana untuk menggugurkan kandungannya.


"Mama tidak habis pikir kamu ingin membunuh darah dagingmu sendiri" ucap Mama nya dengan bibir bergetar menahan emosinya karena mampu membaca pikiran putrinya.


Laura hanya mampu menundukkan pandangannya sambil terisak pilu hingga tubuhnya merosot bersimpuh di hadapan Mamanya, ada perasaan sesal, kesal dan rasa bersalah dari lubuk hatinya yang terdalam.


"Dia hanya membawaku dalam masalah, Mama" ucap Laura bersimpuh di hadapan Mama nya. Laura mengulurkan tangannya untuk memegang tangan mamanya namun sang mama segera menepis tangannya.


"Astaga! Mama tidak menyangka kamu akan berbuat kejam pada bayi tak berdosa di dalam perutmu. Kalian yang berbuat kesalahan malah bayi suci dan tak berdosa yang menanggung akibatnya" Mama Laura mengatakannya dengan perasaan sesak di dada dan matanya ikut berkaca-kaca hingga berair anak sungai dan mengalir membasahi pipinya yang menua.


Bagaimana tidak, sekejam-kejamnya hewan buas tetap saja masih punya hati nurani menyayangi darah dagingnya, melindunginya dan menjaganya dari para musuhnya. Sementara manusia memiliki akal dan pikiran namun tak memiliki hati nurani bahkan kelakuannya melebihi kejamnya hewan buas.


Nyonya Miranda berbalik badan dan sangat kecewa dengan kelakuan putrinya yang ingin membunuh darah dagingnya sendiri.


"Lakukanlah sesukamu Laura, ini terakhir kalinya mama menegurmu" tegas wanita paruh baya itu dengan suara seraknya. Karena siapa lagi yang akan menegur dan menasihati putrinya kalau bukan dirinya seorang.


Laura menangis tersedu-sedu merangkak memeluk kedua kaki Mama nya.


"Tidak Mama, Laura ingin terus ditegur oleh Mama karena mama satu-satunya panutan Laura. Maafin Laura mama, Laura tidak tahu harus berbuat apa dengan janin ini" ucap Laura penuh frustasi memohon kepada Mamanya.

__ADS_1


Padahal dari relung hatinya yang terdalam dia tidak ingin membunuh janinnya, namun egonya yang begitu tinggi dan banyaknya masalah dan pikiran mulai kemana-mana iblis pun ikut merasuki pikirannya untuk membunuh darah dagingnya sendiri.


Nyonya Miranda melipat bibirnya dengan rapat agar tak mengeluarkan suara isak tangisnya yang sedari tadi dia tahan. Wanita paruh baya itu membungkuk membantu putrinya berdiri dan langsung memeluknya. Mereka terisak bersama dalam pelukan membagi suka dan dukanya.


"Jika mama tak bergerak cepat, mama tidak tahu apa yang terjadi antara kamu dan janinmu. Tidak hanya janin dalam perutmu yang bahaya nak, bisa saja nyawamu dalam bahaya dan mama sangat takut akan hal itu. Karena yang kamu lakukan itu dosa besar dan sangat dibenci oleh Tuhan, membunuh makhluk bernyawa tanpa dosa" jelas mama nya.


Laura semakin menyesali perbuatannya sendiri. Untungnya masih ada sosok mama yang menghentikan aksinya dan menasihatinya dengan penuh kesabaran.


"Mama takut kehilanganmu nak, jangan pernah menyakiti janin dalam perutmu. Biarkanlah dia hidup, jagalah dengan baik sebagaimana kamu menjaga Mama. Hingga dia mampu melihat dunia ini, maka seisi dunia ini tak mampu menggambarkan kebahagiaanmu menjadi seorang ibu" ucapnya sambil menghapus air matanya.


Laura semakin terisak mendengar ucapan mamanya, perasaan menyesal dan rasa bersalah sedang menyelimuti pikirannya.


Maafin mama sayang, mama sangat menyesal dan tak akan lagi menyakitimu.


Nyonya Miranda segera melepaskan pelukannya dan kembali menatap manik putrinya.


"Laura, berjanjilah kepada Mama bahwa kamu akan melahirkan calon bayimu di dunia ini dan merawatnya dengan baik sepanjang hidupmu" lirihnya dengan suara isak tangis.


"Iya Mama, Laura berjanji akan melahirkan calon bayiku di dunia ini dan merawatnya dengan baik sepanjang hidupku dan menyayanginya sepenuh hati" ucap Laura dengan entengnya tanpa pikir panjang. Sifat keibuannya mulai mengalir begitu saja lewat ucapannya yang kini tengah mengelus perut ratanya.


