
Laura berdiam diri di dalam kamar. Moodnya menjadi buruk gara-gara ulah Johan. Sambil menatap langit-langit kamar, tangan Laura kembali terulur menyentuh sudut bibirnya yang tampak bengkak akibat ulah Johan. Dimana Johan main nyosor hingga membuat ciuman panas diantara mereka.
Laura tidak terima dengan ulah Johan. Dia bertekad untuk membalas Johan dengan setimpal karena merampas ciuman pertamanya.
Dia berjanji akan membalas Johan menggunakan caranya sendiri. Dan pastinya membuat Johan menjadi jerah jika berani mencium atau menyentuhnya lagi.
"Sial, sial, sial, arrgghhh... aku membencimu Johan.... dasar br*ngsek! Mr gay kesepian.....tiang listrik jalan!!" ucap Laura dengan kekesalan yang luar biasa.
Laura memukul-mukul bantal cinta berbentuk love yang sedang menumpahkan kekesalannya. Bagaimana tidak, ia dari dulu menjaga ciuman pertamanya dari lelaki manapun dan sekarang malah dirampas oleh lelaki yang paling menyebalkan sedunia menurutnya, siapa lagi kalau bukan Johan Pradipta William.
Padahal Laura berjanji pada dirinya sendiri bahwa akan memberikan ciuman pertamanya kepada lelaki yang ia cintai. Namun semuanya sudah hancur lebur yang pernah menjadi angan-angan nya dulu.
"Bibir ku sudah ternodai" gumam Laura sambil mengusap wajahnya.
Derttt
Derttt
Laura segera mengalihkan pandangannya mencari keberadaan ponselnya yang sedang bergetar. Pandangannya menajam melihat ponselnya berada di atas nakas. Laura segera mengulurkan tangannya untuk meraih ponselnya.
"Ya ampun, aku lupa bahwa ponselku dalam mode diam" gumam Laura terkejut melihat deretan panggilan Daniel sebanyak sepuluh kali.
"Ada apa ya? Tumben Daniel menelpon ku di jam segini. Jangan-jangan dia sudah mendapatkan..." Laura tak melanjutkan ucapannya karena kembali ponselnya bergetar dan itu panggilan masuk dari Daniel.
Laura langsung mengangkat panggilan masuk dari Daniel.
"Halo Daniel" ucap Laura di ujung telepon.
"Kamu kemana saja Laura? Dari tadi aku menghubungi mu. Aku sudah mendapatkan pembeli yang ingin membeli mobil mu. Mengenai harga jualnya, pembeli itu sepakat dengan harga jual 200 juta. Kamu bisa datang ke dealer mobil di jalan xxxx setelah jam makan siang untuk bertransaksi, nanti aku datang menjemputmu" ucap Daniel panjang lebar diujung telepon.
"Maaf, aku habis dari kamar mandi. Aku senang mendengarnya Daniel. Emmm tapi, kamu tak perlu repot-repot menjemputmu, aku bisa menggunakan taksi online" ucap Laura tersenyum.
"Baiklah jika itu mau mu, akan tetapi, jika kamu butuh sesuatu hubungi saja aku. Aku selalu siap membantu mu. Semoga harimu baik Laura, selamat malam" ucap Daniel diujung telepon.
"Ya, selamat malam Daniel" balas Laura dan panggilan telepon mereka berakhir.
"Yes, aku senang mendengar kabar baik ini. Semoga ini langkah awal untukku untuk memulai usaha baru" ucap Laura bersorak gembira. Namun ponselnya kembali berbunyi, kali ini panggilan masuk dari mama Johan.
__ADS_1
Laura segera mengangkat panggilan masuk dari mama Johan.
"Ya Bibi"
"Kamu kemana saja sayang. Bibi mencari mu kemana-mana tapi tak melihat batang hidung mu. Jamuan makan malamnya sebentar lagi akan dimulai. Bibi menunggu mu di ruang makan" ucap mama Johan dengan entengnya.
Laura memijit keningnya mendengar ucapan mama Johan. Sepertinya semua orang sedang mencari-cari keberadaannya.
"Maaf bibi, tapi, aku tidak...."
Belum juga menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja mama Johan memotongnya.
"Tidak ada tapi-tapian. Pokoknya bibi menunggumu sekarang" kekeh mama Johan lalu mematikan panggilan teleponnya secara sepihak.
Laura menghela nafas panjang mendengar ucapan mama Johan yang terdengar memerintah. Mau tak mau Laura harus patuh terhadap titah majikannya.
