Laura Dan Status Barunya

Laura Dan Status Barunya
Bab 15 Laura dan Status Barunya


__ADS_3

Laura memakan makanannya dengan enjoy. Sementara para pengunjung restoran tampak melirik ke meja Laura seperti sedang mengulik kekurangan demi kekurangan dari seorang Laura.


Walaupun tengah menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran, Laura tetap santai dan sesekali tertawa lepas bersama Daniel. Seolah beban hidupnya tidak ada apa-apanya.


"Mengapa kau ingin bertemu Daniel?" tanya Laura dengan wajah polosnya lalu menyeruput minumannya.


"Aku ingin meminta maaf soal kejadian kemarin. Jangan salah paham Ra, aku tidak bermaksud untuk menyudutkan mu hingga kau harus keluar dari perusahaan fashion queen dan membayar denda sebanyak itu Jangan pernah sungkan jika kau membutuhkan bantuan ku. Tetaplah menjadi sahabat ku Ra, ambil ini semoga bisa membantu mu" jawab Daniel dengan tatapan hangatnya sambil menyodorkan kartu debit miliknya.


"Maaf Daniel aku tidak bisa" tolak Laura cepat.


Daniel menghela nafasnya dan kembali meletakkan kartu tersebut di atas meja tepat di samping tangan Laura.


"Karena aku kau ikut terseret dalam masalah ku. Dan aku tidak ingin merepotkan mu, ambil kembali kartu mu. Jangan khawatir, aku bisa mengatasinya dengan cepat" ucap Laura tersenyum hingga menampilkan deretan gigi ratanya.


"Tapi Ra....."


"Simpanlah sebagai modal nikah kau dengan kekasih mu" canda Laura dan tak ingin berurusan lagi dengan Daniel.


Daniel geleng-geleng kepala mendengar candaan Laura.


"Dari dulu aku sangat mengagumi mu dan sekarang aku tidak tahu apakah aku mengagumi atau tidak" gumam Laura keceplosan.


"Apa maksudmu Laura?" ucap Daniel pura-pura bertanya.


"Tidak apa-apa. Kau sangat baik"jawab Laura sekenanya yang berusaha mengalihkan pertanyaan Daniel.


Daniel menggulung senyuman lalu mengelus puncak kepala Laura. Tanpa diduga mereka pun saling tatap-tatapan. Laura segera memutus pandangannya dan kembali membuka obrolan baru.


"Sebenarnya aku berencana ingin menjual mobil ku, itung-itung buat usaha dan bayar ganti rugi" ucap Laura sambil menopang dagu.


"Aku bisa membantumu, kebetulan aku punya kenalan yang bekerja di dealer mobil" ucap Daniel dan terus menatap wajah cantik Laura hingga sudut bibirnya menyeringai.


Laura menjadi salting melihat tingkah laku Daniel tidak biasanya.


Seorang wanita cantik tiba-tiba datang menghampiri mereka sambil mengepalkan tangannya dan langsung melabrak Laura.


"Dasar janda gatel, wanita murahan bisanya cuman ngerayu kekasih ku. Apa kau tidak ada kerjaan lain hah! disini bukan tempat untuk jual diri. Dan jangan sekali-kali mengejar-ngejar kekasihku camkan itu! kau hanya wanita pembawa sial!" ketus wanita tersebut yang tidak lain adalah Angel.

__ADS_1


Laura mengepalkan tangannya dengan kilatan amarah diwajahnya. Laura langsung bangkit dari duduknya. Tak main-main Laura melayangkan sebuah tamparan keras di pipi kanan Angel.


Plakkk


Daniel hanya mampu terkejut melihat reaksi mereka.


"Jangan pernah mengatai ku dengan mulut kotor mu. Aku adalah wanita terhormat yang terus menjunjung tinggi harga diriku. Kau sama sekali tak selevel dengan ku, status sosial kita sangat jauh berbeda. Aku tahu seperti apa kehidupan keluargamu, tapi aku tidak ingin menjatuhkanmu dengan semua itu. Ingat! di atas langit masih ada langit, aku percaya itu" ucap Laura sambil menunjuk-nunjuk wajah Angel.


Sementara Angel menjadi bungkam dan diam seribu bahasa mendengar ucapan Laura. Sedangkan Daniel tak tahu harus berbuat apa dan tidak seharusnya membela salah satunya.