"Syukurlah, mama senang mendengarnya" ucap Mama Laura tersenyum dan ikut menyentuh perut rata putrinya. Laura ikut tersenyum dan berusaha mengontrol nafasnya yang memburu.


"Baik Mama" Laura segera menghapus sisa-sisa air matanya dan menarik senyuman di sudut bibirnya. Sambil mengelus perut ratanya Laura mulai meminta maaf kepada calon bayinya.


"Anakku sayang, maafin mama ya. Yang sehat ya diperut Mama dan Mama janji akan menjagamu, merawatmu, melindungimu dan menyayangimu dengan penuh kasih sayang" ucap Laura tersenyum memperdengarkan buah hatinya yang masih bersembunyi di dalam perutnya.


Ibu dan anak itu kembali berpelukan dengan perasaan haru. Begitulah hati manusia selalu saja dibutakan oleh apapun dan dibalik semua itu pasti ada hikmah tersembunyi yang akan dipetik kedepannya.


*


*


*


Sementara di kediaman tuan William..


Tampak mobil sport hitam melaju pelan melewati gerbang utama. Para penjaga sempat terkejut melihat kedatangan sosok yang dikenalinya. Mereka hanya membungkuk hormat tanpa menghalanginya masuk.

__ADS_1


"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya tuan? Sementara tuan William sedang berada di negara Z menjalani perawatan" tanya Mike kepada atasannya sebelum turun membukakan pintu untuknya.


"Mengambil alih seluruh perusahaannya dan menjalankan perusahaan sesuai keinginanku tanpa harus menjadi bonekanya" jawabnya dengan entengnya dengan pandangan lurus ke depan.


Mike hanya mampu melirik atasannya di sampingnya.


"Anda yakin ingin mengambil seluruh berkas penting itu?" tanya Mike kepada atasannya.


"Tentu saja, aku rela menginjakkan kakiku di rumah ini kembali guna untuk mengambil berkas-berkas pentingku" ucapnya dengan entengnya.


"Bagaimana jika pelayan melihat anda dan melaporkan kepada tuan dan nyonya perihal kedatangan anda" ucap Mike kembali.


"Aku tidak peduli. Mereka sedang berada di negara Z dan fokus pada pengobatan Papa" kesal Johan jika menyangkut dengan papa nya.


Beberapa hari yang lalu kedua orang tuanya berangkat ke negara Z untuk menjalani perawatan sang Papa yang terkena stroke. Akibat kejadian tempo hari yang menimpa tuan William membuatnya stroke dan harus menjalani perawatan di negara Z. Dan sampai detik ini, Johan tak pernah menjenguk apalagi melihat kondisi Papanya. Johan seolah acuh dengan nasib buruk yang menimpa Papanya.


Sementara Mike hanya manggut-manggut mendengar ucapan atasannya lalu bergegas turun untuk membukakan pintu mobil atasannya.


Johan turun dari mobil dan melangkah lebar memasuki kediaman orang tuanya diikuti Mike yang mengekor di belakangnya.


Saat berada di depan pintu kamarnya, Johan langsung membukanya dan masuk ke dalam mencari berkas penting yang dimaksudnya.


"Jangan terlalu terburu-buru tuan dalam mengambil langkah. Aku tidak ingin jika nona Laura semakin membenci anda saat mengetahui semua ini" ucap Mike melihat tuannya meletakkan map hitam beserta berkas penting di dalamnya.


"Lalu aku harus apa? membiarkannya hamil tanpa sosok pendamping disampingnya!" kesal Johan sambil menjambak rambutnya.


"Nona Laura bisa saja salah paham dan mengganggap tuan pembohong besar karena diam-diam mendaftarkan pernikahan anda tanpa sepengetahuan nona Laura" timpal Mike karena semua berkas penting itu adalah hasil kerjanya.


"Aku akan mengatakannya dengan jujur bahwa aku melakukannya agar bisa memilikinya kembali" tegas Johan dengan tatapan dinginnya.


"Apa anda yakin nona Laura akan percaya?" tanya Mike sambil memijit keningnya.


"Yang jelas aku akan berusaha" ucap Johan dan langsung menghempaskan tubuhnya duduk di sofa.


Mike hanya mampu menghela nafas berat karena tak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya antara atasannya dengan mantan istrinya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa, like, love komen dan vote ya teman-teman 🙏


Terima kasih 🙏🤗


__ADS_2