Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 33 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura dan Fero tampak serasi bergandengan tangan melewati para tamu undangan yang berkumpul di ballroom hotel. Senyum mereka begitu menawan dan membuat siapa saja merasa iri akan pasangan yang baru saja tiba itu.


Mimik wajah Laura tampak bahagia, pandangannya lurus ke depan hingga mampu melihat pasangan pengantin yang sedang menyambut para tamu nya. Rupanya pesta yang mereka datangi merupakan pesta pernikahan. Entah pernikahan siapa saat ini, yang jelas Laura pikir itu salah satu sahabat ataupun rekan bisnis Fero menurutnya.


Sementara Fero segera membawa Laura ke hadapan seseorang yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


"Fero, Mama dan Papa tidak habis pikir jika kamu tidak datang di acara pernikahan Kakak mu" ucap wanita paruh baya yang langsung mengomeli Fero. Sementara lelaki paruh baya disampingnya hanya diam.


Fero tersenyum tipis lalu menyalami kedua orang tuanya. Laura merasa yakin bahwa mereka adalah orang tua Fero.


"Maaf ma, aku begitu sibuk akhir-akhir ini dan tidak ikut membantu kalian menyiapkan pesta pernikahan Kakak"ucap Fero tersenyum. Dan wanita paruh baya itu adalah mama Fero.


Laura tersenyum kikuk mendengar ucapan mereka.


Benar, mereka orang tua Fero. Batin Laura.


Ya mereka adalah orang tua Fero. Nyonya Ambar dan Tuan Wisnu.


"Iya sayang, mama sangat memaklumi mu. Oh iya siapa wanita cantik di belakang mu itu?" tanya Nyonya Ambar sambil melirik ke arah Laura.


Laura tersenyum ramah melihat mereka. Fero lalu memperkenalkan Laura di hadapan orang tuanya.


"Perkenalkan ma, ini Laura.."


Seketika Mama Fero memotong ucapan putranya.


"Calon istri kamu" potong Nyonya Ambar dengan senyuman menghiasi bibirnya. Laura tersipu malu yang sedang menyalami kedua orang tua Fero.


Fero hanya bisa memegangi tengkuknya yang mencoba menyembunyikan perasaannya kepada Laura.


"Laura, nama yang cantik persis orangnya" puji Nyonya Ambar.


Lagi-lagi Laura tersipu malu mendengar pujian mereka.


"Papa merasa tidak asing dengan nama Laura. Kalau boleh tau nak Laura mantan istri tuan Johan bukan?" tanya Tuan Wisnu dan merasa pernah bertemu dengan Laura


Seketika raut wajah ceria Laura berubah, bahkan Laura membulatkan matanya mendengar pertanyaan Papa Fero. Sehingga mau tak mau Laura mengangguk sebagai jawabannya.


"Oh sudah ku duga" gumam Tuan Wisnu.


Fero terlonjat kaget mendengar obrolan mereka. Memang dirinya belum mengenal jauh tentang kehidupan Laura dan dia pun tidak pernah mencari tahu tentang identitas Laura. Yang dia tahu Laura tetangga apartemennya dan merupakan wanita singel, hingga dia mampu berteman baik dengan Laura.

__ADS_1


Nyonya Ambar langsung memasang wajah datar mengetahui kebenaran bahwa Laura mantan istri Johan. Siapa yang tidak kenal Johan, seorang pebisnis muda yang digandrungi wanita.


Tidak hanya itu, nyonya Ambar tidak akan pernah setuju jika putranya menjalin hubungan dengan wanita yang pernah berumah tangga atau wanita yang berstatus janda.


"Ya sudah nikmati pestanya, kami ingin menyapa tamu lainnya" ucap tuan Wisnu dan segera membawa istrinya menjauhi mereka. Takutnya sang istri membuat masalah.


Laura menjadi serba salah saat ini. Sedangkan Fero masih saja diam seribu bahasa yang entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Fero" ucap Laura sambil menyentuh lengan Fero.


"Iya" ucap Fero tersenyum sambil menatap hangat Laura.


Fero tidak ingin memikirkan kebenaran tentang Laura. Dia sudah bertekad untuk tidak mengetahui apapun tentang Laura.


"Ayo, kita harus berikan selamat untuk saudara ku" ajak Fero tersenyum dan berusaha memasang mimik wajah ceria.


"Hemm" timpal Laura berusaha tersenyum. Padahal Laura mampu membaca pikiran kedua orang tua Fero yang sepertinya tidak menyukainya saat mengetahui bahwa dirinya mantan istri Johan.


"Halo brother, selamat atas pernikahan mu" ucap Fero memberikan selamat untuk saudaranya. Fero dengan senangnya merangkul kakak nya yang bernama Ferdy.


"Terima kasih bro, ayo lah buruan nyusul. Biar kita melakukan perlombaan memberi cucu untuk orang tua kita" balasnya dengan candaan.


Fero langsung memukul punggung kakaknya yang hobinya bercanda hal receh.


"Selamat kak Sisil, semoga kalian bahagia hingga kakek nenek" ucap Fero memberikan selamat untuk kakak iparnya.


"Terima kasih, Fero. Aku juga doain kamu biar cepat mendapatkan kekasih yang baik hati dan mencintaimu dengan tulus" ucap Sisil tersenyum.