"Dan satu lagi Daniel tetap menjadi milikmu, karena seleraku terlalu tinggi dan jauh dari pada kekasihmu" kesal Laura yang berusaha mengontrol emosi nya.


Para pengunjung lagi-lagi merekam video mereka untuk dijadikan bahan story sesaat.


Setelah mengatakan itu, Laura mengambil tasnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang tunai di atas meja kemudian melenggang pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Laura... Laura..." Daniel berteriak memanggil nama Laura, namun Laura sama sekali tidak memperdulikan teriakannya.


"Huhhh, kau selalu saja membuat masalah Angel" ucap Daniel kesal lalu berjalan keluar restoran.


Sang kekasih bergegas menyusulnya sambil terus mengoceh mencari perhatian darinya. Hingga Laura sudah tak terlihat lagi di sekitar restoran, padahal Daniel masih ingin melihat kepergian Laura.


Sementara Laura sedang memberontak di dalam mobil untuk segera diturunkan. Laura sangat takut dibawah pergi oleh orang tak dikenal. Sepertinya ia diculik, kedua tangannya diikat kuat. Matanya ditutupi kain hitam, hingga Laura tak bisa melihat disekitarnya. Laura terus berteriak untuk lepas yang sama sekali tak tahu siapa dalang penculiknya.


Baru saja keluar dari restoran, tiba-tiba sebuah mobil Pajero mengikutinya. Kemudian turunlah dua orang lelaki berpakaian formal tak dikenal membawanya paksa masuk ke dalam mobil.


"Harap tenang nona, kami bukan orang jahat" ucap salah satu lelaki bertubuh kekar dengan tangan gemulainya memegangi kipas.


"Siapa kalian, jangan coba-coba melukai ku karena hatiku sudah sakit dan hancur berkeping-keping" ucap Laura mengelabui mereka.


"Ooh kasihan, siapa yang sudah melukai hati nona manis?" tanya nya yang begitu kepo.


"Aku akan ceritakan, jika kalian melepas seluruh ikatan di tanganku huh..huh.." lirih Laura dengan akal bulusnya berpura-pura nangis.


Ketiga lelaki bertubuh kekar bersama sang supir saling kode-kode untuk mengambil keputusan untuk mereka sepakati.


"Hom Pim Pala yum gambreng" ucapnya kompak memainkan telapak tangannya.

__ADS_1


Laura mengerutkan keningnya mendengar ucapan mereka yang begitu aneh.


"Gunting, batu, kertas...hup...hup....hup"


"Aku kertas"


"Kertas"


"Yes menang, semua pilihan kita sama" ucap salah satu dari mereka dengan suara nyaring.


Laura merasakan ikatan di tangannya mulai kendur dan penutup matanya pun sudah terlepas. Laura tampak waspada, setelah itu ia akan menghajar mereka. Ya begitulah pemikiran Laura saat ini.


Namun pikiran tersebut tidak bisa ia laksanakan, karena Laura sama sekali tidak jago bela diri.


Laura cengengesan menatap ketiga lelaki bertubuh kekar itu.


"Ha ha ha ha" Laura akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat mereka tampak lucu dengan kepala botak nya.


Laura benar-benar tak sanggup menahan tawanya melihat mereka semua yang berkedok pencuri.


"Ha ha ha ha..."


Mereka pun ikut tertawa terbahak-bahak seperti yang dilakukan Laura.


Setelah puas tertawa, Laura mulai menceritakan kisah pahit tentang dirinya yang dicampakkan seseorang. Padahal kisah tersebut sempat ia kutip dari sebuah novel romantis yang pernah ia baca saat galau-galau nya.


Ketiga lelaki bertubuh kekar itu tampak sedih dan perihatin atas kisah hidup pilu wanita yang diculiknya.


"Yang sabar nona manis, kami akan mendukung mu" ucapnya yang sudah berair mata.


Laura menutup mulutnya cekikikan karena sudah membuat mereka menangis tersedu-sedu.


Astaga, tubuhnya sama sekali tidak mencerminkan kepribadiannya. Ternyata mereka bodoh dan kekanakan......Ckckck . Batin Laura.


Puas mendengar tangis mereka, Laura tampak bosan menatap jalanan yang ia lewati.


Mereka pun kembali mengajak Laura untuk bermain kartu di dalam mobil seperti teman sebayanya. Sehingga Laura bergerak menjadi dewi kartu diantara mereka bertiga.

__ADS_1


Bersambung......


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🤗


__ADS_2