Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 16 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

"Hei, kita mau kemana?" tanya Laura sok akrab sambil mengunyah kripik singkong yang diberikan oleh si supir.


"Sebentar lagi kita sampai nona" ucap salah satu dari mereka.


"Ooh" Laura bisanya ber ooh ria tanpa waspada kepada mereka namun tetap saja ia tidak bisa begitu percaya kepada orang lain.


Semoga saja mereka tidak membawaku ke neraka. Batin Laura.


Baru beberapa menit mereka sudah saling akrab. Ketiga lelaki bertubuh kekar sama sekali tidak menakutkan dan menyeramkan. Dari wajahnya terlihat garang namun mereka begitu baik kepada Laura.


Mungkin karena mendengar kisah Laura yang dibuat-buat semenyedihkan mungkin membuat mereka merasa iba dan mulai lah sok akrab satu sama lain.


"Inikan jalan ke kediaman orang tua Johan" gumam Laura yang begitu yakin, karena ia pun terkadang melewati jalan tersebut.


Sementara ketiga laki-laki tadi masih asyik bermain kartu diiringi canda tawa. Sedangkan Mobil melaju memasuki gerbang utama yang menjulang tinggi dengan banyaknya para penjaga di pos gerbang tersebut.


Laura memilih menyembunyikan wajahnya, takutnya wajahnya dikenali oleh para penjaga tersebut.


Apa yang terjadi? Mengapa mereka membawaku ke sini sih? pantas saja dari tadi aku menanyakan siapa bos mereka, namun mereka kompak tidak menjawab pertanyaan ku. Batin Laura.


Mobil yang mereka tumpangi masih saja melaju kencang memasuki pekarangan rumah orang tua Johan yang super luas.


"Bagaimana ini?"


Wajah Laura menjadi pias jika harus dipertemukan kembali dengan mantan mertuanya.


"Tunggu, aku bahkan sudah tidak ingat apa-apa yang diucapkan Johan kemarin malam. Tapi, aku sedikit menyimak ucapannya sih bahwa dia ingin mempertemukan aku dengan mama nya....ya...ya.. sepertinya begitu" ucap Laura yang berusaha mengingat-ingat ucapan Johan.


"Kita sudah sampai nona" ucap si supir.


Laura langsung mengalihkan pandangannya melihat Gasebo berukuran besar di area pekarangan bagian barat kediaman tersebut.

__ADS_1


"Ya..." pinta Laura cepat. "Aku bahkan tidak pernah melihat Gasebo ini, kemana saja aku selama ini" gumam Laura sambil menggigit kecil jempolnya.


Ketiga laki-laki tadi bergegas turun dari mobil lalu bergerak cepat mempersilahkan Laura untuk turun.


"Silahkan turun nona "


Ketiganya kompak sambil membungkuk dan bagian tangan kanan mereka disilangkan ke kiri.


Laura terlebih dahulu mengeluarkan kaca mata hitamnya dari tas. Kaca mata tersebut selalu ia bawa kemana-mana. Laura memakai kaca mata hitam dengan elegan kemudian bergegas turun dari mobil.


Sosok yang dikenalinya sudah menunggunya dan tengah duduk bersila di Gasebo yang dihadapannya terdapat meja berukuran kecil persis perabot orang-orang Jepang. Di atas meja sudah disiapkan teh hijau bersama kue kering berbentuk ikan kecil.


Salah satu lelaki bertubuh kekar yang menculik Laura segera melapor pada lelaki penuh wibawa yang tengah duduk bersila yang tidak salah lagi adalah Johan.


Berbagai tanda tanya mulai menyerang pikiran Laura. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan mantan suaminya saat ini hingga menculiknya segala bukan.


Johan mengangkat kepalanya untuk melihat kearah mantan istrinya yang baru saja datang. Laura terlihat bertolak pinggang yang juga melakukan hal yang sama menatap sinis masa lalunya.


"OMG, iihhh kue itu..." Laura mengatakannya sambil menutup mulutnya tidak percaya apa yang dilihatnya.


"Untuk apa kau terus berdiri di situ! apa kau ingin menjadi bodyguard seperti mereka hah?" ketus Johan dengan tatapan dinginnya.


"Huaaaha ha ha ha ha....jadi mereka bodyguard mu" ucap Laura diiringi gelak tawa.


"Ya, mereka bodyguard ku yang sudah membawamu datang untuk menemuiku" tegas Johan tak main-main.


Laura menyeringai sambil berjalan menghampiri Johan. Laura kembali bergerak lambat membuka high heels nya sebelum menaiki anak tangga di Gasebo tersebut.


Johan memperhatikan gerak gerik Laura yang tengah membungkuk membuka high heels nya. Laura tampak waspada menutup kerah bajunya yang berbentuk V menggunakan tasnya. Jangan sampai gunung kembarnya menyembul keluar hingga menyapa mantan suaminya.


Kini Laura sudah duduk bersila berhadapan dengan Johan. Lagi-lagi tasnya digunakan untuk menutupi bagian tubuh nya yang terbuka tepatnya di bawah sana.

__ADS_1


Namun baru saja mendudukkan bokongnya, Laura terlonjat kaget melihat kue kering berbentuk ikan sudah melayang-layang di hadapannya.


"Hah.... singkirkan toples itu, iiihhhh" Laura mengatakannya dengan geli dengan tubuh sedikit bergetar dan mulai memundurkan tubuhnya.


Laura kembali menutup mulutnya, takutnya ia kembali diserang mual-mual dengan aroma kue kering itu. Johan jadi bingung melihat gerak-gerik Laura yang tampak aneh.


"Hei kalian singkirkan toples itu" perintah Johan kepada bodyguardnya.


"Baik tuan" ucap bodyguard nya dengan patuh.


Laura bernapas lega dan kembali duduk tenang saat melihat kue kering itu dibawah pergi oleh bodyguard Johan.


"Syukurlah, bawa jauh-jauh kue menjijikkan itu" gumam Laura sambil mengusap-usap punggung tangannya.


Kejadian tersebut mencuri perhatian seorang Johan. Sepertinya ia harus mengulik lebih jauh tentang kehidupan mantan istrinya.


"Kita mulai saja pada intinya" ucap Johan lalu menyodorkan amplop coklat untuk Laura.


"Apa ini?" tanya Laura membolak-balikkan amplop coklat tersebut.


"Amplop itu berisi kontrak kerja antara kau dan aku, jadi buka terlebih dahulu lalu baca dengan seksama isi kontrak kerja itu" jawab Johan mengingatkan.


Laura langsung membuka amplop coklat tersebut lalu mengeluarkan isinya.


"Tunggu, bukankah kau hanya ingin mempertemukan aku dengan mama mu?" tegur Laura.


"Sepertinya kau sudah lupa dengan ucapan ku kemarin. Baiklah, aku kembali mengingatkan mu tentang tawaran pekerjaan itu. Aku akan menjelaskannya secara detail. Dimana, kau akan bekerja di kediaman orang tua ku sebagai perawat mama ku selama enam bulan lamanya. Dan kontrak kerja itu berisi aturan yang harus kau patuhi selama bekerja sebagai perawat mama ku. Juga terdapat nominal uang yang akan kau dapatkan selama menjadi perawat mama ku. Bagaimana apa sudah jelas" ucap Johan panjang lebar menjelaskan kepada Laura


Laura terdiam sejenak mencerna kata-kata Johan yang menurutnya ada baiknya. Namun ia tidak ingin gegabah dan melakukan tindakan yang hanya bisa merugikannya nantinya.


Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🤗


__ADS_2