Fero hanya manggut-manggut mendengar ucapan kak iparnya


Sekarang giliran Laura yang memberikan selamat untuk mereka. Sang mempelai laki-laki dan mempelai wanita tampak kompak tersenyum bahagia memberikan candaan untuk Laura dan Fero.


Sehingga Fero buru-buru membawa Laura pergi dari hadapan pengantin baru itu.


Tampak di sudut ruangan sepasang mata sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Laura dengan Fero. Hingga orang itu terhentak kaget saat sosok wanita menghampirinya.


"Hai Johan" sapa nya lembut sambil memamerkan senyuman manisnya.


"Hemm" balasnya dengan tatapan tajam. Orang itu tak lain adalah Johan. Tak diduga Johan bertemu dengan wanita yang menjadi tamu penting Papa nya. Ya wanita itu adalah Catherine.


Bukan tanpa sebab Johan menyusul Laura hingga sampai di pesta. Sebenarnya Johan pun menyusun rencana untuk mengajak Laura ke pesta itu, mengingat pesta pernikahan itu merupakan salah satu rekan bisnisnya. Namun sayangnya di tikung oleh laki-laki lain.

__ADS_1


Sehingga mau tak mau Johan harus menghadiri pesta itu, karena pikirannya semakin tak menentu melihat Laura bersama laki-laki lain.


"Aku senang bertemu denganmu. Asal kamu tahu, aku sering menanyakan tentang mu pada Papa" ucap Catherine lemah lembut lalu mengambil kesempatan menyentuh tangan Johan.


Sementara Johan hanya memutar bola matanya jengah melihat tingkah laku Catherine. Johan segera menarik tangannya lalu berdengus kesal di hadapan wanita cantik itu.


Johan bergegas meninggalkan Catherine, dengan langkah lebar Johan kembali melihat disekelilingnya untuk mencari keberadaan Laura yang sudah tak terlihat lagi dari pandangannya.


Pramusaji menawarkan minuman untuknya, dengan terpaksa Johan menerima gelas minuman tersebut. Lagi-lagi Johan mengedarkan pandangannya mencari sosok Laura, hingga matanya melotot melihat Laura tengah berada di lantai dansa. Johan langsung meneguk minuman berwarna itu hingga tak tersisa. Kemudian berjalan menuju lantai dansa.


Johan melewati tamu undangan dengan langkah lebar. Gelas yang dipegangnya kembali di letakkan pada meja yang dilewatinya. Beberapa rekan bisnisnya menyapanya, namun Johan tak menghiraukannya.


Tidak hanya Johan, Nyonya Tias dan Wulan juga tampak hadir di tengah-tengah pesta itu. Mereka tampak menyamar dengan penampilan kocak, rambut kribo dan kaca mata hitam menjadi ciri khas mereka demi memuluskan penyamarannya.


Kembali langkah Johan terhenti saat tiba di lantai dansa karena Catherine menghadangnya. Sementara pasangan lainnya mulai hanyut terbawa suasana dengan instrumen musik.


"Kamu tampak mencari sesuatu, apa kamu perlu bantuan?" tanya Catherine yang mampu membaca pikiran Johan.


"Aku sedang___"


Johan tak melanjutkan ucapannya mendengar tawa renyah seseorang yang tidak jauh darinya.


"Ha ha ha, maaf maaf... dari tadi aku menginjak kaki mu. Aku sudah katakan bahwa aku tidak bisa berdansa" oceh nya diiringi gelak tawa.


Johan dan Catherine segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara tersebut. Raut wajah Johan berubah menjadi datar, rahangnya mengeras, kedua tangannya di kepal kuat. Sepertinya Johan sedang terbakar api cemburu. Sedangkan Catherine menyeringai licik melihat pasangan di sampingnya.


"Ku rasa kita harus mencobanya" ucap Catherine menyeringai dan menarik tangan Johan untuk bergabung dengan pasangan lainnya. Sementara Johan tampak menurut saja, apalagi membantah.


Catherine mengulurkan tangannya menyentuh kedua pundak Johan. Lalu meminta Johan merangkul pinggangnya. Hingga mampu membuat pasangan di sampingnya mengalihkan pandangannya ke arah mereka.


Mata Johan langsung bertemu sapa dengan manik mata Laura. Dan dengan entengnya Johan mengikuti ucapan Catherine. Johan tampak kaku menyentuh pinggang Catherine sambil bergerak pelan mengikuti irama musik.


Laura segera buang muka menyadari keberadaan Johan. Laura menjadi kesal lalu meminta izin untuk ke toilet sebentar.


Johan tersenyum sinis saat melihat Laura meninggalkan lantai dansa. Johan memilih menjauhi Catherine lalu mengikuti langkah Laura.


Saat berada di depan pintu toilet, tiba-tiba saja tangan Laura di cekal oleh seseorang. Membuat Laura segera mengalihkan pandangannya, dan secepat kilat tubuh Laura diseret ke tembok. Seseorang berhasil mengukung tubuh Laura di tembok dengan kedua tangannya. Membuat Laura menatap sinis orang tersebut.


Bersambung....


Jangan lupa, like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2