Sementara Mama Johan tersenyum bersama dengan ponakan tersayangnya dan kembali melakukan tos demi misi mereka berikutnya.
"Jangan biarkan pelakor merusak rencana kita" bisik nya kompak.
Kemudian mereka kembali menghampiri tamu-tamunya yang sedang mengobrol bersama di ruang tamu.
"Aku rasa kita pernah bertemu. Wajah tampan mu sangat familiar. Aku merasa bahwa kamu adalah pangeran kampus di University of California" ucap gadis cantik itu dengan senyuman manis menghiasi bibirnya.
"Sepertinya anda salah orang" ketus Kevin yang tak suka dengan gelagat gadis cantik itu yang sok akrab dan cari-cari muka dihadapannya.
Tak berselang kemudian muncullah Laura dengan gaun sederhana dibawah lutut namun tetap saja terlihat elegan dan mewah. Laura terlihat cantik menawan dengan riasan wajah natural. Wulan segera menghampiri Laura lalu menarik tangannya untuk bergabung dengan lainnya.
Mama Johan tersenyum senang melihat Laura. Sedangkan Tuan William hanya melirik Laura sekilas dan terlihat raut wajahnya berubah dingin yang tidak suka dengan kehadiran Laura di acara kumpul-kumpul keluarga mereka.
Begitu halnya kedua gadis cantik yang bernama Catherine dan Cyndi tampak tidak suka melihat Laura bergabung dengannya.
Sementara Johan segera mengalihkan pandangannya kearah Laura. Mata Johan langsung fokus kepada bibir merah merona Laura yang sempat dia cium. Johan tak kuasa menelan ludahnya dengan kasar membayangkan dirinya mencium r*cus bibir manis Laura hingga membuat tubuhnya sedikit gerah.
Baru menciumnya sekali, aku seperti candu untuk mencium bibirnya kembali. Batin Johan.
Hingga tak sengaja menyentuh sudut bibir bawahnya. Bahkan Johan tak segan mengusap bibirnya dengan lembut menggunakan jempolnya untuk memperlihatkannya kepada Laura.
__ADS_1
Laura begitu kesal melihat aksi Johan yang memancing emosinya.
Awas kau tiang listrik, aku tidak akan mengampuni perbuatan mu. Batin Laura.
*
*
*
Kini kedua belah pihak keluarga sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati jamuan makan malam bersama yang sudah direncakan jauh-jauh hari. Mereka semua menempati kursinya masing-masing.
Untuk Laura sendiri duduk berhadapan dengan Johan, dan disebelah Laura yakni Cindy dan Wulan, karena Laura berada ditengah-tengah mereka. Padahal mama Johan sudah menyiapkan kursi untuk Laura tepat di samping Johan, namun Catherine keburu menduduki kursi tersebut.
Tuan William sebagai kepala keluarga dengan hormat mempersilahkan mereka untuk menikmati jamuan nya.
Semuanya tampak antusias menikmati jamuan makan malam.
Laura dan Johan tampak curi-curi pandang yang tengah menikmati makanannya. Tatapan mereka sulit diartikan. Catherine tampak tidak suka melihat interaksi mereka lewat tatapan mata membuat gadis cantik itu ingin menjambak rambut Laura.
Hingga tak sengaja Catherine menjatuhkan sendoknya membuat sang adik ikut melakukan hal yang sama. Kakak beradik itu sedang melakukan rencana tak terduga. Lalu Cyndi dengan sengaja menyenggol minumannya dan alhasil tumpah mengenai gaun Laura.
"Apa yang kau lakukan!" ucap Laura dengan suara meninggi yang tiba-tiba saja refleks melakukannya. Laura segera bangkit dari duduknya.
Membuat semua orang menatap kearahnya.
"Sorry, aku tak sengaja" ucap Cyndi memasang wajah tak berdosa.
"Alasan, jelas-jelas kau menumpahkan minuman itu ke gaunku" ketus Laura dengan tuduhannya.
"Jangan membuat keributan! Tidak sepantasnya kamu bergabung bersama kami" ucap tuan William buka suara dan terdengar menyindir Laura.
Mata Laura berkaca-kaca mendengar ucapan tuan William. Laura membungkuk hormat kepada semua orang dengan mata memerah. Lalu Laura bergegas meninggalkan ruangan itu.
"Papa apa-apaan sih" kesal mama Johan dengan ucapan suaminya.
Johan pun mengepalkan tangannya mendengar ucapan papa nya.
__ADS_1
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya BESTie 🙏🙏